Jumat, 13 November 2015

Orang Kudus 13 November: St. Aloysius Versiglia

SANTO ALOYSIUS VERSIGLIA, USKUP & MARTIR
Luigi Versiglia lahir pada 5 Juni 1873 di Olivia Gessi, Pavia, Italia. Ia masuk ke dalam oratori ketika berumur 12 tahun, dan akhirnya menjadi seorang imam Salesian. Setelah tahbisannya pada tahun 1895, ia menghabiskan 10 tahun sebagai kepala novisiat di Genzano di Roma.
Pada tahun 1906 ia memimpin ekspedisi misionaris Salesian pertama ke Cina. Kemudian ia menetap di Macau, dan memulai misi di Shiu Chow. Aloysius ditunjuk sebagai Uskup Shui Chow pada 22 April 1920. Ia mendirikan seminari, rumah yatim piatu dan untuk orang-orang tua.
Aloysius memimpin dengan cara memberikan contoh bagaimana ia bekerja keras dan melakukan segala sesuatu dengan dasar cinta kasih. Ia tidak pernah meminta seseorang untuk mengerjakan sesuatu tanpa melihat terlebih dahulu apa yang orang tersebut kerjakan.
Pada 25 Februari 1930, bersama Calistus Caravario serta lima orang lainnya, yang semuanya anak muda, Aloysius mengadakan suatu perjalanan mengunjungi sebuah komunitas kecil di Lin Chow (Li Tai Tseu). Dalam perjalanan tersebut mereka dihadang oleh sekelompok orang bersenjata yang meminta uang saat itu juga. Sekelompok orang tersebut berusaha merebut para wanita muda. Aloysius dan Calistus dihantam dengan pangkal senjata dan mereka terjatuh ke kapal tidak sadarkan diri. Mereka diikat, diperiksa dan disiksa. Tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan untuk melindungi para wanita muda tersebut. Kemudian mereka diseret ke sebuh tempat tidak jauh dari tempat itu. mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka, Aloysius dan Calistus hanya dapat berdoa dalam keheningan dan ada akhirnya mereka ditembak mati.
Aloysius Versiglia meninggal dunia pada 25 Februari 1930 di Shui Chow, Cina. Ia dibeatifikasi pada tanggal 15 Mei 1983, dan dikanonisasi pada 1 Oktober 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 13 November: St. Artemides Zatti

BEATO ARTEMIDES ZATTI, PENGAKU IMAN
Artemides Zatti lahir pada 12 Oktober 1880 di Borreto, Regio Emillia, Italia. Ia adalah putera Luigi Zatti dan Albina Vecchi, yang merupakan keluarga petani katolik. Sejak kecil Artemides sudah terbiasa untuk bekerja dan berkorban. Pada 9 Februari 1897 keluarganya pindah e Bahia Blanca, Argentina. Artemides bekerja di sebuah hotel, dan kemudian pindah ke sebuah pabrik. Ia menghabiskan waktu senggangnya dengan membantu parokinya yang dikelola oleh imam-imam salesian.
Artemides terkesan dengan kehidupan Santo Yohanes Bosko dan juga para imam Salesian sehingga ia berkeinginan untuk menjadi anggota salesian. Artemides diterima sebagai aspiran oleh Mgr. Cagliero, SDB, dan ditempatkan di wisma di Bernal. Artemides mulai kembali belajar tetapi ia terkena TBC, yang mengakibatkan ia harus meninggalkan wisma untuk memperoleh kesembuhan.
Setelah memperoleh jubah, Artemides ditempatkan di Viedma untuk bekerja dengan seorang imam bernama Evarisio Garrone, yang menangani ruma sakit San Jose. Dengan memohon kesembuhan dari Santa Perawan Maria, Artemides berjanji untuk mengabdikan diri merawat orang sakit. Artemides mendapatkan kesembuhannya. Ia lantas mulai mempelajari tugas-tugas yang dikerjakan Pater Garrone, dan membantu merawat orang-orang sakit.
Artemides tidak hanya merawat secara fisik-jasmani saja, melainkan juga secara rohani. Ia menyempatkan diri mempelajari ilmu kedokteran, walaupun harinya dipenuhi dengan kegiatan rutin. Ketika Pater Garrone meninggal dunia, Artemides menggantikannya mengurus rumah sakit. Pada tahun 1913 ia mendirikan gedung rumah sakit baru, namun pada tahun 1941 ia harus kehilangan rumah sakit itu karena tempatnya digunakan untuk kediaman uskup.
Artemides harus menghentikan seluruh karyanya pada tahun 1950 ketika ia jatuh dari tangga, dan dinyatakan menderita penyakit kanker. Artemides Zatti meninggal dunia pada 15 Maret 1951 di Viedma, Argentina. Pada 14 April 2002 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 13 November: St. Maria Patricinio Giner

BEATA PATRICINIO GINER, MARTIR
Maria Cinta Ascuncion lahir pada 4 Januari 1874 di Tortosa, Spanyol. Ia adalah puteri sebuah keluarga religius. Beberapa saudaranya terpanggil untuk hidup religius. Maria, yang menerima pendidikan dari biarawati Claretian, memilih untuk bergabung dengan Kongregasi Religius Maria Imakulata Misionaris Claretian. Tahun 1893 Maria mengikrarkan kaulnya dan memperoleh nama baru: Maria Patricinio.
Maria kemudian bertugas sebagai pengajar pada sebuah sekolah. Di samping itu juga ia diangkat menjadi pembimbing novis dan prioress di Valencia. Ketika terjadi perang saudara, Maria memilih untuk tetap tinggal di biaranya dan menguatkan para biarawati lainnya. Akan tetapi, pilihan ini merupakan akhir dari hidupnya.
Pada 13 November 1936 Maria ditangkap dan dieksekusi karena imannya. Maria Patricinio Giner meninggal dunia pada 13 November 1936 di Valencia, Spanyol. Pada 11 Maret 2001 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini: