Senin, 24 November 2014

Orang Kudus 24 November: St. Andreas Dung Lac

SANTO ANDREAS DUNG LAC, MARTIR
Tran An Dung lahir pada sekitar tahun 1795 di Bac-Ninh, Vietnam Utara. Ia adalah putera keluarga pagan yang miskin. Ketika ia berusia duabelas tahun, keluarganya berpindah ke Hanoi, dimana orang tuanya mendapatkan pekerjaan. Di sana ia bertemu seorang katekis dan mendapat makanan dan tempat tinggal darinya. Ia juga memperoleh pelajaran mengenai iman Kristen selama tiga tahun, dan ia dibaptis di Vinh-Tri dengan nama baptis Andreas. Setelah mempelajari bahasa Mandarin dan Latin, Andreas menjadi seorang katekis, dan mengajarkan katekismus. Andreas terpilih untuk belajar teologi dan pada 15 Maret 1823 ia ditahbiskan sebagai imam.

Sebagai pastor paroki di Ke-Dam, ia terus menerus berhomili. Andreas sering berpuasa dan hidup sederhana, ia juga menjadi contoh baik bagi masyarakat, dan banyak orang ingin dibaptis. Pada 1835, Andreas ditangkap pada saat penganiayaan Kaisar Minh-Mang, yang juga mendapat julukan Kaisar Nero dari Vietnam, tetapi ia dibebaskan setelah anggota-anggota kongregasi yang ia layani membayar kebebasannya. Untuk menghindari penganiayaan, ia mengganti namanya menjadi Andreas Lac dan pindah ke daerah lain untuk melanjutkan karyanya.

Tetapi pada 10 November 1839 ia ditangkap kembali, kali ini bersama St. Petrus Thi, seorang imam Vietnam lainnya, yang sedang ia kunjungi sehingga ia dapat mengaku dosa. Sekali lagi Andreas dibebaskan bersama dengan St. Petrus Thi, dengan membayar uang. Kebebasan mereka hanya sementara. Mereka ditangkap kembali dan dibawa ke Hanoi, dimana mereka disiksa dengan kejam.

Andreas Dung Lac meninggal dunia pada 21 Desember 1839 di Vietnam, sebagai Martir setelah dipenggal kepalanya. Pada 27 Mei 1900, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 19 Juni 1988 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Baca juga riwayat orang kudus 24 November:

Renungan Hari Senin sesudah HR Kristus Raja - Thn II

Renungan Hari Senin Biasa XXXIV, Thn A/II
Bac I    Why 14: 1 – 3, 4b – 5; Injil              Luk 21: 1 – 4;

Sabda Tuhan hari ini mau menyinggung soal hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Ada pemilahan antara hidup sesuai dan tidak sesuai kehendak Allah. Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Wahyu, Yohanes mengungkapkan secara implisit pemilahan itu. Yohanes memasukkan sekelompok orang ke dalam kategori kelompok baik, yaitu orang-orang yang hidup menurut kehendak Allah. Mereka ini tidak mencemarkan diri, murni, dan selalu mengkuti Anak Domba. Tidak ada dusta dalam mulut mereka, dan mereka tidak bercela. Memang gambaran ini merupakan gambaran penglihatan Yohanes, namun gambaran ini menjadi ajakan bagi para pembacanya.

Dalam Injil hari ini pun pemilihan antara hidup yang sesuai kehendak Allah dan yang tidak terlihat dengan jelas. Hal itu tampak dalam dua sosok yang menjadi topik pembicaraan Tuhan Yesus, yaitu orang kaya dan janda miskin. Tolok ukur penilaiannya adalah persembahan mereka. Dapat dikatakan bahwa persembahan merupakan suatu kewajiban, namun dalam menjalani kewajiban itu terlihat ada pembedaan. Dan Tuhan Yesus menegaskan bahwa persembahan janda miskin berkenan di hati Allah, karena janda itu memberi dari kekurangannya, yang berarti juga memberi hidupnya.

Sabda Tuhan hari ini dengan tegas mau menyatakan bahwa kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Yohanes dalam bacaan pertama memberikan gambaran singkat tentang hidup sesuai kehendak Allah, yaitu hidup suci, mengikuti ajaran dan teladan hidup Yesus, dan tidak berdusta. Sementara Injil mengaitkannya dengan kewajiban. Tentulah kita memiliki banyak kewajiban agama yang harus diikuti. Injil mengajak kita untuk mengikuti kewajiban itu bukan semata-mata taat aturan belaka, melainkan karena kehendak Allah.

by: adrian

Minggu, 23 November 2014

Orang Kudus 23 November: St. Mikael Agustinus Pro

BEATO MIKAEL AGUSTINUS PRO, MARTIR
Mikael Pro dilahirkan di Guadalupe, Meksiko, pada tahun 1891. Ia merupakan seorang martir dari abad XX. Penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Meksiko terhadap Gereja dimulai pada tahun 1910. Mikael menjalani masa novisiat 1 – 2 tahun di Serikat Yesus pada tahun 1911. Waktu itu ia seorang pemuda berusia 20 tahun, murah hati, pemberani serta penuh semangat. Tahun 1914 revolusi semakin hebat. Para novis Yesuit diungsikan ke luar negeri. Mereka dikirim ke seminari-seminari di luar negeri untuk menempuh pendidikan mereka.

Mikael menyelesaikan pendidikan imamnya di Belgia dan ditahbiskan pada tahun 1926. Kesehatan imam muda ini amat buruk. Terutama ia mengalami sakit perut berkepanjangan. Kepulangannya ke Meksiko merupakan sukacita di satu pihak dan derita di lain pihak. Ia melihat bagaimana rakyat ditindas oleh pemerintah yang seharusnya melayani mereka. Pastor Mikael menyadari bahwa ia dapat memberikan penghiburan rohani kepada mereka. Ia dapat memberikan pengampunan bagi dosa-dosa mereka melalui Sakramen Rekonsiliasi. Ia dapat memberian Yesus dalam Ekaristi supaya menjadi sumber kekuatan bagi mereka. Dan itu semua ia lakukan. Mikael sangat pintar menyamar. Ia menyelinap keluar masuk bangunan dan ruangan dan kehidupan. Ia selalu saja nyaris tertangkap, ketika kemudian tiba-tiba ia menghilang.