Senin, 06 Juli 2015

Ziarah ke Israel #5

MENSA CHRISTI & DANAU GALILEA
Mensa Christi adalah tempat dimana Tuhan Yesus, setelah kebangkitan-Nya, menampakkan diri kepada para murid yang sedang menangkap ikan. Tak jauh dari pantai, ada gereja tempat Tuhan Yesus menyerahkan tugas kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya.
Ada kesempatan juga menaiki kapal untuk merasakan gelombang danau Galilea. Danau yang sama mempunyai beberapa nama, seperti danau Tiberias dan danau Genezaret. Di atas kapal penumpang diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan sambil memberi hormat kepada bendera nasional.

Renungan Hari Senin Biasa XIV - Thn I

Renungan Hari Senin Biasa XIV, Thn B/I
Bac I  Kej 28: 10 – 22a; Injil               Mat 9: 18 – 26;

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Kejadian. Kisah yang ditampilkan adalah kisah Yakob yang melarikan dari dari kejaran kakaknya. Diceritakan bahwa suatu malam, ketika Yakob tidur, ia melihat dalam mimpi sebuah tangga yang menghubungkan tempatnya dengan langit. Dan di tangga itu malaikat-malaikat Tuhan turun naik. Yakob segera sadar akan kedahsyatan tempat itu. “Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” (ay. 17). Karena itu, keesokannya Yakob mendirikan tugu di tempat itu dan menamai tempat itu Betel, yang berarti rumah Allah.
Sikap segera dan tanpa menunda diperlihatkan Tuhan Yesus dalam Injil. Diceritakan bahwa ketika Tuhan Yesus berbicara dengan orang banyak, datanglah seorang kepala rumah ibadat, yang anak perempuannya baru meninggal. Kepala rumah ibadat itu memohon agar Tuhan Yesus datang dan meletakkan tangan-Nya atas puterinya sehingga ia dapat hidup (ay 18). Dikatakan bahwa Tuhan Yesus “bangunlah dan mengikuti orang itu.” (ay. 19). Tidak ada dialog atau pertimbangan lain. Tuhan Yesus segera berangkat menuju rumah kepala rumah ibadat itu, karena Ia merasa hal itu sangat penting.
Dalam kehidupan kita sering menghadapi berbagai peristiwa penting yang menuntut kesiapan dan kesiagaan kita untuk segera membuat keputusan. Namun seringkali kita jatuh ke dalam kemalasan sehingga muncullah kebiasaan menunda. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk belajar dari teladan Yakob dan Tuhan Yesus sendiri. Ketika dirasakan bahwa sesuatu itu sangat penting, mereka segera melakukan sesuatu, tanpa menunda. Sikap inilah yang dikehendaki Tuhan agar kita terapkan dalam kehidupan, khususnya dalam kaitan dengan kepentingan bersama.***
by: adrian

Minggu, 05 Juli 2015

Manajemen Keuangan Paroki yg Transparan

MANAJEMEN KEUANGAN PAROKI BERBASIS TRANSPARANSI
Paroki secara sederhana dapat dimengerti sebagai lembaga yang menangani kegiatan atau pelayanan pastoral. Dalam penanganan karya-karya pastoral yang ada di paroki, uang memegang peranan penting, meski uang bukanlah segala-galanya. Dengan kata lain, uang sebagai sarana penunjang kegiatan pastoral di paroki.
Uang, yang ada di paroki, dipergunakan untuk kepentingan pastoral. Jika uang itu dipakai sebagaimana mestinya, maka pelayanan pastoral bisa berjalan optimal. Akan tetapi, jika uang itu disalah-gunakan, maka pelayanan pastoral menjadi terbengkelai. Dan korban utamanya adalah umat. Oleh karena itu, uang paroki harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara pengelolaan keuangan paroki adalah penerapan sistem transparansi.
Tulisan berikut akan mencoba memaparkan pengelolaan keuangan paroki berbasis transparansi. Zaman sekarang transparansi keuangan paroki sudah harus menjadi kewajiban. Paus Fransiskus, pada tahun 2010 membuat gebrakan di Vatikan dengan “memaksa” lembaga keuangan Vatikan untuk transparan dalam keuangannya.
Sebelum melihat soal manajemen keuangan paroki, terlebih dahulu akan dipaparkan sumber uang dan personal keuangan paroki.
Sumber Uang Paroki
Pertama-tama perlu disadari bahwa paroki bukanlah suatu lembaga profit, atau lembaga yang mencari dan mengejar keuangan, melainkan lembaga non profit. Ia masuk dalam kategori lembaga sosial, menangani masalah-masalah sosial-keagamaan dengan tidak mementingkan laba.
Sekalipun tidak mengejar profit, uang menjadi salah satu sumber kehidupannya. Uanglah yang menjadi sarana untuk menghidupkan kegiatan-kegiatan pastoral, termasuk kehidupan para tenaga pastoral.
Ada beberapa sumber pendapatan dari sebuah paroki. Umumnya uang paroki didapat dari: