Sabtu, 15 Desember 2012

Cara Baru Melihat Palestina & Israel

Catatan kecil soal masalah palestina dan israel


Perang antara Palestina dan Israel memang sudah berlangsung cukup lama. Akan tetapi ada banyak orang menyikapi keliru persoalan tersebut, khususnya rakyat Indonesia. Ketika terjadi konflik antara Palestina dan Israel, dengan sangat mudah kita mengkalimnya sebagai konflik agama: Islam vs Yahudi. Karena itu banyak demo yang mengutuk tindakan Israel dengan menggunakan atribut keagamaan.

Melihat fenomena itu tentulah kita berpikir bahwa Palestina itu adalah negara Islam dan Israel adalah negara Yahudi. Padahal kita tidak tahu banyak soal persentase penduduk, baik di Palestina maupun di Israel. Satu hal yang harus disadari adalah bahwa TIDAK semua penduduk Palestina itu beragama Islam; demikian pula dengan Israel.

Tentulah kita akan terkejut dengan pengakuan Fariz Mehdawi, Duta besar Palestina untuk Indonesia, bahwa persentase terbesar penduduk di Palestina adalah penganut Yahudi bukan Islam atau Kristen yang selama ini dikenal. Hal ini disampaikan Fariz Mehdawi ketika ditemui dalam seminar memperingati Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu (30/11/2011).

Fariz Mehdawi menjelaskan, “Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.” Karena itulah Mehdawi heran dengan beberapa orang dan kelompok yang selalu berteriak “alahu akbar” dan membawa atribut agama untuk mendukung Palestina serta mengutuk Israel tanpa mengetahui permasalahan yang terjadi di Palestina.

“Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “alahu akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar.” Ungkapnya

Hal yang sama juga bila kita melihat ke Israel, khususnya tentaranya. Ada sekitar lebih dari 10.000 orang tentara Israel beragama Islam. Perlu diketahui juga bahwa lebih dari 20 % dari jumlah total penduduk Israel adalah umat Islam. Jadi, ketika ada berita tentara Israel menyerang Palestina, bisa saja terjadi di sana tentara Israel yang muslin menyerang orang Palestina yang Yahudi atau juga yang Islam.

Karena itu sangat menyedihkan bila kita melihat reaksi orang yang tidak tahu apa-apa soal Palestina dan Israel. Mereka dengan sangat mudah menghujat Israel karena keyahudiannya; dan membela Palestina karena keislamannya. Untuk itu, kita perlu membuka diri dan melihat masalah ini dengan hati yang bening. Jauh lebih bijaksana jika kita melihat permasalahan Palestina dan Israel dengan menanggalkan jubah keagamaan, suku, golongan dan bangsa kita sehingga kita hanya melihat sisi kemanusiaan saja.
oleh: adrian
sumber:
http://forum.kompas.com/nasional/50955-pernyataan-dubes-palestina-yang-mengejutkan.html

Orang Kudus 15 Desember: St. Kristiana

Santa kristiana, pengaku iman
Asal mula agama kristen di Kerajaan Georgia, Iberia, Sovyet Selatan, tidak begitu jelas. Namun permulaan pewartaan Injil di sana dibeberkan oleh Rufinus dalam tulisannya yang kemudian menjadi tradisi negeri itu.

Konon, pada permulaan abad IV, seorang gadis yang tidak dikenal namanya diseret ke muka pengadilan dan dipenjarakan di kota itu. Ketika ditanyai oleh hakim, dengan tenang tetapi tegas ia memperkenalkan diri sebagai penganut agama kristen yang mengakui Kristus sebagai Allah. Di kota itu ia memang terkenal sebagai orang yang saleh, bersahaja hidupnya dan murni keperibadiannya. Ia banyak berdoa. Cara hidupnya sangat menarik simpati masyarakat. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan.

