Selasa, 26 Februari 2013

(Pencerahan) Tuhan Dekat Denganmu

PEMUDA YANG BANYAK BICARA
Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta
berusaha selama berbulan-bulan
untuk mengambil hati pujaannya,
namun gagal.
Ia merasa sakit hati karena ditolak.
Namun akhirnya si jantung hati menyerah.
“Datanglah di tempat anu pada jam anu,” katanya.

Pada waktu dan di tempat anu tersebut,
akhirnya sipemuda sungguh jadi duduk
bersanding dengan jantung hatinya.
Lalu ia merogoh saku dan mengeluarkan
seberkas surat-surat cinta,
yang telah ia tulis selama berbulan-bulan,
sejak ia mengenal si jantung hati.
Surat-surat itu penuh kata-kata asmara,
mengungkapkan kerinduan hatinya
dan hasratnya yang membara
untuk mengalami kebahagiaan
karena dipersatukan dalam cinta.
Ia mulai membacakan semua suratnya itu
untuk jantung hatinya.
Berjam-jam telah lewat,
namun ia masih juga terus membaca.
Akhirnya si jantung hati berkata:

“Betapa bodoh kau!
Semua suratmu hanya tentang aku
dan rindumu padaku.
Sekarang aku di sini,
bahkan duduk di sampingmu.
Dan kamu masih juga membacakan
surat-suratmu yang membosankan itu!”

ð  ‘Inilah aku, duduk di sampingmu,’ sabda Tuhan kepada penyembah-Nya, ‘dan engkau masih juga berpikir-pikir tentang Aku di dalam benakmu, berbicara tentang Aku dengan mulutmu dan membaca tentang Aku dalam buku-bukumu. Kapankah engkau akan diam dan mulai menghayati kehadiran-Ku?’

by: Anthony de Mello, Burung Berkicau
Baca juga refleksi lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar