Kamis, 01 Mei 2014

Sekilas tentang Hemofilia

SEKILAS TENTANG HEMOFILIA
 
Apa itu HEMOFILIA
Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaang terdiri dari dua kata, yaitu haima yang berarti darah, dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.

Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah. Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua (haderiter) kepada anaknya. Ada dua jenis hemofilia yang ditemukan, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A timbul jika ada kelainan pada gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VII (FVII). Sedangkan hemofilia B disebabkan kurangnya pembekuan IX (FIX). Hemofilia A dan B tidak dapat dibedakan karena mempunyai tampilan klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa.

Gejala HEMOFILIA
Penderita penyakit ini akan sering mengalami pendarahan jika terjadi pendarahan pada luka. Adapun penyebab gejala penyakit hemofilia:
                   ·        Luka sulit sembuh
                   ·        Mimisan mendadak
                   ·        Banyak memar pada tubuh
                   ·        Pendarahan berkepanjangan
                   ·        Terdapat darah pada urin dan feses
                   ·        Pembengkakan karena pendarahan internal

Pengobatan pada Penyakit HEMOFILIA
Pengobatan hemofilia berbeda-beda, bergantung pada tipe yang diidap. Untuk hemofilia tipe A yang ringan dan sedang, diberikan injeksi hormon. Hormon ini dapat merangsang aktifnya komponen pembekuan darah. Untuk tipe A dan B yang termasuk parah, dilakukan transfusi cairan yang mengandung komponen pembekuan darah. Sementara, untuk tipe C, penanganannya berupa pemberian cairan plasma darah melalui infus. Infus yang dilakukan secara berkala tiap dua atau tiga kali seminggu dapat mencegah pendarahan.

Jika sendi mulai terpengaruh oleh pendarahan dalam, pasien bisa melakukan terapi fisik. Terapi ini bertujuan melatih sendi agar tidak kaku dan rusak.

Sedangkan untuk mengatasi luka kecil di kulit, cukup gunakan plester. Pendarahan dalam yang tidak terlalu besar juga bisa ditangani dengan menempelkan es yang dililit handuk.

HEMOFILIA di Indonesia
Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Data 2011, jumlah pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia mencapai 1.388 pasien. Namun, angka itu diperkirakan tidak mencerminkan jumlah penderita sebenarnya.

Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkirakan jumlah penderita hemofilia di Indonesia sudah menembus 20 ribu orang. Apalagi angka kejadian hemofilia di negara-negara berkembang memiliki rasio 1: 10.000. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini.

sumber: Warta Minggu Paroki Maria Bunda Karmel, Tomang - Jakarta

Orang Kudus 1 Mei: St. Yusuf

SANTO YUSUF PEKERJA, PELINDUNG PARA KARYAWAN
Tradisi menuliskan pribadi Yusuf, suami Maria sebagai seorang tukang kayu di kota Nazareth. Ia seorang bangsawan yang saleh dan sederhana. Darah kebangsawanannya mengalir dari Raja Daud leluhurnya. Kesucian dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatannya pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya serta mendampingi Maria dalam membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat.

Dalam pribadi Yusuf, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi ilahi. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah. Atas dasar inilah Gereja pada masa kepemimpinan Paus Pius XII menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari Raya Santo Yusuf Pekerja, sekaligus menetapkan sebagai Hari Buruh. Yusuf selanjutnya diangkat sebagai pelindung para karyawan/buruh yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Renungan Hari Kamis Paskah II - A

Renungan Hari Kamis Paskah II, Thn A/II
Bac I   : Kis 5: 27 – 33; Injil          : Yoh 3: 31 – 36;

Injil hari ini menampilkan pengajaran Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Apa yang disampaikan Yohanes tak jauh beda dengan apa yang disampaikan Yesus kepada Nikodemus, dalam Injil hari Rabu Paskah II. Dikatakan bahwa Yesus berasal dari “atas”. Kata ini merujuk pada sorga dan juga Allah. Karena itulah, apa yang disampaikan Yesus kepada para murid merupakan apa yang Dia lihat dan Dia dengar dari Allah (ay. 32). Namun banyak orang yang menolak kesaksian-Nya. Sementara yang menerima kesaksian Yesus secara tidak langsung juga menerima bahwa Allah adalah benar. Allah inilah yang telah mengutus Yesus dan meminta orang percaya kepada-Nya. Maka dari itu, yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup, sedangkan yang tidak akan mendapat murka dari Allah (ay. 36).

Keyakinan di atas dihidupi oleh para murid Kristus. Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang para rasul yang mendapat tekanan dan ancaman dari Imam Besar. Imam Besar meminta mereka untuk tidak mewartakan Yesus, tapi hal itu ditolak dengan tegas oleh Petrus. Kembali Petrus mewartakan siapa itu Yesus yang kemudian ditutup dengan penegasan untuk taat kepada Allah.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan siapa itu Yesus. Kiranya hal ini tak perlu lagi dipersoalkan. Yang tetap menjadi tantangan dan perjuangan kita saat ini adalah bagaimana kita menghayati semangat dan pengajaran Yesus, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para rasul. Para rasul, sekalipun mendapat tekanan dan ancaman, mereka tetap mewartakan Yesus. Hendaklah kita pun demikian, menampilkan Yesus dalam kehidupan kita.

by: adrian