Renungan
Hari Selasa Biasa VII – Thn I
Bac I Sir 2: 1 – 11; Injil Mrk 9: 30 – 37
Dalam Injil Tuhan Yesus
pertama-tama menyampaikan warta tentang nasib Anak manusia, yang adalah
diri-Nya. “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka
akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh, Ia akan bangkit.” (ay.
31). Dikatakan bahwa para murid tidak mengerti perkataan Yesus itu, tapi mereka
segan bertanya (ay. 32). Mereka malah sibuk mempersoalkan siapa yang terbesar
di antara mereka (ay. 34). Dari sini Yesus menyampaikan lagi pengajaran-Nya.
Apa yang disampaikan Tuhan
Yesus dalam pengajaran-Nya yang kedua bisa merupakan inti sari dari warta Putra
Sirakh dalam bacaan pertama. Orang yang mau mengikuti jalan Tuhan harus siap
menghadapi cobaan (ay. 1). Untuk itu hatinya harus teguh dan tabah (ay 2) serta
sabar (ay 4). Ia harus tetap percaya pada Tuhan. Keteguhan pada Tuhan tentulah
akan mendatangkan keselamatan. Untuk meneguhkan wartanya ini, penulis Kitab
Putra Sirakh mengajak pembacanya untuk belajar dari orang-orang generasi
sebelumnya. Di sana terlihat jelas bahwa Tuhan tidak pernah mengecewakan
orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Pesan penting yang mau
disampaikan Tuhan lewat bacaan-bacaan liturgi hari ini adalah supaya kita
selalu mengutamakan kehendak Allah. Atau dengan perkataan lain agar kita
mendahulukan jalan-jalan Tuhan, bukan jalan-jalan dunia atau diri kita. Kecenderungan
kita adalah mengikuti jalan dunia, karena jalan dunia lebih enak dan menggoda. Memang
jalan Tuhan tidaklah popular, akan tetapi kesetiaan pada jalan tersebut akan
mendatangkan keselamatan.
by: adrian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar