Selasa, 25 April 2023

UMAT ISLAM, BERIMAN KEKANAK-KANAKAN

 


Jika diperhatikan dengan seksama, ada kesan cara beriman islam itu merupakan cara beriman kekanak-kanakan. Belum ada kedewasaan. Secara psikologis, sifat kekanak-kanakan merupakan buah dari pola asuh yang terlalu memanjakan anak. Artinya, ketika sejak kecil anak sudah diasuh dengan gaya pemanjaan yang berlebihan, maka besarnya nanti akan terlihat seperti kekanak-kanakan.

Beberapa pakar psikologi memaparkan ada banyak dampak negatif dari pola asuh terlalu memanjakan anak. Beberapa di antaranya adalah:

Ø  Suka memberontak

Brenda Scottsdale berkata, “Seringkali anak manja tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan diri selain melalui perilaku negatif. Pemberontakan menjadi respon yang alami pada anak-anak manja, yang terlalu dilindungi dan terlalu dimanipulasi.”

Ø  Menjadi pemarah

Dalam Jurnal Pediatrics, Bruce J. McIntosh, M.D mengatakan bahwa anak-anak manja bisa menjadi orang yang mudah marah. Sifat ini sejalan dengan sifat pemberontak di atas. Ketika ada yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapannya, anak akan mengekspresikan dirinya dengan kemarahan.

Jumat, 21 April 2023

MARI MEMBACA DENGAN LOGIKA QS 13: 32-36


Umat islam percaya alquran merupakan wahyu Allah. Apa yang tertulis di dalamnya diyakini sebagai perkataan Allah. Berangkat dari premis ini maka bisa dikatakan bahwa QS 13: 32-36 merupakan perkataan Allah kepada muhammad. Maklum, hanya muhammad sebagai penerima wahyu. Ini harus dihargai dan dihormati. Bagaimana jika QS 13: 32-36 dibaca dengan nalar akal sehat? Akankah sejalan dengan premis di atas?

Kamis, 20 April 2023

SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP PERCERAIAN

 

Selama 10 tahun terakhir, Natasya, seorang wanita katolik dari Matraman, Jakarta Timur, tidak menerima komuni.

“Itu adalah sesuatu yang sulit,” katanya. “Tapi aku tidak punya pilihan. Ini merupakan ajaran Gereja Katolik. Saya harus mematuhinya,” kata ibu satu anak ini, yang sadar dirinya “hidup dalam dosa” sehingga tak dapat menerima komuni.

Natasya menikah dengan seorang pria muslim melalui pernikahan sipil tahun 2000. Tapi dia merasa sulit untuk beradaptasi dengan suaminya yang berbeda agama. Pasangan ini bercerai 11 tahun kemudian.

“Pada awalnya saya merasa kesal dengan ajaran Gereja,” katanya. “Yesus datang untuk orang berdosa, kan?”

Akhirnya Natasya pergi menemui seorang imam di paroki. “Saya berpikir bahwa Yesus tidak pernah menolak mereka yang bersedia untuk bertobat,” katanya.

Menanggapi seruan Paus Fransiskus tentang Amoris Laetitia, Natasya merasa lega. “Saya setuju dengan Paus Fransiskus,” katanya. “Para pastor harus lebih memahami situasi yang dihadapi oleh umat katolik.”

Pendekatan Pastoral

Seruan apostolik Paus Fransiskus, Amoris Laetitia atau ‘Sukacita dalam Cinta’, datang pada saat banyak umat katolik menyerukan untuk “mengurangi penghakiman dan lebih berbelarasa.”