Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Bac I 2Tim 1: 1 – 8; Injil Luk 10: 1 – 9;
Hari ini Gereja Semesta
mengajak umatnya untuk memperingati Santo Timotius dan Titus. Gereja melihat
keduanya sebagai uskup. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya
dari Rasul Paulus. Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1:
4). Dalam bacaan pertama Rasul Paulus meminta Timotius untuk setia mewartakan
Injil Kristus. Timotius memiliki wewenang itu karena sudah diberi kuasa oleh
Paulus (ay. 6). Paulus sadar bahwa tugas perutusan yang akan dijalani Timotius
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Ada banyak tantangan, cobaan dan
penderitaan. Tentulah Timotius sendiri sudah mengetahui hal itu karena dia
melihat sendiri apa yang dialami oleh Paulus. Namun Paulus mengingatkan bahwa
sebagai pengikut Kristus Timotius telah menerima bukan roh ketakutan, “melainkan
roh yang membangkitkan kekuatan” (ay. 7).
Tugas perutusan Timotius yang
diterima dari Rasul Paulus, berakar dari tugas perutusan para rasul oleh Yesus.
Dalam Injil terbaca dimana Yesus mengutus 70 murid. Perutusan 70 murid ini
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka
seperti mengutus “anak domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa
adanya. Dia tidak mau membuai para murid dengan janji manis. Namun bukan lantas
berarti Yesus mau menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan. Itulah
roh yang membangkitkan kekuatan.
Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda
Tuhan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau
menyadarkan dan mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid
Kristus. Beratnya tugas ini hendaknya tidak membuat kita mundur atau lari
menghindar. Kita disadarkan bahwa kita telah menerima roh kekuatan. Oleh karena
itu, sama seperti nasehat Paulus kepada Timotius, Tuhan juga menasehati kita
untuk tidak malu dalam memberitakan Injil Kristus serta ikut menderita bersama Kristus.
by: adrian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar