Selasa, 31 Oktober 2023

BELAJAR SETIA DALAM KESAHAJAAN

 

Malam mulai pekat. Sehabis mengajar di sejumlah perguruan tinggi di kota Makasar, Enoch Kumendong (58) segera pulang. Sesampainya di teras rumah, sang istri, Jacqueline Panggalo (53) menyambutnya dengan senyuman ramah. Begitu pula dengan anak-anaknya yang sedang menonton televisi langsung menyapanya. Kepenatan Enoch pun seperti pudar, songsongan istri dan anak-anak memberikan makna mendalam baginya.

Hampir 40 tahun Enoch mengabdikan diri pada dunia pendidikan. Profesi itu memang tak pernah memberikan gelimang harta. Namun ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri di batinnya. Dari dunia tersebut Enoch dan Jacqueline bisa memberikan teladan kesederhanaan kepada anak-anak. “Bagi saya kebendaan itu tak selalu penting, saya bahagia dengan keadaan yang serba sederhana,” ujar Enoch.

Sesama Guru

Awalnya Enoch bercita-cita menjadi imam praja Keuskupan Agung Makasar. Setelah menamatkan seminari menengahnya di Petrus Claver, ia melanjutkan ke seminari tinggi di Yogyakarta. Namun jalan hidupnya berkata lain. “Pembimbing rohani mengatakan saya tak cocok menjadi imam,” kenangnya.

Sekeluarnya dari seminari, Uskup Agung Makasar, Mgr. Schneiders CICM, menugaskannya menjadi guru di Tana Toraja. Enoch langsung dipercaya menjadi kepala sekolah di sebuah SPG dan SMU. Saat itu ia terpikat dengan salah seorang muridnya, Jacqueline, yang kemudian ia nikahi pada tahun 1969. Sang istri kemudian menjadi guru di SD St. Yosef Makasar, sementara Enoch terus berkarya.

Selang beberapa tahun Enoch melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Makasar. Baru sampai tingkat sarjana muda, universitas itu tutup. Enoch melanjutkan ke Universitas Hasanudin. Setelah lulus, Enoch menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Dengan bertambahnya jumlah anak (5 orang), Enoch harus kian giat mengajar. Ia mengajar juga di Seminari Petrus Claver dan SMU Rajawali. Setiap hari Enoch harus mempersiapkan beberapa mata pelajaran yang berbeda.

Enoch dan Jacqueline menganggap bahwa profesi guru merupakan panggilan. Karena itu, meski penghasilan pas-pasan, mereka tetap mencintai pekerjaan. “Kami harus bisa hemat,” tukas Enoch. Pernah suatu waktu Enoch ingin beralih profesi dan pindah ke Jakarta. Tapi keinginan itu urung, karena ia merasa tak punya bakat berbisnis.

Senin, 30 Oktober 2023

KENAPA MUALAF DOYAN BERBOHONG? INILAH PENJELASANNYA

 

Masalah pindah keyakinan atau agama itu adalah hal yang biasa. Hal itu merupakan hak azasi setiap manusia. Tidak ada yang melarang. Akan tetapi, ada hukuman bagi orang yang murtad. Bagaimana jika orang islam yang murtad. Selain hukuman di masa depan, hukuman langsung pun dapat dikenakan. Yang terkenal adalah dibunuh. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad, “Siapa saja yang mengganti agamanya, maka hendaklah kalian bunuh dia.” (HR al-Bukhari, no. 6922). Jadi, umat islam lainnya diperbolehkan membunuh umat islam yang telah murtad. Selain itu, tempat bagi orang murtad adalah neraka (QS Al-Baqarah: 217).

Akan tetapi, kita tidak akan mengusik persoalan itu. Masalah membunuh orang murtad adalah keyakinan orang, yang tidak akan dicampuri. Kita hanya melihat fenomena mualaf, orang kafir yang menjadi islam.

