Jumat, 11 Agustus 2023
MEMBACA QS 6: 102 DENGAN NALAR AKAL SEHAT
Alquran adalah wahyu Allah. Apa yang tertulis di dalamnya diyakini sebagai kata-kata allah swt sendiri. QS 6: 102 berbunyi sbb: "Itulah Allah Tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu. Maka, sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu." Kutipan ini diucapkan oleh allah swt.
Kamis, 10 Agustus 2023
INILAH HUKUMAN YANG PAS BUKAN KORUPTOR
Beberapa
hari lalu publik kembali disajikan perdebatan soal remisi bagi para pelaku
korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi dan Muhammadiyah menolak adanya remisi,
sementara Wakil Presiden, Jusuf Kalla, setuju. Banyak elemen masyarakat menolak
pemberian remisi tersebut, mengingat korupsi merupakan kejahatan luar biasa.
Malah ada yang mengusulkan agar para koruptor ini dijatuhi hukuman mati, sama
seperti terpidana narkoba dan teroris, supaya menimbulkan efek jera. Dasarnya
adalah ketiga kejahatan itu (korupsi, narkoba dan teroris) merupakan kejahatan
luar biasa.
Jika
hanya untuk menimbulkan efek jera, saya pikir tidak perlu sanksi hukuman mati.
Efek jera di sini pertama-tama ditujukan kepada pelaku. Jika pelakunya sudah
meninggal, bagaimana bisa jera. Paling sebagai pembelajaran bagi orang lain.
Artinya, hukuman mati gagal untuk menimbulkan efek jera.
Tidak adanya efek jera dalam diri koruptor disebabkan karena hukuman yang dikenakan kepada mereka masih terbilang
amat sangat ringan, malah menyenangkan. Selama ini kita sering saksikan bahwa
para pelaku korupsi mendapat hukuman yang ringan. Selain hukumannya yang ringan,
mereka juga mendapat perlakuan-perlakuan khusus selama di penjara (misalnya
kasus Atalyta Suryani) serta hak istimewa seperti remisi atau keluar dari
tahanan tanpa pengawalan.
Karena
itu, untuk menimbulkan efek jera, para pelaku harus diberi sanksi sangat
berat. Beratnya
hukuman itu bukan hanya dilihat dari lamanya waktu atau masa tahanan. Hukuman
yang berat itu bukan cuma menyentuh fisiknya melainkan juga psikis, karena efek
jera itu berkaitan dengan masalah psikologi.
Seperti apa hukuman berat itu?
Saya memberikan satu jenis hukuman dengan tiga
tindakan yang berbeda. Ketiga tindakan harus menjadi satu kesatuan.
Istilahnya three in one law. Setiap pelaku tindak kejahatan
yang sudah divonis bersalah oleh hakim, wajib dikenakan tiga sanksi ini dalam
satu waktu.
Tindakan pertama adalah hukuman kurungan. Hukuman penjara kepada para koruptor ini haruslah lama, minimal 75 tahun dan maksimal 200 tahun. Boleh saja dia mendapat remisi setiap tahun (potongan 1 bulan), karena remisi itu adalah hak setiap tahanan. Hak istimewa para tahanan korupsi hanyalah remisi dan grasi. Mereka tidak diperkenankan mendapat fasilitas mewah di penjara atau kemudahan keluar dari tahanan.
Selasa, 08 Agustus 2023
UANG BISA MENJEBAK DALAM DOSA
Pada
waktu kaki Yesus diminyaki Maria dengan minyak narwastu, Yudas Iskariot
berkomentar, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinardan uangnya
diberikan kepada orang-orang miskin?” Dikatakan bahwa pernyataan Yudas itu
bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia
adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang
dipegangnya (Yoh 12: 1 – 6)
Uang
itu memang menggoda, karena ia adalah salah satu bentuk godaan. Uang, sebagai
godaan, masuk dalam kelompok harta kekayaan. Oleh karena itu, orang yang selalu
dan sering bersentuhan dengan uang, seperti kasir, bendahara, dll, adalah orang
pertama yang digoda atau tergoda.
Contoh
di atas sudah membuktikan. Yudas Iskariot adalah pemegang kas kelompok para
murid. Dia memegang uang. Dan uang itu juga yang menggoda dia. Makanya
dikatakan ia sering mengambil uang dalam kas. Bahkan karena godaan uang ia rela
menjual Yesus.
Kita
juga tentu masih ingat Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara Partai Demokrat,
atau Gayus HP Tambunan. Mereka-mereka ini selalu bersentuhan dengan uang.
Karenanya, uang itu juga yang menggoda mereka untuk korupsi.
Apakah
korupsi ini terjadi karena iman yang lemah? Bisa ya, bisa juga tidak. Namun
harus diingat bahwa sekuat apapun iman seseorang, jika terus menerus digedor
dengan godaan tadi, pastilah lemah juga. Bayangkan, setiap hari bersentuhan
dengan godaan itu. Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa sekalipun roh itu
memang penurut, namun daging lemah, sehingga kita harus waspada supaya tidak
jatuh dalam godaan (Mat 26: 41).
Bukan
lantas berarti iman itu tidak ada gunanya. Iman tetap dibutuhkan. Akan tetapi,
iman yang kuat ini harus ditunjang dengan sikap rendah hati dan penuh syukur.
Orang yang memiliki sikap syukur akan dijauhi keinginan untuk korupsi, karena
ia senantiasa mensyukuri apa yang ada pada dirinya. Ia tida mudah jauh kepada
sikap iri hati atau serakah, yang menjadi benih korupsi.
Di
samping itu, diperlukan juga sistem transparansi laporan keuangan. Iman yang
dibantu dengan transparansi akan membuat orang tahan akan godaan uang.
Transparansi merupakan salah satu langkah pencegahan agar orang tidak larut
dalam godaan uang dalam tindakan korupsi. Dengan transparansi, kita melibatkan
orang lain sebagai pengontrol, sehingga bukan kita sendiri yang menghadapi
godaan korupsi. Karena korupsi itu tumbuh dalam suasana ketertutupan.
diambil dari tulisan 7 tahun lalu