Renungan
Hari Jumat Biasa VII – Thn I
Bac I Sir 6: 5 – 17; Injil Mrk 10: 1 – 12
Sabda Tuhan dalam
bacaan-bacaan liturgi hari ini mengangkat tema relationship, hubungan
antar manusia. Tak bisa dipungkiri, sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan
orang lain sebagai rekan relasinya. Kitab Putra Sirakh, dalam bacaan pertama,
menyebut ada 2 tipe rekan relasi itu, yaitu sahabat semu (ay 8 – 12) dan
sahabat setiawan (ay 14 – 16). Dalam persahabatan semu, relasi bisa rusak
karena pihak luar karena persahabatan itu tidak dilandasi oleh motivasi murni. Dalam
persahabatan semu ada kepentingan untuk kepuasan diri. Sedangkan sahabat
setiawan dilandasi sikap takut akan Tuhan. Dengan kata lain, dalam persahabatan
ini Tuhan diikut-sertakan dalam relasi itu.
Bacaan Injil menyorot relasi
suami istri. Ini berawal dari pertanyaan orang Farisi untuk mencobai Yesus, “Apakah
seorang suami diperbolehkan menceraikan istrinya.” (ay 2). Dapatlah dikatakan
bahwa mengacu pada apa yang diwartakan penulis Kitab Putra Sirakh, Tuhan Yesus
memberikan jawaban-Nya. Gambaran sahabat semu dalam Kitab Putra Sirakh itu
disamakan dengan rusaknya relasi suami istri, yang berujung pada perceraian. Yesus
mengatakan itu karena ketegaran hati (ay 5) sehingga Musa mengeluarkan surat
cerai. Yesus memberikan gambaran relasi suami istri yang ideal sebagaimana
sahabat setiawan. Relasi yang ideal itu melibatkan Tuhan (ay 6) sehingga “apa
yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.” (ay 9).
Manusia adalah makhluk sosial.
Kesosialannya menuntut ia untuk bergaul dan menjalin relasi dengan sesama, baik
sebagai sahabat maupun sebagai pasangan hidup. Tentulah kita menghendaki agar
relasi yang dibangun dapat bermanfaat bukan saja bagi yang menjalin relasi
melainkan juga bagi kehidupan manusia. Lewat sabda-Nya hari ini Tuhan menghendaki
agar dalam setiap relasi kita, baik sebagai sahabat maupun sebagai pasangan
hidup, Tuhan harus selalu diikut-sertakan. Kehadiran Tuhan dalam relasi kita
membuat kita mampu memelihara relasi kita dengan lurus hati.
by: adrian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar