Jumat, 07 September 2012

Tuhanlah Gembalaku


Tuhan-lah Gembalaku


TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau,
Membimbing aku ke air yang teduh;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan lurus demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah yang kelam,
Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
Pialaku penuh melimpah.

Kebaikan dan kemurahan mengikuti aku, seumur hidupku;
Aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Amin.

by: adrian 
sumber: Mazmur 23

Orang Kudus 7 September: St. Regina


SANTA REGINA, PERAWAN & MARTIR
Menurut cerita-cerita yang berkembang di negeri Perancis, Regina dikenal sebagai anak dari Klemens, seorang kafir di kota Alice, Burgundia. Ibunya meninggal dunia ketika Regina masih kanak-kanak. Oleh ayahnya ia diserahkan kepada seorang ibu yang beragama kristen. Ibu ini mendidik Regina menurut kebiasaan hidup kristiani, hingga akhirnya Regina menjadi kristen.

Ketika terdengar berita bahwa anaknya sudah memeluk agama kristen, sang ayah tidak sudi lagi mengakui Regina sebagai anak kandungnya. Regina selanjutnya terus berada di bawah bimbingan ibu kristen pengasuhnya. Untuk menunjukkan baktinya kepada inang pengasuhnya itu, Regina membantu menggembalakan ternak-ternak ibu itu.

Regina terus berkembang dewasa dan tambah cantik. Banyak orang tertarik kepadanya dan bermaksud menjadikan dia sebagai istri mereka. Tak terkecuali pembesar kota itu. Olybrius, gubernur kota Alice, tertarik sekali pada Regina. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan Regina sebagai istrinya. Ia meminang Regina. Tatkala ayahnya mendengar berita gembira ini, kembali ia mengakui Regina sebagai anaknya, karena yakin bahwa kehidupannya akan menjadi lebih baik oleh perkawinan anaknya dengan sang gubernur.

Tetapi apa yang diharapkan sanga ayah tidaklah tercapai. Regina dengan tegas menolak pinangan sang gubernur karena tahu bahwa Gubernur Olybrius masih kafir. Klemens sangat marah, tetapi tidak mau menyerah kalah. Ia terus membujuk Regina agar mau menerima pinangan gubernur. Namun usaha-usaha itu sia-sia karena Regina tetap pada pendiriannya. Lalu Klemens, ayahnya menyeret dia dan memasukkan dia ke dalam sebuah gudang gelap di bawah tanah.

Olybrius pun demikian. Ia menyuruh kaki tangannya menangkap Regina dan memenjarakannya. Di sana Regina didera dengan berbagai siksaan dengan maksud agar ia memenuhi pinangan Olybrius. Meski berbagai siksaan ditimpakan padanya, ia tetap tidak goyah. Ia terus berdoa mohon kekuatan Allah. Pada malam hari, ia dihibur oleh suara ajaib yang mengatakan bahwa ia akan segera bebas dari penjara. Keesokan harinya ia disiksa lagi oleh serdadu-serdadu gubernur untuk kemudian dipenggal kepalanya.

Tuhan tetap setia pada hamba-Nya. Pada saat Regina hendak dipenggal kepalanya, tiba-tiba tampaklah seekor burung merpati yang putih kemilau hinggap di atas kepalanya. Banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu mengakui kesucian Regina dan bertobat. Namun pemenggalan kepala Regina tetap dilaksanakan oleh serdadu-serdadu Gubernur Olybrius. Regina mati sebagai martir Kristus pada tahun 303 di Autun, Perancis.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Jumat Biasa XXII - Thn II

Renungan Hari Jumat Pekan Biasa XXII B/II
Bac I  1Kor 4: 1 – 5; Injil       Luk 5: 33 – 39

Yang menarik untuk direnungkan dari Injil hari ini adalah pernyataan Yesus, "Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula." (ay. 38). Pernyataan ini sungguh sangat menarik.

Pernyataan itu mau menggambarkan sikap orang yang mau menerima Yesus. Jadi, bisa dikatakan pernyataan itu sedikit mau mengungkapkan sosok Yesus. Dia-lah yang dimaksud dengan anggur baru itu. Ini dapat dimengerti karena memang Yesus datang untuk membawa pembaruan dalam segala aspek kehidupan. Ke-baru-an yang dibawa dan ditawarkan Yesus merupakan suatu sarana bagi umat manusia untuk menerima "keselamatan". Artinya, mereka yang mau diselamatkan harus ikut menjadi baru dengan cara membaharui diri.

Inilah yang dimaksud anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru juga. Artinya, kantong (tempat menyimpang anggur) harus menyesuaikan dengan anggurnya. Jika anggurnya baru, maka kantongnya juga baru. Jadi, jika Yesus yang adalah pembaharu, maka menerima Dia mengandung konsekuensi harus menjadi baru juga.

Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita akan keberadaan kita saat ini. Kita mengaku sebagai murid atau pengikut Kristus. Artinya, kita sudah menerima Kristus. Menjadi pertanyaannya adalah sudahkah hidup kita menampilkan warna Kristus? Apakah kita sudah menjadi "baru" sebagai akibat menerima Kristus?

Apa tolok ukur "baru" itu? Menerima Kristus berarti kita menjadi manusia baru (kantong baru). Ke-baru-an itu terlihat dari sikap, tutur kata dan perilaku kita yang merupakan cerminan Kristus sendiri. Kristus adalah cinta kasih, pengampun dan pemaaf, penuh kedamaian dan sukacita, lemah lembut dan masih banyak lagi. Satu hal yang tak terlupakan adalah bahwa Kristus melaksanakan kehendak Bapa-Nya.

by: adrian