Rabu, 30 Januari 2013

Orang Kudus 30 Januari: St. Gerardus

SANTO GERARDUS, PENGAKU IMAN
Gerardus adalah kakak Santo Bernardus. Ia mula-mula tidak mau masuk biara. Tetapi setalah terluka dalam perang, ditawan dan secara ajaib dibebaskan, ia ikut adiknya dalam kehidupan membiara dalam pertapaan yang menganut aturan keras. Ia meninggal dunia pada tahun 1138

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Rabu Biasa III-C

Renungan Hari Rabu Biasa III, Thn C/I
Bac I : Ibr 10: 11 – 18; Injil       : Mrk 4: 1 – 20

Dalam Injil hari ini Yesus memberikan pengajarannya dalam bentuk perumpamaan. Tujuan Yesus dengan perumpamaan ini adalah agar pesan ajarannya mudah dimengerti. Karena itu, Yesus mengampil perumpamaan dari kehidupan masyarakat, apa yang dilakukan masyarakat atau kebiasaan masyarakat setempat.

Perumpamaan yang disampaikan Yesus adalah dari dunia pertanian. Dua hal penting dalam dunia pertanian adalah benih dan tanah. Yesus mengandaikan bahwa setiap petani selalu menyiapkan benih yang paling baik. Yang jadi persoalannya adalah tanahnya. Dalam perumpamaan itu, Yesus menunjukkan adanya empat jenis tanah: tanah pinggiran jalan, tanah berbatu, tanah semak duri dan tanah yang baik.

Dengan perumpamaan ini, khususnya dengan menampilkan empat jenis tanah, setiap pendengar dihadapkan pada pertanyaan yang tertuju pada diri sendiri: Saya masuk jenis tanah yang mana? Dan inilah yang dikehendaki Tuhan pada kita. Sabda Tuhan hari ini mau mengajak kita untuk berefleksi, melihat diri kita sendiri dengan bertanya, "Apakah saya masuk kategori tanah pinggiran jalan atau tanah berbatu atau tanah semak berduri atau tanah yang baik?"

Jawabannya ada di dalam hati kita masing-masing. Hanya Tuhan dan diri kita yang tahu. Orang lain akan tahu saat kita menghasilkan buah.

by: adrian

Selasa, 29 Januari 2013

(Pencerahan) Penemuan Diri

Boneka garam
Sebuah boneka garam berjalan
beribu-ribu kilometer menjelajahi daratan,
sampai akhirnya ia tiba di tepi laut.

Ia amat terpesona oleh pemandangan baru,
massa yang bergerak-gerak,
berbeda dengan segala sesuatu
yang pernah ia lihat sebelumnya.

“Siapakah kau?” tanya boneka garap kepada laut.

Sambil tersenyum laut berkata, “Masuk dan lihatlah!”

Maka boneka garap itu menceburkan diri ke laut.
Semakin jauh masuk ke dalam laut,
ia semakin larut,
sampai hanya tinggal segumpal kecil saja.
Sebelum gumpalan terakhir larut,
boneka itu berteriak bahagia,
“Sekarang aku tahu, siapakah aku!”

by: Anthony de Mello, Burung Berkicau
Baca juga refleksi lainnya: