Sabtu, 16 Juli 2016

Maksud Hati Menyerang Kekristenan, Justru Jadi Bumerang

Buku The Historical of Jesus ini ditulis oleh L. Fatoohi, seorang imigran di Inggris. Lewat karyanya ini Fatoohi mau mengajak pembaca untuk berkesimpulan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan sebagaimana terbaca dalam Injil dan diimani oleh orang Kristen. Jadi, secara tidak langsung, Fatoohi hanya mau membenarkan apa yang dikatakan Al Quran. Di balik semuanya ini tersirat kalau Fatoohi mau melecehkan atau menghina agama Kristen. Namun sayang, niatnya itu menjadi bumerang.
Tulisan berikut ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang mengkritisi karya Fatoohi. Ada beberapa catatan kritis tersisa dan penilaian umumnya. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya selain mengkritisi karya Fatoohi ini, tulisan ini sekaligus mengkritisi sumber-sumber yang dipakai Fatoohi untuk melihat gambaran Yesus.
Satu hal yang menarik adalah pernyataan Fatoohi bahwa Muhammad melanjutkan apa yang diajarkan oleh Yesus. Jika diperhatikan baik-baik justru kehidupan dan ajaran Muhammad bertentangan dengan apa yang diajarkan dan dihidupi Yesus. Salah satu contohnya soal isteri Muhammad yang lebih dari 12 orang. Kalau mengkritisi ajaran dan hidup Muhammad, orang akan dapat berkesimpulan bahwa Muhammad justru membawa umat kembali kepada tradisi Yahudi yang sebelumnya sudah diperbaharui Yesus. Hal ini dapat dibaca dalam “Dari Musa, Yesus dan Muhammad”.
Setelah menampilkan tinjauan kritis terhadap karya Fatoohi, yang sekaligus juga mengkritisi sumber-sumber yang dipakai Fatoohi untuk melihat gambaran Yesus, kita akan melihat dan mengetahui cara berpikir Fatoohi. Secara umum kita melihat cara berpikir Fatoohi tidak sesuai dengan kapasitas dia sebagai seorang sarjana. Dia lebih dikuasai sentimen dan kebencian daripada analisa ilmiah. Di samping itu, dua poin penting cara berpikir Fatoohi adalah anakronis dan tidak konsisten.
Tulisan ini ditutup dengan catatan akhir berupa refleksi. Dua poin penting refleksi itu adalah, pertama, justru setelah membaca buku Fatoohi ini, kebenaran iman kristiani semakin diperkuat (padahal salah satu tujuan Fatoohi untuk melemahkannya). Kedua, seperti yang sudah dikatakan di atas, karya Fatoohi ini justru menjadi bumerang bagi islam. Maksud hati ingin melecehkan agama Kristen, Fatoohi justru melecehkan agama islam.
Lebih lanjut silahkan baca di Budak Bangka: Tinjauan Buku THE MYSTERY OF HISTORICAL JESUS #3

Jumat, 15 Juli 2016

Membuka Kekonyolan Cara Pikir DR. Louay Fatoohi

Buku The Historical of Jesus ini ditulis oleh L. Fatoohi, seorang mualaf, yang tinggal di Inggris. Dia adalah ahli ilmu-ilmu eksakta, suatu poin penting untuk menilai cara berpikirnya. Dalam karyanya ini Fatoohi mengklaim mau memberikan gambaran Yesus secara historis. Dari gambaran itu, Fatoohi berharap orang akan berkesimpulan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan (Allah) sebagaimana yang diklaim Injil dan diakui oleh orang Kristen. Jadi, secara tidak langsung, Fatoohi hanya mau membenarkan apa yang dikatakan Al Quran.
Di sini tampak satu kesalahan besar Fatoohi, yaitu menggunakan Al Quran sebagai batu ujinya, sementara Fatoohi tidak mengkritisi Al Quran. Memang sulit dan tak mungkin mengkritisi Al Quran, karena umat islam sudah diindoktrinisasi bahwa Al Quran adalah kitab yang sempurna, sehingga tak perlu lagi dikritisi. Pengkritisan terhadap Al Quran dapat menyebabkan hilangnya kesempurnaan itu.
Tulisan berikut ini akan menampilkan tinjauan kritis terhadap karya Fatoohi. Selain mengkritisi karya Fatoohi ini, kita juga sekaligus mengkritisi sumber-sumber yang dipakai Fatoohi untuk melihat gambaran Yesus. Dari sini pembaca dapat menyimpulkan sendiri bagaimana cara berpikir Fatoohi yang adalah seorang DOKTOR.
Mau tahu kekonyolan cara berpikir DR Fatoohi? Silahkan klik di Budak Bangka: Tinjauan Buku THE MYSTERY OF HISTORICAL JESUS #2

Kamis, 14 Juli 2016

Mengungkap Kekonyolan Buku THE MYSTERY OF HISTORICAL JESUS

Buku The Historical of Jesus karya L Fatoohi ini secara umum mau memberikan gambaran kehidupan Yesus Kristus secara historis. Ada kesan bahwa apa yang disajikan adalah merupakan fakta sejarah. Akan tetapi, jika disimak dengan baik-baik, Fatoohi melihat Yesus justru dari sudut pandang Al-Quran. Memang, ada beberapa sumber sejarah yang dipakai, namun semua itu hanya yang mendukung apa yang dikatakan Al Quran (jadi, sekedar pembenaran Al Quran). Hal ini membuat gambaran tentang Yesus Kristus hanya sesuai selera kaum islam saja. Dan mudah disimpulkan, umat islam akan menyatakan itulah kebenaran.
Sudah menjadi ciri umat islam yang memiliki pola pikir “hitam putih”, segala warta tentang Yesus yang tidak sesuai dengan gambaran Al Quran adalah pemalsuan. Maka tulisan Fatoohi ini diyakini oleh umat islam sebagai suatu kebenaran.
Namun jika kita membaca karya Fatoohi ini dengan sedikit lebih kritis, kita akan menemukan beberapa kesalahan cara berpikir Fatoohi. Tulisan ini mencoba memaparkan dasar tinjauan dan sedikit catatan kritis terkait dengan isi buku The Historical of Jesus.