Pada suatu hari seorang ibu datang kepadanya dengan membawa serta bayinya yang sedang sakit untuk didoakan. Kristiana menutupi bayi itu dengan mantelnya yang kusam, lalu berdoa sambil menyebut-nyebut nama Yesus; ia kemudian menyerahkan kembali bayi itu kepada ibunya dalam keadaan sudah sembuh. Berita tentang peristiwa itu menggegerkan segenap penduduk kota itu.

Ratu Iberia sendiri kebetulan juga sedang sakit. Ia pergi kepada Kristiana untuk didoakan kesembuhannya. Ternyata sang ratu pun disembuhkan. Ketika ratu memberikan hadia kepadanya sebagai ungkapan syukur dan terima kasih, Kristiana berkata, “Penyembuhan atas diri ratu bukanlah perbuatan saya melainkan karya Tuhanku Yesus. Ia adalah Putera Allah yang menciptakan dunia ini.”

Kepada ratu Kristiana menekankan bahwa Yesus dapat menyembuhkan semua penyakit, bahkan yang paling parah pun dapat disembuhkan-Nya apabila kita percaya kepada-Nya. Hal ini disampaikankepada raja, dan raja benar-benar heran akan peristiwa penyembuhan permaisurinya itu.

Pada suatu hari raja tersesat di dalam hutan sewaktu berburu. Dalam kebingungan ia berkata dalam hatinya, “Kalau Yesus betul-betul Allah, dan manunjukkan jalan bagiku, maka saya akan percaya kepada-Nya.” Dalam sekejap raja menemukan jalan keluar dari ketersesatannya. Sejak saat itu ia bersama permaisurinya bertobat dan menjadi kristen.

Gadis tak dikenal namanya itu kemudian dinamakan masyarakat setempat: Nino. Dalam buku para martir Roma, ia disebut Kristiana. Sang raja dengan isterinya minta diajari agama oleh Nino. Maka Nino pun bebas mengajar agama ke mana-mana. Ia bahkan diizinkan mendirikan gereja. Kata cerita, ketika gereja itu sedang dibangun, ada kesukaran mengangkat pilar besar. Tetapi kemudian ada mujizat: di hadapan orang banyak, pilar itu bergerak sendiri ke arah yang benar. Raja mengirim utusan ke Kaisar Konstantinus, minta supaya dikirim uskup dan imam-imam ke sana untuk mengajar agama. Rufinus mengarang cerita ini berdasarkan sumber dari putera raja sendiri: Bakur, yang dijumpai di Palestina pada permulaan abad V. Dan cerita itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Syria, Armenia, Arab, dll

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Sabtu Adven II-C

Renungan Hari Sabtu Adven II, Thn C/I
Bac I : Sir 48: 1 – 4, 9 – 11; Injil       : Mat 17: 10 – 13

Dalam Injil hari ini Yesus berbicara soal Nabi Elia dan Yohanes Pembaptis, sekalipun penekanan akan Yohanes Pembaptis tidaklah begitu kuat. Di sini Yesus ingin menyamakan kedua tokoh nabi ini. Ini terlihat dari reaksi para murid. "Mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis." (ay. 13).

Akan tetapi yang mau diajarkan Yesus adalah soal sikap orang Israel. Mereka tidak bisa melihat kehendak Allah dalam diri Elia maupun Yohanes Pembaptis. Mereka lebih mengutamakan kehendaknya sendiri. Hal inilah yang disesalkan oleh Yesus.

Sikap seperti orang Israel ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita dewasa ini. Tak jarang kita juga menolak kehendak Allah. Kita lebih menuruti kehendak kita sendiri.

Oleh karena itu, melalui Injil hari ini Yesus menghendaki agar kita tidak mengulangi sikap orang Israel itu. Kita dipanggil untuk dapat melihat kehendak Allah, baik dalam Kitab Suci maupun dalam diri sesama kita. Kita musti sadar bahwa Allah menghendaki umat-Nya bahagia. Tak mungkinlah Tuhan menghendaki kita menderita. Namun kepada kita diminta untuk senantiasa mengikuti kehendak-Nya.

by: adrian