Jika kita perhatikan di media sosial, baik media cetak maupun media elektronik, adalah suatu kebiasaan menjelang Hari Raya Idul Fitri beberapa media menampilkan sharing beberapa tokoh mualaf. Ada tokoh mualaf yang bersharing dari hati, namun tak sedikit juga yang menyampaikan kebohongan. Sekedar menyebut nama:

a.   Ustadz Bangun Samudra, yang konon mengaku sebagai lulusan terbaik Vatikan.

b.  Steven Indra Wibowo, yang mengaku mantan frater anak petinggi PGI, yang berhasil mengislamkan 126 orang

c.   Hj Irene, yang mengaku mantan biarawati

d.  Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter), yang mengaku kepala suku Asmat

Masih ada banyak lagi tokoh mualaf yang selalu menyebarkan kebohongan (misalnya ustadz Felix Siauw). Mereka-mereka ini sering diundang untuk berceramah, kotbah atau berdakwah. Dan bisa dipastikan dalam dakwahnya itu, kebohongan menjadi bumbu utama. Anehnya, begitu banyak umat islam suka dengan dakwah mereka. Tak jarang takbir kemenangan dikumandangkan ketika para mualaf ini menekankan keburukan agama sebelumnya dan menyanjung kehebatan islam yang menjadi dasarnya menjadi islam.

Lebih aneh lagi, sama sekali tidak ada teguran dari lembaga otoritas islam tertinggi di Indonesia ini. Lembaga ini seakan-akan tutup telinga terhadap kebohongan tersebut, sekalipun kebohongan itu berdampak buruk bagi citra islam. Tentulah orang yang kritis akan menilai bahwa islam identik dengan kebohongan.

Benarkah para mualaf itu berbohong? Ada banyak tulisan yang membongkar kebohongan mereka. Misalnya “Membongkar Kebohongan Steven Indra”, “Ustadz Bangun Samudrayang Sangat Cerdas”, “Hj Irene Handono Mantan Biarawati Palsu?” dan “Benarkah Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam?” Dari tulisan-tulisan itu, bahkan anak SD pun dapat menilai adanya kebohongan dari pernyataan-pernyataan mualaf itu. Kenapa kebohongan ini disebar-luaskan? Bukankah ini berarti memperkuat citra bahwa islam itu agama pembohong?

Menjadi pertanyaan adalah kenapa para mualaf ini begitu berani dan yakin diri dengan kebohongannya. Ataukah karena umat islam memang suka dibohongi atau dibodoh-bodohi? Ada beberapa alasan kenapa para mualaf berbohong:

Jumat, 27 Oktober 2023

DIALOG IMAGINATIF#7


Dialog imaginatif merupakan sebuah dialog yang direkayasa. Bisa dipastikan dialog ini tidak pernah ada dalam kehidupan nyata, karena sifatnya fiktif. Namun bukan lantas berarti dialog ini tak mempunyai nilai apa pun. Ada pesan yang hendak diutarakan dalam dialog itu, sehingga sangatlah disayangkan bila dilewatkan begitu saja. 

Kamis, 26 Oktober 2023

TRIK MELATIH ANAK BEREMPATI

 

Setiap anak perlu diajari mengenali emosi sejak dini. Psikolog Saskia Rosita Pangabean mengatakan bahwa dengan mengenali emosi sendiri, anak pun bisa lebih berempati pada orang lain. “Kalau anak tahu saat dia sedih itu karena begini, begitu, rasanya begini, jadi dia mengerti emosi orang lain juga saat sedih. Jadi, bisa berempati,” ujar Rosita.

Senang, sedih, marah dan takut merupakan empat emosi dasar yang harus dikenali anak sejak dini. Pengenalan macam-macam emosi bisa dimulai pada usia 2 – 3 tahun. Ini menjadi tugas orangtua di rumah. Orangtua harus mengenalkan empat emosi dasar tersebut kepada anak. Kemudian, seiring bertambahnya usia, ajari anak mengidentifikasi emosi dan bagaimana cara mengatasinya atau mengungkapkannya secara positip.

Ketika marah, anak harus sadar bahwa ia sedang marah. Anak juga harus tahu alasan ia marah dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, anak bisa mengontrol emosinya tanpa menyakiti perasaan orang lain. “Kalau anak enggak bisa ngenalin emosinya, dia bisa tantrum atau marah-marah sama ibunya, teman-temannya,” jelas Rosita.

Demikian pula dengan emosi lainnya. Ketika anak pada emosi tersebut, orangtua harus mengokumunikasikannya dengan anak, kenapa emosi itu muncul dan jelaskan juga baik buruknya. Orangtua juga hendaknya dapat membuat pembedaan emosi pada anaknya.

Sayangnya, pengenalan emosi pada anak belum menjadi kebiasaan banyak orangtua. Padahal, pengenalan emosi sangat penting. Menurut Rosita, setidaknya anak-anak sudah menguasai empat emosi dasar sebelum masuk usia sekolah. Dengan mengenal emosi, anak bisa bersosialisasi dengan baik kepada teman-temannya di sekolah.

Anak akan memiliki kecerdasan emosional yang baik, bisa berempati, lebih peka dan memiliki kepedulian. Jadi, anak jangan hanya diberikan kecerdasan intelektual saja, tetapi juga kecerdasan emosional.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Selasa, 24 Oktober 2023

INILAH MASALAH NIKAH BEDA AGAMA ISLAM DAN KATOLIK

 

Bumi kita satu, tapi dihuni oleh manusia yang beraneka ragam, baik ras, suku, status sosial-ekonomi maupun agama. Ini membuktikan bahwa manusia hidup di alam pluralisme. Sebagai makhluk sosial pertemuan antar manusia dengan perbedaan ini tak dapat dihindari. Dan pertemuan ini terkadang berakhir dengan pernikahan. Pernikahan dua anak manusia dengan beda suku atau ras tidak terlalu menimbulkan masalah.

Yang sering menjadi persoalan adalah pernikahan beda agama. Banyak agama menolak umatnya melakukan nikah beda agama. Islam dengan tegas menyatakan bahwa nikah beda agama adalah haram. Dalam islam, pernikahan itu harus seagama atau seiman. Maka, ketika umat islam menikah dengan yang non islam, menggunakan tata cara islam (menikah secara islam), maka yang non islam harus masuk islam dulu. Dan kebetulan, dalam ritusnya ada kewajiban mengucapkan kalimat syahadatin. Dengan mengucapkan kalimat itu, seseorang telah menjadi islam.

Sementara Gereja Katolik melihat nikah beda agama sebagai suatu halangan, namun halangan ini dapat dihapus dengan izin atau dispensasi. Jadi, secara tak langsung Gereja Katolik membolehkan menikah beda agama. Dan kebetulan dalam Gereja Katolik ada ritus perkawinan campur. Dengan nikah beda agama di Gereja Katolik, yang non katolik tetap dengan agama atau imannya.

Akan tetapi, pernikahan beda agama bukannya tanpa masalah. Memang banyak orang mengatakan bahwa nikah yang seagama juga tak luput dari masalah. Namun perlu disadari bahwa yang seagama saja sudah rawan masalah, apalagi yang tidak. Masalah apa saja yang biasa muncul pada pernikahan beda agama, khususnya antara orang islam dan katolik?

Perbedaan Konsep Keagamaan

Ada banyak perbedaan mengenai konsep keagamaan. Karena iman akan keallahan Yesus dan juga iman akan Tritunggal Mahakudus, orang Kristen pada umumnya dicap sebagai orang kafir. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al Quran surah al-Maidah ayat 72 dan 73. Paham tentang keselamatan juga berbeda. Memang perjalanan akhir adalah sama, yaitu masuk sorga. Namun untuk ke sananya berbeda. Dengan mengislamkan orang kafir, seorang islam pasti masuk sorga. Ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad dalam hadits al-Thabrani.

Sebagai sebuah contoh pasangan Fery Mulyana (islam) dan Devi P Fery (katolik). Beberapa bulan setelah hidup bersama, Fery mulai usil mengkritisi dan mempertanyakan iman akan trinitas dan isi alkitab. Kebetulan Fery suka membaca buku tentang islam dan tentang perbandingan agama karya Ahmad Deedat dan Irene Handono. Aksi usil Fery ini membuat hubungan mereka diwarnai dengan cek-cok. Devi tidak terima iman dan alkitabnya dihina dan dilecehkan. Tapi sayangnya, Devi tidak memiliki modal kuat untuk “membalas” serangan suaminya. Maklum, umumnya umat katolik hanya menerima saja konsep trinitas, keallahan Yesus atau alkitab tanpa pernah berusaha memahaminya. Akhirnya, Devi “kalah” dan kemudian menjadi seorang muslimah. (Kado Cinta bagi Pasangan Nikah Beda Agama, 2009, 233).

Dalam contoh di atas, dapatlah dikatakan kenapa Fery mulai mengusik iman istrinya. Dia ingin mengislamkan istrinya supaya bisa masuk sorga. Dan kebetulan pemahaman iman katolik Devi lemah, maka berhasillah Fery mengislamkan istrinya. Sementara Devi sama sekali tidak punya pikiran untuk mengkatolikkan sang suami, karena selain pemahaman agamanya lemah, dia juga tahu tak punya keharusan mengkatolikkan orang. Orang katolik hanya terpanggil untuk memperkenalkan Yesus dan karya keselamatan-Nya. Soal menjadi katolik atau tidak, itu urusan Roh Kudus.

Jumat, 20 Oktober 2023

AL-QUR'AN DI MATA ILMU PENGETAHUAN#3


Al-qur'an dilihat sebagai wahyu Allah. Apa yang tertulis di dalamnya merupakan kata-kata allah sendiri. Karena allah itu maha benar, maka apa yang dikatakannya juga adalah benar. Dan karena allah itu maha sempurna, maka al-qur'an menjadi kitab yang sempurna dan kebenaran. Tidak ada kesalahan atau pun kekeliruan. 

Kamis, 19 Oktober 2023

PERILAKU-PERILAKU INI TANDA ADANYA GANGGUAN MENTAL PADA ANAK

 

Sebagai orangtua, kita sering mengkhawatirkan banyak hal terkait anak. Tetapi bagaimana membedakan perilaku anak yang sebenarnya normal dalam perkembangan usianya dengan perilaku yang menunjukkan adanya gangguan emosional atau mental. Berikut ini 10 hal tentang perilaku anak yang sebaiknya jangan diabaikan orangtua.

Tak lagi main dengan kawan-kawannya

Bila anak mendadak tak bermain lagi dengan kawan-kawannya, itu bisa menunjukkan adanya masalah. Perilaku itu bisa menandakan adanya pertengkaran atau indikasi ada sesuatu pada mood anak. Apa pun penyebabnya, orangtua perlu mengajak anak berbicara.

Terjaga sampai malam dan merasa cemas

Jika anak tidak juga mau tidur sampai malam dan merasa cemas, sangat penting untuk membantu anak melawan kecemasannya. Ajak anak bicara untuk mengetahui apa penyebab rasa cemasnya dan beri dukungan untuk membuatnya lebih kuat.

Melukai diri sendiri

Ada berbagai bentuk perilaku melukai diri sendiri. Pada anak berusia lebih kecil mungkin mereka mencakar atau memukul diri sendiri. Anak pra-remaja dan remaja bisa mengiris kulitnya atau membakar. Jangan abaikan perilaku anak seperti ini, walaupun terasa itu tak serius. Apalagi jika anak juga menunjukkan gejala gangguan emosional lainnya seperti mengurung diri, tidak nafsu makan, dan sebagainya.

Lari dari rumah ketika marah

Anak di usia berapa pun sering bersikap impulsif dengan lari ke luar pintu saat marah. Perilaku ini sebaiknya tidak dianggap normal karena menunjukkan kurangnya mekanisme koping (kemampuan menyesuaikan diri atau bertahan dalam masalah). Sikap lari dari rumah juga akan membahayakan dirinya. Karena itu, orangtua harus segera menyikapinya.

Tidak tidur malam

Selasa, 17 Oktober 2023

INILAH PERKEMBANGAN GERAKAN PROTESTANISME

 

Selama ini kita mengenal bahwa protestanisme itu identik dengan Lutheran atau Calvinis saja. Padahal sejarah protestanisme sudah ada jauh sebelum lahirnya kedua tokoh tersebut. Pada prinsipnya, protestanisme merupakan aliran yang memprotes ajaran resmi Gereja saat itu (Gereja Katolik). Karena protes mereka tidak bisa diterima, maka akhirnya mereka berdiri sendiri, terpisah dari Gereja Induk.

Memang gerakan protestanisme yang cukup besar terjadi pada masa Luther, yang dikenal dengan nama gerakan reformasi. Berikut ini akan ditampilkan gerakan protestanisme.

1.  Gerakan Pra-Reformasi

Sebelum munculnya Gereja Reformasi, sudah ada aksi protes terhadap ajaran Gereja yang resmi. Ada beberapa yang masuk ke dalam kategori ini:

a.   Albigensis: muncul dan berkembang di Perancis Selatan pada akhir abad XII dan awal abad XIII. Lebih lanjut tentang Albigensis, dapat dibaca di sini.

b.  Hussit: nama gerakan ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Jan Hus. Gerakan ini muncul dan berkembang di Bohemia (sekarang Republik Ceko) pada abad XV. Sekarang gerakan ini dapat dilihat pada aliran Presbyterianisme.

c.   Lollard: gerakan ini diprakarsai oleh Yohanes Wyclif pada abad XIV. Gerakan ini muncul dan berkembang di Inggris.

d.  Waldensis: gerakan ini didirikan oleh Petrus Waldo pada abad XII. Gerakan ini muncul dan berkembang di Perancis, Italia dan Jerman

Demikianlah gerakan-gerakan protestanisme sebelum munculnya gerakan reformasi. Tema-tema protes gerakan ini beragam, mulai soal baptisan, sakramen hingga pugatorium. Dengan tegas Gereja Katolik menolak ajaran mereka.

2.  Gereja-gereja Reformasi

Keberadaan Gereja-gereja Reformasi tak bisa dipisahkan dari gerakan sebelumnya. Dapatlah dikatakan bahwa gerakan awal tersebut menginspirasi beberapa tokoh pendiri Gereja-gereja Reformasi. Ada beberapa yang masuk ke dalam kategori ini:

a.   Anabaptis: gerakan ini termasuk kategori reformasi radikal. Tidak diketahui persis kapan gerakan ini mulai dibentuk, namun yang pasti pusat gerakan ini mula-mula ada di Zurich. Ada yang mengatakan beberapa kelompok Anabaptis berasal dari aliran sesat (heretik) sebelum abad XVI.

b)  Anglikanisme: gerakan ini muncul dan berkembang di Inggris pada abad XVI. Malah bisa dikatakan bahwa Anglikan merupakan Gereja Inggris. Tokoh di balik berdirinya Gereja Anglikan adalah Thomas Cranmer dan Henry VIII.

c)  Calvinisme: gerakan ini diprakarsai oleh Yohanes Calvin pada abad XVI. Gerakan ini muncul dan berkembang di Swiss.

d)  Lutheranisme: gerakan ini didirikan oleh Martin Luther pada abad XVI. Gerakan ini muncul dan berkembang di Jerman.

e)  Socinianisme: nama gerakan ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Faustus Socinus. Gerakan ini muncul dan berkembang di Polandia pada abad XVI dan XVII.

f)    Zwinglianisme: gerakan ini didirikan oleh Ulrich Zwingli pada abad XVI. Gerakan ini muncul dan berkembang di Swiss.

Senin, 16 Oktober 2023

MENGKRITISI PEMBELAAN PERKAWINAN MUHAMMAD DAN AISYAH


Sebagaimana sudah diketahui umum, nabi Muhammad menikahi Aisyah saat Aisyah berusia 6 tahun. Bagi mereka yang masih waras dan punya hati nurani peristiwa ini sangatlah aneh dan memalukan. Dikatakan aneh karena saat itu Muhammad sudah berusia 50-an tahun dan masih punya istri. Dikatakan memalukan karena Muhammad adalah seorang nabi yang sangat dimuliakan. Tidak ada satu nabi pun yang punya istri usia 6 tahun, kecuali Muhammad. Apakah mungkin karena ini dia dimuliakan?

Sekali pun aneh dan memalukan, umat islam tetap saja membelanya. Bahkan menjadikannya sebagai model perkawinan. Tak sedikit ulama islam melakukan pembelaan atas peristiwa perkawinan itu. Berikut ini kami tampilkan 2 pembelaan atas perkawinan Muhammad dan Aisyah, sekaligus tanggapannya.

1.    Alasan Nabi Menikahi Aisyah

Jumat, 13 Oktober 2023

AL-QUR'AN DI MATA ILMU PENGETAHUAN#2


Umat islam percaya al-qur'an adalah wahyu allah. Karena allah itu maha benar, maka apa yang dikatakannya juga adalah benar. Tidak mungkin allah berbohong. Allah tidak bisa salah. Dan al-qur'an menjadi kitab kebenaran. Karena itu, jika dalam al-qur'an tertulis air laut itu manis, umat islam pasti percaya, dan akan menyalahkan lidah manusia serta hasil penelitian ilmiah.

Kamis, 12 Oktober 2023

SIAPA YANG DIMAKSUD DENGAN ANTI KRISTUS

 

Secara sederhana antikristus (dari kata anti, yang diartikan menolak atau menentang dan Kristus) dipahami sebagai penolakan terhadap Kristus. Ini bisa ditujukan kepada pribadi manusia, bisa juga kepada suatu ajaran atau aliran. Sedangkan Kristus yang ditolak adalah ajaran Kristus atau ajaran tentang Kristus, baik yang ada dalam Kitab Suci maupun ajaran resmi Gereja.

