Kamis, 04 Desember 2014

Orang Kudus 4 Desember: St. Kristian

SANTO KRISTIAN, USKUP & PENGAKU IMAN

Kristian adalah misionaris suku bangsa Preussen, Jerman, dan uskup pertama Kulm. Ia mendirikan banyak gereja dan menyebarkan Injil di daerah yang luas itu. Selama enam tahun Kristian ditahan oleh orang-orang kafir di negeri itu, sampai akhirnya ia wafat pada tahun 1245.

sumber: Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus 4 Desember:

Renungan Hari Kamis Adven I - B

Renungan Hari Kamis Adven I, Thn B/I
Bac I    Yes 26: 1 – 6; Injil                 Mat 7: 21, 24 – 27;

Dalam Injil hari ini, dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan bahwa keselamatan akan datang pada orang yang melakukan kehendak Allah. Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang bijaksana dan orang bodoh. Orang yang melakukan kehendak Allah ini diibaratkan dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumah di atas dasar batu. Sementara orang yang tidak melaksanakan kehendak Allah diibaratkan dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Orang bijaksana tentu akan merasa bergembira ketika datang bencana, karena rumahnya tidak mengalami kehancuran. Tuhan mengharapkan supaya umat berlaku bijaksana, karena Tuhan ingin agar manusia selamat.

Gambaran tentang orang bijaksana dalam Injil terlihat juga dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Nabi Yesaya. Ada kemiripan penggambaran dalam kedua bacaan hari ini. Dalam kitabnya, Nabi Yesaya mengungkapkan suasana hati orang-orang “bijaksana”, yang menyanyikan lagu kemenangan. Artinya, kebijaksanaan mendatangkan kebahagiaa dan sukacita. Orang bijak mendapatkan kemenangan, sementara orang bodoh memperoleh kekalahan. Kota yang kuat diperuntukkan bagi orang-orang benar dan yang setia pada Tuhan. Mereka-mereka ini telah hidup menurut kehendak Allah.

Adven adalah masa penantian. Dalam masa penantian ini kita diajak untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan, baik di masa depan maupun di saat natal. Persiapan yang diutamakan adalah persiapan hati. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk mempersiapkan diri dengan hidup melaksanakan kehendak Allah. Tuhan meminta kita untuk menjadi bijaksana. Wujud sikap bijaksana dalam masa penantian ini adalah lebih mengutamakan persiapan hati dengan mendekatkan diri pada Tuhan, tobat dan amal kasih. Sikap bijaksana ini akan menghantar kita kepada persekutuan dengan Tuhan.

by: adrian

Rabu, 03 Desember 2014

Rekreasi Anak Remaja

MINAT REKREASI REMAJA
Permainan dan Olahraga
Permainan dan olahraga yang terorganisasi tidak menarik lagi dalam perjalanan masa remaja, dan remaja mulai menyukai olahraga tontonan. Permainan-permainan yang menuntut ketrampilan intelektual seperti permainan kartu, bertambah popular.

Bersantai
Remaja gemar bersantai-santai dan mengobrol dengan teman-teman. Mereka makan sambil membiacarakan orang-orang lain dan bergurau. Remaja yang lebih besar merokok, minum minuman keras atau minum obat-obatan terlarang.

Bepergian
Remaja senang bepergian selama libur dan ingin pergi jauh-jauh dari rumah. Bagi banyak remaja hal ini dimungkinkan karena orang tua yang kaya dan adanya rumah-rumah penginapan khusus untuk kawula muda.

Hobi
Karena sebagian besar hobi merupakan kegiatan rekreasi seorang diri, maka remaja yang tidak pupoler lebih berminat pada hobi dibandingkan dengan bentuk rekreasi lainnya. Banyak remaja melakukan pelbagai hobi yang bermanfaat, remaja perempuan menjahit bajunya sendiri, remaja laki-laki gemar memperbaiki radio, sepeda atau mobil.

Dansa
Meskipun banyak anak laki-laki tidak menyenangi dansa, tetapi mereka seperti halnya anak perempuan, berusaha menjadi pedansa yang baik karena dansa merupakan bagian yang penting dari berkencan.

Membaca
Karena remaja telah membatasi waktunya untuk membaca sebagai rekreasi, mereka cenderung lebih menyukai majalah daripada buku-buku. Lama-kelamaan buku-buku komik tidak lagi menarik dan surat kabar semakin menjadi pupoler.