Kamis, 14 November 2013

Orang Kudus 14 Novermber: St. Duns Scotus

DUNS SCOTUS, BIARAWAN & PUJANGGA MARIA
Duns Scotus lahir di Maxton, Skotlandia pada tahun 1266 dan meninggal dunia di rumah biara Fransiskan di Koln, Jerman pada 8 Nopember 1308. Imam Fransiskan ini dikenal sebagai filsuf dan teolog kenamaan pada Abad Pertengahan. Sumbangannya di bidang filsafat dan teologi sangat besar pengaruhnya hingga kini. Setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1291, ia belajar lagi di Universitas Paris dan Oxford hingga meraih gelar doktor di bidang teologi pada tahun 1305. Setelah itu ia kembali menjadi mahaguru teologi di Universitas Cambridge, Oxford dan Paris.

Ia disebut ‘doktor yang tajam dan halus’ dalam pemikirannya dan dalam gaya bahasa Latin yang digunakannya. Banyak sekali karya filosofis dan teologisnya. Salah satu yang terkenal ialah 'Opus Oxoniense', sebuah komentar tentang hukuman mati atas diri Petrus Lombardia (1100-1160). Ia juga menulis sebuah karangan tentang 'Adanya Allah' dengan judul "De primo principio".

Tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi Duns Scotus adalah Aristoteles (384-322 Seb. Mas.), Santo Agustinus (354-430), Avicenna (980-1037), dan Santo Bonaventura (1221-1274). Sebagaimana filsuf-filsuf besar lainnya di Abad Pertengahan, Duns Scotus pun mengajarkan bahwa manusia mempunyai dua kemampuan utama: 'intelek dan kehendak'. Tetapi ia lebih mengunggulkan 'kehendak' di atas 'intelek'. Dalam masalah inilah ia berbeda dari Santo Thomas Aquinas (1225-1274) yang lebih mengunggulkan 'intelek' di atas 'kehendak'. Keduanya memang tidak sependapat di dalam hal ini, namun sama-sama mengakui kemerdekaan kehendak dan intelek.

Bagi Scotus, kegiatan utama dari kehendak ialah cinta. Terpengaruh oleh pandangannya itu, maka salah satu tema teologinya didasarkan pada pandangan Santo Yohanes Penginjil tentang Allah, bahwa 'Allah itu Kasih'. Bagi dia, cinta merupakan aktifitas Allah yang paling luhur. Oleh dan di dalam cinta, Allah dengan tindakan kehendakNya yang bebas menciptakan dan memelihara semua ciptaanNya, teristimewa manusia. Karena Scotus menilai teologi sebagai suatu pengetahuan praktis, maka ia mengajarkan bahwa manusia harus menjawabi dan menghayati cinta Allah yang dilimpahkan kepadanya. Dalam rangka itu, Wahyu Allah merupakan norma bagi tindakan manusia. Dengan mengikuti norma-norma yang diwahyukan, manusia akan mencapai kebahagiaan abadi. Namun menurut pandangannya, kendatipun manusia akan menikmati cinta illahi dan memandang Allah, kebahagiaan abadi itu tercapai lebih karena cinta akan Allah daripada tahu tentang Allah.

Penyataan cinta Allah yang paling mulia terhadap semua makhluk ciptaan terutama manusia ialah "peristiwa inkarnasi, penjelmaan Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus." Yesus Kristus adalah pusat dan tujuan penciptaan, pusat sejarah manusia, dan alam semesta. Di sinilah terletak titik sentral teologi Scotus. Kecuali itu Duns Scotus dikenal luas sebagai seorang pengajar dan pembela ulung ajaran tentang Maria 'yang dikandung tanpa noda dosa' (Maria Immaculata). Oleh karena itu ia dijuluki 'Doctor Marianus'. Bagi Scotus, Maria disebut Bunda Allah karena ia mengandung dan melahirkan-dengan demikian turut serta secara aktif dalam karya penebusan umat manusia-Pribadi Kedua dari Trinitas yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita. Oleh karena itu sudah seharusnya ia diperkandungkan tanpa noda dosa, baik dosa asal maupun dosa-dosa pribadi. Bagi Scotus, masalah keperawanan Maria-yang oleh teolog-teolog sebelum Scotus dianggap tak jelas dasarnya-tidak bertentangan dengan dogma tentang dosa asal atau dengan kebenaran bahwa Kristus menebus semua umat manusia. "Bunda Maria yang terberkati", katanya, "dibebaskan dari dosa asal dalam kaitan erat dengan pandangan kita tentang kemuliaan Puteranya". Untuk itu Scotus menegaskan bahwa Allah mempunyai kuasa untuk melakukan perkandungan tanpa noda dosa itu atas Maria yang dianggapNya layak mengandung dan melahirkan PuteraNya yang tunggal.

Kekayaan Buah Tomat

Hampir semua orang sudah mengetahui seperti apa itu buah tomat. Kebanyakan orang melihatnya sebagai sayur atau kelengkapan sayur. Sering kali para ibu memasak sayur dengan buah tomat, misalnya sup atau capcay. Ada juga yang melihatnya sebagai salah satu jenis bumbu dapur.
Masih sedikit orang melihat buah tomat ini sebagai buah yang dapat langsung dimakan (tentunya setelah dicuci bersih terlebih dahulu). Berikut ini ada sembilan manfaat makan buah tomat. Mungkin dengan uraian ini Anda dapat tertarik langsung mengonsumsi buah tomat.
1.    Tomat diperkaya dengan vitamin C, sebuah nutrisi yang menjaga sistem kekebalan tubuh agar kita tetap kuat.
2.    Tomat mengandung phytonutrient (nutrisi yang didapatkan dari tumbuhan termasuk buah) yang disebut likopen yang telah terbukti dalam beberapa penelitian melawan penuaan dan memiliki sifat-sifat anti-kanker. Likopen efektif untuk melawan kanker prostat dan usus besar.
3.    Likopen yang terkandung di dalam tomat juga membantu melawan kerusakan gen yang berpotensi menimbulkan penyakit.
4.    Tomat merangsang terbentuknya asam amino karnitina yang terbukti dalam penelitian mempercepat pembakaran lemak dalam tubuh lebih dari 30 persen
5.    Penelitian menunjukkan bahwa likopen yang terkandung di dalam tomat, kalau dikonsumsi secara teratur, dapat mengurangi resiko serangan jantung hingga 29 persen.
6.    Kurangnya asupan likopen dalam makanan yang dikonsumsi wanita menopause dikaitkan dengan osteoporosis.
7.    Tomat segar dan ekstrak tomat terbukti dalam penelitian dapat menurunan total kolesterol, kolesterol LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. Tomat juga terbukti dapat mencegah penggumpalan darah (dikenal sebagai agregasi trombosit), yang merupakan faktor resiko untuk aterosklerosis.
8.    Tomat juga mengandung phytonutrient lain, termasuk betakaroten, lutein, dan zeaksantin, yang baik untuk mata dan membantu melindungi mata dari degenarasi.
9.    Tomat lezat dan serba guna. Tomat bisa dipadukan dalam pasta, salad, sup, kari, semur dan berbagai masakan favorit lainnya.
Sebagian orang mengatakan bahwa tomat sebaiknya dimakan segera setelah dimasak untuk mendapatkan nutrisi yang maksimal. Itu tidak sepenuhnya benar. Meski likopen diserap maksimal dari tomat yang sudah dimasak, vitamin C dan enzim-enzim lain yang terkandung dalam tomat paling banyak terkandung pada tomat yang tidak dimasak.
Jadi, sangat disarankan untuk memadukan keduanya.nikmati buah tomat masak dalam sup, semur dan kari. Tapi jangan lupa juga makan buah tomat mentah dalam salad, sandwich dan salsa.

Penelitian menunjukkan bahwa likopen yang terkandung dalam buah tomat kuning dan oranye diserap lebih maksimal daripada likopen yang terkandung dalam buah tomat merah. Jadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri memakan kedua jenis tomat ini.
sumber: http://infoskesehatan.blogspot.com/2012/08/9-manfaat-buah-tomat.html

Renungan Hari Kamis Biasa XXXII - Thn I

Renungan Hari Kamis Biasa XXXII, Thn C/I
Bac I   : Keb 7: 22 – 8: 1; Injil      : Luk 17: 20 – 25

Dalam bacaan pertama hari ini Tuhan berbicara tentang kebijaksanaan. Dikatakan bahwa kebijaksanaan itu merupakan salah satu ciri Allah. Karena itu, “kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan.” (ay. 30). Ia dapat menilai mana baik dan benar, dan berusaha menuntun manusia kepada kebaikan dan kebenaran.

Sikap bijaksana inilah yang hendak ditawarkan Yesus kepada para pendengar-Nya. Dalam Injil, Yesus mengajak orang untuk bersikap bijaksana dalam menyikapi akhir zaman. Memang akhir zaman itu akan didahului dengan adanya tanda-tanda, namun tetap saja manusia diminta untuk menilainya dengan bijaksana. Jangan mudah tertipu dan terbuai. Dengan sikap bijaksana ini orang akan dapat melihat dan menemukan apa yang baik dan benar bagi dirinya.

Kebijaksanaan merupakan salah satu keutamaan moral manusia. Setiap manusia diminta untuk mengusahakan keutamaan ini dalam kehidupannya. Inilah yang menjadi pesan sabda Tuhan hari ini. Tuhan meminta kita untuk senantiasa berlaku bijaksana. Dengan kebijaksanaan, kita selalu terarah bukan saja kepada diri kita sendiri, melainkan yang terutama kepada orang lain. Kebijaksanaan membuat kita dapat menemukan dan mengusahakan kebaikan dan kebenaran bagi kehidupan ini.

by: adrian