Jumat, 17 Januari 2014

Salah Paham

Setelah sekian lama tak berjumpa, waktu tahbisan uskup kemarin, saya bertemu dengan beberapa teman lama. Kami mulai saling berbagi cerita tentang segala pekerjaan. Teman saya bercerita kalau dia sebagai pastor kepala paroki. Yang satunya lagi sebagai vikep. Giliran saya.

Saya            : Berarti kalian di bawah uskup. Beda dengan saya. Di keuskupan, saya di atas uskup.
Teman 1        : Akh masak?!
Saya               : Iya.
Teman 2       : Tak mungkin. Di mana-mana di keuskupan, uskup berada di atas semuanya. Mana ada pastor yang di atas uskup.
Saya           : Lain dengan Keuskupan Pangkalpinang. Saya dan Romo Manse berada di atas uskup. Kami sejajar dengan bidang masing-masing. Tapi kami di atas uskup.
Teman 1        : Emangnya, apa tugas kalian?
Saya               : Saya IT, Rm. Manse sekretaris tribunal.
Teman 2        : Koq bisa di atas uskup?
Saya      : Karena kantor kami persis di lantai dua, di atas kantor uskup yang di lantai satu
Teman 1 & 2   : Ooooo, pantas! Wkwkwkwkwkwk........
Pangkalpinang, 30 Okt 2013

Orang Kudus 17 Januari: St. Rosaline Villeneuve

BEATA ROSALINE VILLENEUVE, PENGAKU IMAN
Rosaline adalah seorang suster dari biara Kartusian. Selama hidupnya Rosaline mendapatkan begitu banyak halangan dari keluarganya untuk dapat mengabdikan diri kepada Tuhan. Pada saat umur 25 tahun Rosaline baru masuk biara, dan setelah 12 tahun kemudian menjadi prior di Biara Provence. Sehari tidur hanya 3-4 jam saja. Ia “menghukum” diri dengan ketaatan yang luar biasa. Kadang-kadang dalam seminggu ia tidak makan. Rosaline memiliki kharisma dalam melihat hati orang. Ia sering mendapatkan penglihatan dan ekstase. Rosaline meninggal pada 17 Januari 1329.

Renungan Hari Jumat Biasa I - Thn II

Renungan Hari Jumat Biasa I, Thn A/II
Bac I   : 1Sam 8: 4 – 7, 10 – 22a; Injil   : Mat 19: 16 – 26

Ada yang menarik dari struktur dua bacaan liturgi hari ini. Dalam bacaan pertama ada dialog antara Samuel, sebagai wakil Allah, dengan orang-orang Israel. Orang Israel menyampaikan keinginan mereka akan adanya raja atas diri mereka, sehingga mereka sama “seperti pada segala bangsa-bangsa lain.” (ay. 5). Samuel tidak bisa langsung memutuskannya. Dia harus mengkomunikasikannya dengan Allah. Terlihat bahwa awalnya Samuel berkeberatan dengan keinginan warganya itu. Namun karena desakan, ia akhirnya mengabulkan.

Dalam Injil ada dialog antara Yesus dengan seorang pemuda kaya. Orang kaya itu menyampaikan keinginannya untuk hidup kekal (ay. 16). Yesus langsung memberikan jawaban, yang mengacu pada perintah Allah dalam Kitab Taurat. Orang kaya itu mengaku bahwa dirinya sudah melaksanakan perintah itu, namun ia masih merasa kurang. Akhirnya, Yesus menantangnya dengan sesuatu yang melekat dengan dirinya, yaitu harta kekayaan. “Juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.” (ay. 21).

Terkadang kita suka memaksakan keinginan kita kepada Tuhan. Tak jarang juga kita merasa diri sudah berlaku baik. Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita untuk senantiasa bersikap rendah hati dan mengutamakan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tuhan menghendaki supaya kita tidak mengikatkan diri pada hal-hal duniawi, melainkan hanya kepada Tuhan.

by: adrian