Sabtu, 22 November 2014

Ini Caranya Agar Dipercaya

Kepercayaan menjadi sesuatu yang mahal dewasa ini. Keberhasilan suatu bisnis bisa bermula dari kepercayaan. Tanpa dilandasi suatu rasa percaya, kerja sama kedua belah pihak bisa berakhir.

Apabila sebuah kepercayaan dikhianati, proses untuk mengembalikan kepercayaan tersebut menjadi sebuah kerja keras. Hasilnya pun tidak bisa sepenuhnya kembali pada kondisi persis seperti semula. Lantas, bagaimana cara untuk menumbuhkan dan menjaga sikap percaya, apalagi jika Anda merupakan sosok yang baru di lokasi kerja atau dalam sebuah kerja sama?

Dikutip dari time.com, terdapat beberapa cara untuk menumbuhkan rasa percaya. Di antaranya bersikap jujur. Meskipun Anda tidak mempunyai kepentingan tertentu, biasakanlah bersikap dan berbicara dengan jujur. Kebiasaan ini akan terbawa dalam dunia bisnis dan dunia kerja. Tanpa bersusah payah, kepercayaan akan timbul jika Anda konsisten dalam bersikap jujur.

Hindarilah gosip. Hal ini seolah tidak mungkin karena tanpa disadari banyak gossip berputar di lingkungan kerja atau lingkungan pergaulan. Siasatnya, daripada mendengarkan gosip atau desas-desus, lebih baik Anda pastikan kebenaran gosip atau kabar burung dengan menanyakannya pada pihak yang bersangkutan secara langsung.

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXIII - Thn II

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXIII, Thn A/II
Bac I    Why 11: 4 – 12; Injil             Luk 20: 27 – 40;

Bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Wahyu kepada Yohanes, bercerita tentang kebangkitan orang-orang pilihan Allah. Dikatakan bahwa orang-orang pilihan Allah telah melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada mereka, yaitu mewartakan kebenaran dan kebajikan. Akan tetapi, selalu saja muncul musuh yang pada akhirnya membunuh mereka. Mayat mereka dibiarkan begitu saja, karena orang-orang yang tidak sehaluan dengan mereka, tidak percaya kepada kebangkitan. Namun, sebagaimana yang dikatakan Yohanes, mereka hidup kembali setelah roh kehidupan dari Allah masuk ke dalam diri mereka. Setelah kebangkitan itu, para orang pilihan Allah ini akhirnya naik ke surga.

Tema kebangkitan juga ditekankan dalam Injil hari ini. Injil bercerita tentang pertanyaan orang Saduki, yang tidak percaya akan kebangkitan, kepada Tuhan Yesus. Orang Saduki berpikir bahwa kehidupan setelah kebangkitan sama saja dengan kehidupan sebelum kebangkitan. Karena itulah, mereka lebih memilih untuk tidak percaya akan kebangkitan. Hal inilah yang dikoreksi oleh Tuhan Yesus. Sekalipun hidup, namun hidup sebelum bangkit dan sesudah bangkit itu berbeda. Orang yang bangkit akan hidup dengan cara yang berbeda. Di sini Tuhan Yesus mau menekankan bahwa setelah mati, manusia akan bangkit kembali setelah menerima roh kehidupan yang berasal dari Allah. Sebab, Allah itu adalah Allah yang hidup.

Masih ada orang yang merasa cemas akan nasib dari saudara-saudarinya yang sudah meninggal. Seorang ibu merasa cemas akan nasib putranya yang baru meninggal: siapa yang akan mengurusnya nanti, siapa yang akan merawatnya, siapa yang akan menjaganya, dll. Orang ini sebenarnya percaya akan kebangkitan, namun masih berpikir bahwa orang bangkit akan hidup sebagaimana manusia pada umumnya. Sabda Tuhan hari ini hendak mengoreksi cara pandang seperti ini. Tuhan menyadarkan kita bahwa kebangkitan mengubah cara hidup orang yang telah mati. Orang yang bangkit memiliki cara hidup yang berbeda dari sebelumnya.

by: adrian