Namun, supaya tidak menyimpang, ada baiknya kita langsung merujuk pada Kitab Suci yang memuat tentang antikristus. Perlu diketahui bahwa ada tiga teks Kitab Suci yang memuat tentang antikristus, dan ketiga-tiganya harus dilihat secara utuh. Jangan seperti yang dimuat dalam salah satu media sosial dengan judul “Christianity Facts: Antikristus Berlambang 666”. Artikel yang bisa dipastikan ditulis oleh orang muslim ini hanya mengambil 1Yoh 2: 18 – 19 saja, dan itu pun tidak utuh. Dari sini disimpulkan bahwa antikristus itu adalah PAUS. Suatu kesimpulan yang konyol dan penuh kebencian.

Sekarang kita lihat satu per satu sumber kita. Pertama, 1Yoh 2: 18 – 26. Kesimpulan dari teks ini ada pada ayat 26: “Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.” Itulah antikristus, orang-orang yang berusaha menyesatkan jemaat Kristus. Mereka ini, seperti kata Yohanes, menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus (Tuhan), dan menyangkal juga baik Bapa maupun Putera (ay. 22).

Apakah antikristus itu adalah dari Gereja (katolik) sendiri? Penulis Christianity Facts di atas mengutip ayat 19, tapi tidak utuh. Dia hanya berhenti sampai pada “Memang mereka berasal dari antara kita”, dan kita di sini langsung dipahami dengan Gereja Katolik. Padahal, jika kalimat ayat 19 dikutip secara utuh, akan terlihat jelas bahwa antikristus itu bukan dari kalangan Gereja Katolik, “sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” (ay. 9).

Kedua, 1Yoh 4: 2 – 3. Dari dua ayat ini, kita bisa simpulkan bahwa antikristus adalah orang yang menentang ajaran bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Ini merujuk pada ajaran kristiani bahwa Yesus adalah sungguh Allah sungguh manusia. Jadi, bisa dikatakan bahwa mereka ini hanya mengatakan bahwa Yesus itu hanyalah manusia biasa, bukan Allah. Atau juga mereka mengatakan bahwa Yesus bukan manusia.

Yohanes menulis bahwa antikristus itu sudah ada dan akan datang. Bisa dikatakan bahwa pada saat Yohanes menulis suratnya, antikristus, yang menolak keallahan Yesus dan juga kemanusiaan Yesus, sudah ada. Supaya diketahui, pada masa penulisan surat Yohanes sudah ada beberapa aliran sesat atau penyebar ajaran sesat yang menyangkal seperti yang disebutkan Yohanes. Sebagai contoh kita dapat menyebut seperti gnotisisme, Karpokrates dan Marcion. Karena itu, Yohanes menulis untuk mengingatkan umat agar tidak disesatkan (ingat kembali 1Yoh 2: 26).

Akan tetapi, Yohanes juga menulis bahwa antikristus akan datang. Artinya, Yohanes sudah meramalkan bahwa suatu ketika, setelah kematiannya atau jauh setelah kematiannya, akan muncul (atau bangkit) antikristus. Orang atau aliran bisa saja berbeda, tapi intinya tetap sama, yaitu menolak atau menentang ajaran Kristus dan ajaran tentang Kristus. Mereka-mereka inilah yang disebut antikristus. Sekedar menyebut beberapa seperti Manicheisme, Monofisitisme, Arianisme, Apolinarisme, Albigensianisme, Nestorianisme dan masih banyak lagi.

Ketiga, 2Yoh 1: 7. Antikristus yang dimaksud dalam teks ini adalah orang atau aliran yang menolak kemanusiaan Yesus. Gereja Katolik meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Dalam diri Yesus ada keallahan dan kemanusiaan sekaligus. Nah, antikristus sepertinya hanya menerima keallahan Yesus, dan menolak kemanusiaan-Nya. Dalam sejarah Gereja ini dapat ditemui dalam Gnostisisme, yang konon sudah ada sejak abad pertama.

Jadi, siapa itu antikristus? Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui siapa saja yang dimaksudkan dengan antikristus. Mereka adalah yang menentang atau menolak ajaran tentang Yesus Kristus, sebagaimana yang tertuang dalam Kitab Suci dan Ajaran Resmi Gereja. Yang ditentang adalah keallahan Yesus, kemanusiaan Yesus, dan konsep Allah Bapa.

