Senin, 11 Juni 2012

Untuk Diketahui: "Injil" Barnabas !!!

Inilah Isi Injil Barnabas Tentang Kerasulan Muhammad SAW
Kamis, 01 Maret 2012, 12:56 WIB
christianpost.com/
http://www.republika.co.id/files/images/zoom-kecil.jpghttp://www.republika.co.id/files/images/zoom-besar.jpg

Injil Kuno
Berita Terkait
REPUBLIKA.CO.ID,  Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline,  injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:

  • Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.

Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''
  • Bab 41 Barnabas:  "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

  • Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

  • Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak  makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

  • Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.

                                                                                ***

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Amri Amrullah/Chairul Achmad

dikutip dari: Republika Online, http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/03/01/m06z68-inilah-isi-injil-barnabas-tentang-kerasulan-muhammad-saw#

Perlu diketahui bahwa media ini, termasuk koran Republika digunakan oleh umat Islam untuk menyebarkan dakwa dan juga menyerang agama lain. Oleh karena itu, berita atau informasi ini merupakan bagian dari propaganda menyerang Gereja Katolik atau umat kristen. Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa "injil" Barnabas adalah injil palsu. Nah, bagaimana mungkin umat islam memakai injil palsu untuk membenarkan eksistensi Muhammad. Sumbernya saja sudah palsu, maka yang diwartakannya juga adalah palsu. 

Berkaitan tentang "Injil" Barnabas ini, kami siapkan ulasan pembandingnya. Silahkan Anda sendiri menilainya.... (by: adrian)


Orang Kudus 11 Juni: St. Barnabas

Santo  barnabas, Rasul
Riwayat hidup Barnabas dapat ditemukn di dalam Kisah Para Rasul bab 4, 9, 11, 13 dan 15. Ia berasal dari Siprus, keturunan bangsa Yahudi dari suku Lewi. Ia bersedia menerima nama baru "Barnabas" (Putera Penghibur) yang diberikan para rasul sebagai pengganti nama aslinya, Yosef.

Dia dikenal luas karena hubungannya dengan Paulus. Barnabaslah yang mengantar Paulus kepada para rasul untuk menceritakan peristiwa penampakan Tuhan pada Paulus di tengah perjalanannya ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen di sana. Ia-lah yang meyakinkan para rasul tentang kehidupan baru Paulus setelah peristiwa penampakan Tuhan itu. Keberanian Paulus mengajar di Damsyik dalam nama Yesus juga dijelaskan kepada mereka.

Ketika mendengar berita bahwa di Anthiokia sudah banyak orang bertobat dan percaya kepada Yesus, maka para pemimpin di Yerusalem mengutus Barnabas ke sana untuk melayani mereka. Di Anthiokia Barnabas mengajar umat tentang Kristus yang hidup dan meneguhkan mereka dengan teladan hidupnya yang saleh. Selama berada di sana, ia berhasil mempertobatkan banyak orang lagi dan selalu meminta mereka agar tetap setia kepada Tuhan.

Setelah itu ia pergi ke Tarsus untuk menemui Paulus. Setelah bersua dengan Paulus, mereka kembali ke Anthiokia. Suatu ketika, sementara umat Anthiokia beribadat kepada Tuhan dan berpuasa, Roh Kudus menaungi mereka dan bersabda, "Khususkanlah Barnabas dan Paulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Setelah berpuasa dan berdoa, mereka meletakkan tangan atas kedua orang itu dan membiarkan keduanya pergi. Dari sana mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis, mereka mewartakan sabda Tuhan dalam rumah-rumah ibadat Yahudi. Yohanes Markus membantu mereka.

Dalam misi pertama penyebaran Injil di Asia Kecil itu, mereka mempertobatkan banyak orang. Tetapi sebaliknya mereka pun mengalami banyak penderitaan demi Injil Kristus. Karena umat baru dari bangsa-bangsa bukan Yahudi itu dirisaukan oleh anggota-anggota umat yang dipimpin Yakobus, maka umat Anthiokia mengutus Barnabas dan Paulus ke Konsili Yerusalem (thn 49/50). Konsili ini menentapkan syarat penerimaan orang kafir ke dalam pangkuan Gereja tanpa harus menjalani aturan Hukum Taurat. Setelah perkara itu tuntas, Paulus mengajukan usulan kepada Barnabas, "Mari kita mengunjungi saudara-saudara di semua kota, di mana kita telah menaburkan benih sabda Tuhan, untuk melihat keadaan mereka." Barnabas setuju dan ingin mengajak Markus. Tetapi Paulus menolaknya. Bagi Paulus, kurang baik membawa serta orang yang dahulu telah meninggalkan mereka di Pamfilia. Hal ini menjadi pangkal perselisihan antara mereka berdua. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus.

Barnabas kemudian menemui ajalnya setelah dirajam oleh orang-orang Yahudi di Salamis. Karena karya dan jasanya, Barnabas dimasukkan dalam bilangan para pendiri Gereja dan dianggap sebagai seorang Rasul. Mungkin Barnabas-lah yang menulis surat kepada umat Ibrani yang terdapat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Suatu karya pemalsuan oleh seorang kristen yang murtad menjadi islam pada abad XIV disebut Injil Barnabas, walaupun pasti bukan karya Barnabas.

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Selasa Biasa X - Thn II

Renungan Hari Selasa Biasa X B/II
Bac I        Kis 11: 21b – 26, 13: 1 – 3 ; Injil             Mat 10: 7 – 13

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Dalam pengutusan itu Yesus melarang para murid-Nya untuk tidak membawa barang-barang yang berlebihan. Yesus tidak melarang mereka membawa barang. Yesus tetap memperkenankan. Yang penting tidak berlebihan. Mengapa Yesus melarang yang berlebihan? Tujuan sederhananya adalah agar barang itu tidak membebani perjalanan. Kita tahu bahwa waktu itu belum ada kendaraan bermotor. Kalau tidak pakai unta, ya paling jalan kaki. Jika kita membawa banyak barang, tentulah akan menjadi beban.
Tujuan sederhana lainnya adalah agar para murid tidak terikat dengan barang-barang itu sehingga bisa fokus dengan tugas pelayanan dan pewartaan. Di sini Yesus mau mengajak para murid-Nya untuk menggantungkan hidupnya kepada Allah.
Kalau mau ditarik ke zaman kini, maka para murid itu adalah para uskup dan para imam. Tidak ketinggalan juga kaum lembaga hidup bakti. Adalah tugas utama mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah. Memang tugas mewartakan itu mengikat semua umat Allah tanpa terkecuali akibat sakramen baptis yang diterima, namun para imam memengang peranan kunci.
Pertanyaan yang bisa kita ajukan: adakah "murid-murid" Yesus kini mengikuti nasehat sang Guru? Benarkah para imam sekarang kalau pergi pelayanan tidak membawa barang berlebihan?
Suatu ketika seorang imam mau pergi tugas pelayanan di sebuah tempat yang terpencil. Di sana listrik cuma hidup sore sampai pagi jam 06.00 saja. Tidak ada sarana atau fasilitas hiburan. Mau jalan-jalan juga susah karena dikelilingi hutan. Sinyal telekomunikasi pun amat susah. Sebelum berangkat imam ini sudah diberitahu oleh temannya agar membawa alat-alat elektronik untuk mendengar lagu dan nonton film agar tidak jenuh.
Contoh di atas mungkin sudah jamak kita temukan. Keterikatan pada benda-benda teknologi. Inilah yang terjadi pada anak manusia zaman kini. Keterikatan dan ketergantungan pada alat teknologi ini membuat mereka susah untuk fokus dan membangun sikap bergentung pada Tuhan.
Kiranya para imam sekarang perlu mencontohi teladan St. Barnabas, yang hari ini diperingati. Dalam bacaan pertama, tampak jelas bagaimana sikap Barnabas ini dalam pelayanan. Dia setia dalam menjalankan tugas dan bergantung pada Tuhan.
by: adrian