Jumat, 30 Januari 2026
Membungkam Logika Dondy Tan Bela Poligami Muhammad-1
Orang yang sudah dirasuki cinta biasanya tidak lagi berpikiran logis. Apa yang dicintainya itu akan dibela sekalipun jelas-jelas salah. Cinta membuat orang tidak bisa membedakan mana salah dan mana benar, mana baik dan mana buruk. Mungkin inilah yang dimaksud: cinta itu buta. Fenomena inilah yang terlihat pada diri umat islam pada umumnya, dan Dondy Tan pada khususnya terkait praktek poligami yang dilakukan muhammad. Karena sudah cinta, maka yang dicintainya itu akan terus dibela, dan pembelaan itu seringkali irasional. Apa yang dilakukan muhammad, sekalipun jelas-jelas merusak nalar akal sehat dan nurani, tetap saja dianggap baik dan benar.
Rabu, 28 Januari 2026
Persoalan Kata Ganti "Engkau" dalam Alquran
Senin, 26 Januari 2026
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Bac I Tit 1: 1 – 5; Injil Luk 10: 1 – 9;
Dalam Injil hari ini terlihat
jelas Yesus mengutus 70 murid “mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak
dikunjungi-Nya” (ay. 1). Perutusan 70 murid ini bukanlah tugas perutusan yang
mudah tapi sulit. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka seperti mengutus “anak
domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa adanya. Dia tidak mau
membuai para murid itu dengan janji manis. Namun bukan lantas berarti Yesus mau
menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan kepada mereka. Harapan
itu tidak hanya membuat mereka tidak takut, tetapi juga tidak cemas akan hidup
mereka sendiri.
Bacaan pertama hari ini
diambil dari Surat Paulus kepada Titus. Ini karena hari ini kita memperingati
Santo Timotius dan Titus. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya
dari Rasul Paulus. Gereja melihat mereka berdua sebagai uskup. Sangat menarik
bahwa Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1: 4). Dalam bacaan
pertama terlihat jelas tugas perutusan Yesus kepada para murid diteruskan
Paulus kepada Titus. Rasul Paulus meminta Titus untuk mengatur jemaat dimana dia
berada. Tugas mengatur ini diterima Titus dari Paulus (ay. 5). Sebagai uskup,
Titus diminta untuk menata pelayanan di tempat dia berada, termasuk “menetapkan
penatua-penatua di setiap kota” (ay. 5).
Hari ini adalah peringatan St.
Timotius dan Titus. Mereka adalah uskup. Sebagai uskup tugas mereka tak luput
dari mengatur dan menata agar pelayanan dan warta Injil bisa tersalurkan. Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda Tuhan hari
ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau menyadarkan dan
mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid Kristus. Menjadi murid
atau pengikut Kristus berarti perutusan. Kita diutus untuk mewartakan Injil
Tuhan dimana saja kita berada dan kapan saja sesuai dengan peran dan jabatan
kita masing-masing. Kita diajak untuk menata pelayanan kita.
by: adrian
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Bac I 2Tim 1: 1 – 8; Injil Luk 10: 1 – 9;
Hari ini Gereja Semesta
mengajak umatnya untuk memperingati Santo Timotius dan Titus. Gereja melihat
keduanya sebagai uskup. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya
dari Rasul Paulus. Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1:
4). Dalam bacaan pertama Rasul Paulus meminta Timotius untuk setia mewartakan
Injil Kristus. Timotius memiliki wewenang itu karena sudah diberi kuasa oleh
Paulus (ay. 6). Paulus sadar bahwa tugas perutusan yang akan dijalani Timotius
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Ada banyak tantangan, cobaan dan
penderitaan. Tentulah Timotius sendiri sudah mengetahui hal itu karena dia
melihat sendiri apa yang dialami oleh Paulus. Namun Paulus mengingatkan bahwa
sebagai pengikut Kristus Timotius telah menerima bukan roh ketakutan, “melainkan
roh yang membangkitkan kekuatan” (ay. 7).
Tugas perutusan Timotius yang
diterima dari Rasul Paulus, berakar dari tugas perutusan para rasul oleh Yesus.
Dalam Injil terbaca dimana Yesus mengutus 70 murid. Perutusan 70 murid ini
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka
seperti mengutus “anak domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa
adanya. Dia tidak mau membuai para murid dengan janji manis. Namun bukan lantas
berarti Yesus mau menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan. Itulah
roh yang membangkitkan kekuatan.
Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda
Tuhan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau
menyadarkan dan mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid
Kristus. Beratnya tugas ini hendaknya tidak membuat kita mundur atau lari
menghindar. Kita disadarkan bahwa kita telah menerima roh kekuatan. Oleh karena
itu, sama seperti nasehat Paulus kepada Timotius, Tuhan juga menasehati kita
untuk tidak malu dalam memberitakan Injil Kristus serta ikut menderita bersama Kristus.
by: adrian
Surga Islam Emang Agak Laen
Jumat, 23 Januari 2026
Dondy Tan Minta Nubuat ttg Yesus dlm Kitab Suci
Salah satu ciri umat islam dalam pembuktian adalah dalil. Dalil di sini harus tertulis sebagaimana yang dimaui. Kalau tidak sesuai, maka kesimpulannya adalah salah. Misalnya, dalil muhammad itu buta huruf tertulis dalam alquran. Nah, berangkat dari cara berpikir demikian Dondy Tan meminta nubuat tentang Yesus dalam Kitab Suci.
Kamis, 22 Januari 2026
KUHP BARU: PELUANG DAN TANTANGAN PERKAWINAN KATOLIK
Pada tanggal 2 Januari 2026
lalu, pemerintah resmi mengesahkan KUHP baru, menggantikan KUHP lama yang
merupakan produk Pemerintah Belanda. Jadi, mulai 2 Januari 2026 KUHP baru,
yakni Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana,
sudah berlaku efektif. Tak lama setelah diundangkan, produk hukum ini menuai
pro dan kontra. Ada banyak pasal yang menuai polemik, salah satunya adalah soal
perkawinan. Banyak pengamat menilai dengan pasal-pasal tersebut pemerintah
sudah terlalu masuk ke ranah privat.
Terkait perkawinan, setidaknya
ada lebih dari 20 pasal yang mengaturnya. Namun dalam tulisan ini kami hanya
mau mengulas pasal 402, 411 dan 412, karena terkait langsung dengan pastoral
Gereja. Ketiga pasal itu mengatur tentang poligami, perzinahan dan kumpul kebo.
1.
Pasal 402
Pasal
402 KUHP baru mengatur soal poligami. KUHP sendiri sebenarnya tidak melarang
warga Indonesia untuk berpoligami, namun hendaknya hal itu dilakukan sesuai
dengan tuntutan hukum. Dengan demikian orang boleh berpoligami jika ada izin
dan mengikuti hukum perkawinan (UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan, pasal 3
(1), pasal 4 dan pasal 5). Izin diperoleh dari pihak pertama (pasangan) dan
pengadilan. Misalnya, suami yang mau menikah lagi, harus ada izin dari istri
pertamanya dan juga dari pengadilan.
Pasal ini memberi pidana kepada orang yang melakukan pernikahan baru, padahal masih ada ikatan perkawinan sah sebelumnya. Misalnya seorang suami menikah lagi tanpa persetujuan dari istrinya yang pertama dan tidak ada izin dari pengadilan. Sanksi pidananya paling lama 4 tahun 6 bulan atau denda paling banyak kategori IV (Rp 200.000.000,-). Sanksi ini dikenakan kepada pihak yang menikah lagi tanpa persetujuan dari pihak pertama dan pengadilan. Terkait dengan pasal 402 ini perlu juga diperhatikan pasal 403. Pasal ini mengatur sanksi lebih berat (pidana penjara 6 tahun) jika seseorang dengan sengaja menyembunyikan status perkawinannya agar bisa menikah lagi.
Rabu, 21 Januari 2026
Memahami Peran Anak-anak Daud sebagai Imam
Senin, 19 Januari 2026
Apakah Beragama Membuat Orang Tak Waras
Jumat, 16 Januari 2026
Mencermati Cara Berpikir Dondy Tan Soal Alquran
Dua aktivitas utama Dondy Tan adalah, kalau tidak mempersoalkan kekristenan yah membela keislaman. Baik itu mempersoalkan atau menyerang maupun membela, jelas-jelas tidak masuk akal. Semuanya irrasional. Tapi anehnya, hal itu pula yang disukai oleh umat islam. Berangkat dari sini, silahkan anda simpulkan sendiri.