Namun mereka ini bukan hanya sekedar menentang atau menolak, tetapi juga menyesatkan. Dengan ajarannya, mereka berusaha agar umat kristiani awal terpengaruhi dan meninggalkan imannya. Karena itulah, Yohanes menasehati mereka agar jangan mau disesatkan. Tentang hal ini sebenarnya sudah dikatakan lebih dahulu oleh Yesus (bdk. Mrk 13: 5 – 6).

Para antikristus ini sudah ada saat Yohanes menuliskan suratnya (surat Yohanes 1 dan 2 muncul antara tahun 90 – 110). Para antikristus ini juga akan muncul sesudahnya. Jika diperkirakan penulis surat Yohanes ini meninggal tahun 120, maka mulai tahun itu akan muncul antikristus-antikristus lain. Dari sejarah Gereja, kita dapat mengetahui siapa-siapa saja yang berusaha menyesatkan atau menentang ajaran tentang Kristus. Mereka ini dikenal dengan para bidaah. Ada juga yang tidak termasuk bidaah, namun bisa dikategorikan sebagai antikristus, karena mereka mengajarkan tentang Kristus yang bertentangan dengan yang ada dalam Kitab Suci dan ajaran resmi Gereja.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Selasa, 10 Oktober 2023

ORANGTUA WAJIB TAHU GEJALA CEMAS PADA ANAK

 

Kecemasan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Setiap orang, dari segala jenis suku, agama, jenis kelamin atau tingkat usia, pasti pernah mengalami rasa cemas. Dan sampai batas tertentu, perasaan itu sehat. Kecemasan dapat membantu kita untuk mengenali dan menghindari bahaya, atau mendorong kinerja untuk menyelesaikan tugas penting.

Akan tetapi perasaan cemas menjadi tidak sehat ketika perasaan itu mulai menganggu rutinitas sehari-hari. Misalnya, membuat kita sulit tidur karena memikirkan sesuatu, sulit fokus dalam bekerja karena stres, dan lainnya.

Bagaimana gangguan kecemasan melanda anak-anak? Menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi (ADAA) di Amerika, satu dari delapan anak menderita gangguan kecemasan. Sayangnya, gangguan ini bisa sangat sulit dideteksi karena orangtua tidak mengetahui gejalanya. Dan karena itu, sekitar 80% dari anak-anak dengan gangguan kecemasan tidak diobati. Hal ini membuat anak berjuang dengan gangguan kecemasannya sendiri dan beresiko menyebabkan anak tidak bisa merasakan kebahagiaan secara total.

Karena itu, bila anak menunjukkan gangguan kecemasan, tidak salah jika orangtua mengajaknya berkonsultasi pada profesional demi kesehatan mental yang baik. Untuk itu, orangtua perlu mengenali beberapa gejala berikut ini.

Bertanya banyak hal tentang masa depan

Anak-anak dengan gangguan kecemasan sering khawatir tentang apa yang akan terjadi saat ingin melakukan sesuatu yang baru. Mereka seakan ingin mendapat kepastian dari orangtua, bahwa semua akan baik-baik saja. “Anak-anak dalam kecemasan akan sering meminta dan mencari kepastian,” kata Dr. Janine Dominggues, seorang psikolog klinis Anxiety and Mood Disorder Center di Child Mind Institute di New York City.

Mereka mudah tersinggung, agresif dan tantrum tingkat tinggi

Dr. Debra Kissen, direktur klinis di Light on Anxiety Treatment Ceter di Chicago, mengatakan bahwa anak-anak akan sering marah dan agresif, karena mereka berusaha untuk memproses emosi kompleks yang datang akibat gangguan kecemasan. Anak-anak dengan gangguan kecemasan umumnya menunjukkan kesulitan untuk berkompromi dengan situasi sulit.

Sering mengeluh sakit kepala dan sakit perut

Meskipun gejala fisik tidak langsung terhubung pada kesehatan mental, ahli menunjukkan bila anak sering mengeluh sakit kepala dan sakit perut, itu bisa menjadi tanda-tanda umum gangguan tersebut. Reaksi fisik ini adalah respon dari tubuh anak terhadap perasaan bahaya yang datang, ujar Dr. Domingues.

Anak sering memilih duduk di beragam aktivitas menyenangkan

Gejala perilaku gangguan kecemasan yang perlu orangtua tanggapi ialah saat anak memilih untuk menghindar melakukan suatu kegiatan. Orangtua perlu mendekatkan hubungan emosi dengan anak, mengetahui apa ketakutan mereka, sehingga anak merasa nyaman.

Kesulitan fokus

Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan kinerja yang buruk di sekolah sering dikaitkan dengan gangguan syaraf lain: Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Tapi, itu bisa menjadi tanda kecemasan juga. Seorang anak yang tak henti-hentinya khawatir tentang suatu hal, akan mengalami kesulitan untuk fokus pada apa pun.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Jumat, 06 Oktober 2023

AL-QUR'AN DI MATA ILMU PENGETAHUAN#1


Bagi umat islam, al-qur'an itu adalah kitab kebenaran. Ini juga yang dikatakan oleh allah. Hal ini masuk akal, karena sumber utama al-qur'an adalah allah, yang dipercaya sebagai maha benar.

Kamis, 05 Oktober 2023

SIAPA DULUAN ADA: WANITA ATAU PRIA

 

Dalam kisah penciptaan, kita mengetahui bahwa Allah lebih dahulu menciptakan laki-laki daripada perempuan. Manusia pertama itu dinamakan Adam. Awalnya dia hidup sendirian di Taman Eden (ada yang mengatakan Firdaus). Tak lama kemudian Allah merasa tak baik manusia itu sendirian, sehingga Allah memutuskan untuk membuat yang lain, yang sepadan dengan manusia itu. Maka Allah akhirnya membuat perempuan, yang diambil dari salah satu bagian dari tubuh pria. Perempuan itu kemudian dikenal dengan nama Hawa. (bdk. Kej 2: 4 – 25).

Jadi, dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa laki-laki ada lebih dahulu daripada perempuan. Tuhan menciptakan pria lebih dahulu, baru kemudian Dia menciptakan perempuan. Dan perempuan diciptakan dari bagian tubuh pria. Gambaran penciptaan manusia ini dikemudian hari menimbulkan persoalan, khususnya masalah kesetaraan gender.

Tak sedikit aktivis perempuan memprotes kisah yang ada dalam Kitab Suci ini. Karena wanita berasal dari pria, mereka mengatakan bahwa kisah tersebut merendahkan martabat kaum perempuan. Mereka menilai bahwa Kitab Suci terlalu kelaki-lakian, sehingga ketika menceritakan kisah penciptaan dikatakan bahwa perempuan berasal dari laki-laki. Ini dirasakan sebagai bentuk ketidakadilan gender. Mereka selalu mempertanyakan kenapa Allah tidak menciptakan perempuan lebih dahulu atau menciptakan perempuan dan laki-laki sekaligus sebagaimana dalam Kej 1: 26 – 28.

Apakah benar Kitab Suci salah dalam menguraikan kisah penciptaan itu? Apakah Kitab Suci sungguh-sungguh tidak adil dalam hal gender?

Sebenarnya tidak ada yang salah dalam Kitab Suci. Penilaian segelintir kaum feminis ini saja yang berlebihan. Karena jika ditinjau dari sudut biologis, apa yang diceritakan dalam Kitab Suci itu mengandung kebenaran. Perempuan memang berasal dari laki-laki.

Dari ilmu biologi kita ketahui bahwa pria memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Kromosom X membawa sifat-sifat kewanitaan, sementara kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian. Seorang pria pasti memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan mempunyai kromosom XX. Ini berarti, pada pria ada sifat-sifat kelelakian dan kewanitaan, sedangkan pada perempuan murni hanya sifat kewanitaan.

Karena itu, dari sisi biologis masuk akal bila dikatakan bahwa wanita berasal dari pria. Tak mungkin pria berasal dari wanita karena dalam diri wanita tidak ada sifat kelaki-lakian. Sebaliknya, karena laki-laki memiliki dua sifat sekaligus, maka wajar bila salah satu sifatnya itu diturunkan ke ciptaan berikutnya, yaitu perempuan. Jika tinjauan biblis atas kisah penciptaan dikatakan bahwa Allah mengambil dari rusuk Adam untuk menciptakan Hawa, maka tinjauan biologis-religi Allah mengambil unsur X dari Adam dan menciptakan Hawa.

Jika aktivis memprotes kisah penciptaan dalam Kitab Suci, sudah seharusnya juga mereka memprotes tinjauan biologis unsur pria dan wanita. Para aktivis ini, demi kesetaraan gender, harus menolak kromosom XX yang ada padanya, dan menuntut kromosom Y sehingga padanya juga ada kromosom XY. Tentulah hal ini tak masuk akal manusia. Kromosom XX untuk perempuan, dan kromosom XY untuk laki-laki sudah ditetapkan Tuhan demikian.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu