Senin, 26 Januari 2026

Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus

Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus

Bac I Tit 1: 1 – 5; Injil    Luk 10: 1 – 9;

Dalam Injil hari ini terlihat jelas Yesus mengutus 70 murid “mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya” (ay. 1). Perutusan 70 murid ini bukanlah tugas perutusan yang mudah tapi sulit. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka seperti mengutus “anak domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa adanya. Dia tidak mau membuai para murid itu dengan janji manis. Namun bukan lantas berarti Yesus mau menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan kepada mereka. Harapan itu tidak hanya membuat mereka tidak takut, tetapi juga tidak cemas akan hidup mereka sendiri.

Bacaan pertama hari ini diambil dari Surat Paulus kepada Titus. Ini karena hari ini kita memperingati Santo Timotius dan Titus. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya dari Rasul Paulus. Gereja melihat mereka berdua sebagai uskup. Sangat menarik bahwa Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1: 4). Dalam bacaan pertama terlihat jelas tugas perutusan Yesus kepada para murid diteruskan Paulus kepada Titus. Rasul Paulus meminta Titus untuk mengatur jemaat dimana dia berada. Tugas mengatur ini diterima Titus dari Paulus (ay. 5). Sebagai uskup, Titus diminta untuk menata pelayanan di tempat dia berada, termasuk “menetapkan penatua-penatua di setiap kota” (ay. 5).

Hari ini adalah peringatan St. Timotius dan Titus. Mereka adalah uskup. Sebagai uskup tugas mereka tak luput dari mengatur dan menata agar pelayanan dan warta Injil bisa tersalurkan. Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda Tuhan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau menyadarkan dan mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid Kristus. Menjadi murid atau pengikut Kristus berarti perutusan. Kita diutus untuk mewartakan Injil Tuhan dimana saja kita berada dan kapan saja sesuai dengan peran dan jabatan kita masing-masing. Kita diajak untuk menata pelayanan kita.

by: adrian 

Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus

Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus

Bac I 2Tim 1: 1 – 8; Injil          Luk 10: 1 – 9;

Hari ini Gereja Semesta mengajak umatnya untuk memperingati Santo Timotius dan Titus. Gereja melihat keduanya sebagai uskup. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya dari Rasul Paulus. Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1: 4). Dalam bacaan pertama Rasul Paulus meminta Timotius untuk setia mewartakan Injil Kristus. Timotius memiliki wewenang itu karena sudah diberi kuasa oleh Paulus (ay. 6). Paulus sadar bahwa tugas perutusan yang akan dijalani Timotius bukanlah tugas perutusan yang mudah. Ada banyak tantangan, cobaan dan penderitaan. Tentulah Timotius sendiri sudah mengetahui hal itu karena dia melihat sendiri apa yang dialami oleh Paulus. Namun Paulus mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus Timotius telah menerima bukan roh ketakutan, “melainkan roh yang membangkitkan kekuatan” (ay. 7).

Tugas perutusan Timotius yang diterima dari Rasul Paulus, berakar dari tugas perutusan para rasul oleh Yesus. Dalam Injil terbaca dimana Yesus mengutus 70 murid. Perutusan 70 murid ini bukanlah tugas perutusan yang mudah. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka seperti mengutus “anak domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa adanya. Dia tidak mau membuai para murid dengan janji manis. Namun bukan lantas berarti Yesus mau menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan. Itulah roh yang membangkitkan kekuatan.

Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda Tuhan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau menyadarkan dan mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid Kristus. Beratnya tugas ini hendaknya tidak membuat kita mundur atau lari menghindar. Kita disadarkan bahwa kita telah menerima roh kekuatan. Oleh karena itu, sama seperti nasehat Paulus kepada Timotius, Tuhan juga menasehati kita untuk tidak malu dalam memberitakan Injil Kristus serta ikut menderita bersama Kristus.

by: adrian 

Surga Islam Emang Agak Laen


Hampir semua agama mempunyai konsep surga sebagai tujuan akhir perjalanan hidup manusia. Sekalipun sama-sama punya konsep surga, akan tetapi paham dan gambaran surga masing-masing agama berbeda satu dengan lainnya. Gambaran surga islam memang terlihat agak lain dari yang lain. Surga islam adalah gambaran kenikmatan, dan salah satu kenikmatan itu adalah kenikmatan seksual. Di surga akan ada pesta seks untuk mendapatkan kenikmatan seksual tadi.