Jumat, 27 Januari 2023

KAJIAN ISLAM ATAS SURAH AL-MAIDAH AYAT 41

 


Wahai rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. […] (QS 5: 41)

Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam. Ia dijadikan salah satu sumber iman dan peri kehidupan umat islam, selain hadis. Hal ini disebabkan karena Al-Qur’an diyakini berasal dari Allah secara langsung. Artinya, Allah langsung berbicara kepada Muhammad, yang kemudian meminta pengikutnya untuk menuliskannya. Karena itu, umat islam yakin dan percaya apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an merupakan kata-kata Allah, sehingga Al-Qur’an dikenal juga sebagai wahyu Allah. Berhubung Allah itu diyakini sebagai maha suci, maka Al-Qur’an pun adalah suci. Pelecehan terhadap Al-Qur’an sama saja dengan pelecehan kepada Allah atau penyerangan terhadap keluhuran Allah. Allah sudah meminta kepada umat islam untuk memberi hukuman berat bagi mereka yang melakukan hal itu dengan cara dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang (QS al-Maidah: 33).

Umat islam percaya Al-Qur’an dikenal sebagai kitab kebenaran, karena sumbernya adalah Allah yang diyakini sebagai mahabenar. Allah sendiri sudah mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51). Hal inilah yang kerap membuat umat islam menilai sesuatu di luar islam dengan menggunakan tolok ukur Al-Qur’an. Selain sebagai kitab kebenaran, Al-Qur’an juga dikenal sebagai kitab yang jelas, karena bersumber dari Allah yang maha mengetahui dan maha sempurna. Jika ditanya kepada umat islam kenapa Al-Qur’an merupakan kitab yang jelas, pastilah mereka menjawab karena itulah yang dikatakan Al-Qur’an.

Berangkat dari premis-premis ini, maka kutipan ayat Al-Qur’an di atas haruslah dikatakan berasal dari Allah dan merupakan satu kebenaran. Apa yang tertulis pada kutipan di atas (kecuali yang ada di dalam tanda kurung), semuanya diyakini merupakan kata-kata Allah, yang kemudian ditulis oleh manusia. Seperti itulah kata-kata Allah saat berbicara kepada Muhammad. Karena surah ini masuk dalam kelompok surah Madaniyyah, maka bisa dipastikan bahwa Allah menyampaikan wahyu ini saat Muhammad ada di Madinah.

Kamis, 26 Januari 2023

INILAH KESALAHAN PEMIMPIN YANG KERAP TAK DISADARI

 

MAJU tidaknya suatu lembaga atau organisasi banyak ditentukan oleh pimpinan. Sekalipun bawahan atau karyawannya baik dan berkualitas, namun jika pemimpin tidak bisa menampilkan performa yang baik, kinerja lembaga akan melambat. Ada banyak hal penyebab karyawan merasa tidak nyaman bekerja. Hal yang sering tidak disadari adalah sikap atasan atau pemimpin. Apa saja sikap yang dimaksud?

Pertama, sikap tidak peduli. Pemimpin yang memandang anak buahnya layaknya robot atau peranti dalam mengenjot produktivitas tentu membuat karyawan tidak betah bekerja. Banyak atasan yang hanya melimpahkan pekerjaan pada anak buah tanpa menjalin komunikasi yang baik. Misalnya, memberi tugas atau jabatan kepada orang tanpa menjelaskan apa tugasnya atau apa yang mau dikerjakan.

Kasus lain, karyawan yang berperforma kerja baik dan berprestasi tidak diberikan apresiasi. Kerja keras karyawan tidak dilihat. Pemimpin hanya mau melihat karyawan yang disukainya saja. Hal ini membuat karyawan lain merasa tidak berharga dan bisa membuat performa kinerja menjadi tidak maksimal.

Kedua, menempatkan orang yang salah dalam tugas atau posisi yang tidak tepat. Atasan yang mempromosikan karyawan hanya karena menyukai karyawan tersebut atau hanya mendengarkan bisikan orang dalam tanpa melihat prestasi dan kinerjanya tentu membuat karyawan lain merasa dirugikan. Apalagi jika penempatan karyawan melalui “jalan belakang”. Hal ini membuat karyawan lain tidak betah bekerja di bawah atasan yang tidak “bersih”.

Lebih aneh lagi, sekalipun ada banyak kesalahan atau pelanggaran dari karyawan yang dipromosikan atasan, namun atasan seakan tidak melihatnya. Hal ini disebabkan karena relasinya bukan berdasarkan relasi fungsional, melainkan like dislike. Hal ini dapat membuat karyawan lain bersikap apatis. Jika ini diteruskan, bukan tidak mungkin perkembangan perusahaan menjadi lamban.

Minggu, 22 Januari 2023

STUDI AL-QUR'AN: SURAH ALI IMRAN AYAT 24

Salah satu ciri khas Allah islam adalah sibuk menanggapi pernyataan-pernyataan orang yang belum jelas juga kebenarannya. Dalam surah Ali Imran ayat 24 dapatlah dikatakan bahwa saat itu Allah mendengar orang Yahudi mengeluarkan pernyataan, yang dirasakan membahayakan keimanan umat islam. Setelah itu, Allah mengomentari pernyataan orang Yahudi itu. Tampak jelas secara implisit bahwa pernyataan orang Yahudi itu merupakan pernyataan resmi ajaran agama, padahal agama Yahudi sendiri tidak pernah mengajarkan soal neraka. Gambaran Allah yang sibuk mengurusi pernyataan-pernyataan orang non muslim banyak ditemukan dalam Al-Qur’an. Dan pernyataan orang itu belum tentu juga merupakan ajaran resmi agamanya. Orang yang ditangapi itu tidak jelas kapasitasnya atau bahwa dapat dipastikan belum terjamin keahliannya. Kalau pun yang disampaikan itu merupakan ajaran resmi, namun dengan pemahaman yang kurang tepat sehingga Allah pun salah paham dalam menanggapinya.