Selasa, 07 April 2015

(Pencerahan) Hina di Hadapan Tuhan

          BINGKAI MIMPI
Dalam kepekatan mimpiku 
Wajah-Mu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buat-Mu
Menikam cinta paling dalam.

Dari sudut manakah gerangan
Aku dapat segera mulai
Melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Hidup t'lah kujanjikan buatmu

Garis-garis aku satukan menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajah-Mu yang agung, teduh, dan kasih

Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunan-Mu atas kelancangan mimpiku

Dalam kesejukan nafas-Mu aku khusyuk sembahyang
Barangkali dapat kutafsirkan makna firman-Mu
Peluklah aku dalam damai, siramilah dengan cinta

Orang Kudus 7 April: St. Henry Walpole

BEATO HENRY WALPOLE, MARTIR
Henry Walpole lahir di Docking, Norfolk, pada tahun 1558 dari pasangan Kristofer Walpole dan Margery Beckham. Ia terhitung sebagai salah satu martir yang menambah keharuman sejarah Gereja Katolik di Inggris selama kekuasaan Elisabeth I.
Setelah menyelesaikan studi hukumnya di Universitas Cambridge, ia masuk seminari di Reims, Perancis, pada tahun 1582. Dua tahun kemudian ia pindah ke Roma dan masuk Serikat Yesus. Setelah menerima tahbisan imamat di Paris pada tahun 1588, ia bekerja selama beberapa tahun di Lorraine. Dari Lorraine ia dipindahkan ke Nederland. Di sini ia dipenjarakan selama satu tahun oleh orang-orang Kalvinis. Tahun 1590 ia dilepaskan. Ia kemudian ditugaskan mengajar di seminari-seminari Inggris, lalu di Seville dan Calladolid di Spanyol. Kemudian dia dikirim ke misi Flanders. Akhirnya ia diijinkan untuk pulang ke negerinya sendiri pada bulan Desember 1593.
Situasi politik di Inggris pada masa itu panas oleh berbagai pergolakan: imam-imam ditangkap dan dibunuh. Begitu tiba di Inggris pada tanggal 4 Desember 1593 Henry ditangkap dan dipenjarakan selama 24 jam. Mulanya ia dipenjarakan di York, lalu dipindahkan ke Tower London; di sini ia dianiaya oleh Richard Topcliff agar bisa memberitahukan nama teman-temannya. Setelah satu tahun, ia dikirim kembali ke York untuk hukuman percobaan dan hukuman gantung. Akhirnya ia dihukum mati di York pada tahun 1595. Pada tahun 1923 Paus Pius XI (1922 – 1939) menyatakan dia beato.
sumber: Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus 7 April:

Renungan Hari Selasa Oktaf Paskah, Thn B

Renungan Hari Selasa Oktaf Paskah, Thn B/I
Bac I    Kis 2: 36 – 41; Injil                Yoh 20: 11 – 18;

Hari ini merupakan oktaf paskah kedua. Suasana kebangkitan masih terasa kental. Ini dapat dilihat dari bacaan liturgi, khususnya Injil. Bacaan Injil hari ini menampilkan sisi lain dari peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus. Diceritakan bahwa Maria Magdalena datang ke kubur hendak merempah-rempahi jenasah Tuhan Yesus namun jenasah-Nya tidak ada. Dia hanya bertemu dengan dua malaikat yang dikiranya penjaga kubur. Bahkan ketika Tuhan Yesus datang kepadanya pun, ia tetap mengira-Nya sebagai orang lain hingga Tuhan Yesus menyapa namanya. Dengan sapaan itu barulah terbuka mata imannya. Dia melihat Tuhan Yesus yang bangkit. Itulah yang diwartakannya kepada para rasul.

Bacaan pertama masih melanjutkan pewartaan Petrus tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Bagi Petrus, peristiwa kebangkitan itu membuat Tuhan Yesus “menjadi Tuhan dan Kristus.” (ay. 36). Hal ini dikaitkan dengan karya penebusan. Jadi, melalui peristiwa kebangkitan, Yesus yang adalah Tuhan dan Kristus, datang menebus umat manusia. Akan tetapi, penebusan ini bersikap dialogal. Dibutuhkan tanggapan atau jawaban dari manusia. Jawaban itu berupa pertobatan dan percaya.

Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa kebangkitan Tuhan Yesus yang dirayakan dalam paskah, tidak hanya mengangkat harkat kemanusiaan Yesus menjadi Tuhan dan Kristus, melainkan juga kemanusiaan kita. Kebangkitan-Nya juga mengangkat kita dari keberdosaan kita. Itulah penebusan. Namun, sebagaimana yang dikatakan Petrus, kita dituntut untuk bertobat dan percaya kepada-Nya. Inilah yang dikehendaki Tuhan lewat sabda-Nya. Jadi, merayakan kebangkitan Tuhan Yesus kita diajak untuk senantiasa bertobat agar karya penebusan lewat kebangkitan tetap bermakna.

by: adrian