Rabu, 12 November 2014

Renungan Hari Rabu Biasa XXXII - Thn II

Renungan Hari Rabu Biasa XXXII, Thn A/II
Bac I    Tit 3: 1 – 7; Injil                     Luk 17: 11 – 19;

Bacaan pertama hari ini diambil dari Surat Paulus kepada Titus. Dalam suratnya itu Paulus menyadarkan umat bahwa mereka dahulu hidup dalam kejahilan. Namun berkat kemurahan Allah, mereka diselamatkan oleh Kristus Yesus. Bagi Paulus, penyelamatan itu bukan karena perbuatan baik yang dilakukan umat saja, melainkan juga karena penyelamatan Kristus. Oleh karena itu, Paulus meminta jemaat untuk hidup sebagai orang yang dibenarkan oleh Kasih Karunia Allah. Ini dapat dilihat sebagai ungkapan syukur dan terima kasih.

Ungkapan syukur dan terima kasih juga menjadi topik yang ditekankan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. Dikisahkan bahwa dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta. Dari kesepuluh orang itu, hanya satu orang saja yang datang bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus sambil memuliakan Allah. Ironisnya lagi, orang itu adalah orang asing. Di sini mau ditekankan bahwa sudah sepantasnya kita mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang sudah diterima.

Terima kasih merupakan salah satu keutamaan moral. Orang yang bermoral baik tentu akan selalu mengucapkan “terima kasih” atas apa yang telah dia terima, sekecil apapun itu. Orang yang tahu berterima kasih adalah orang yang hidup penuh syukur. Hal inilah yang hendak disampaikan Tuhan melalui sabda-Nya. Tuhan menghendaki supaya kita selalu hidup dalam syukur. Ungkapan syukur itu dapat kita ungkapkan lewat ucapan terima kasih. Ungkapan terima kasih diberikan kepada siapa saja yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Sesuatu itu tidak harus besar dan luar biasa. Sekecil apapun pemberian itu, hendaklah kita selalu mengucapkan terima kasih. Tuhan pun sebenarnya selalu memberikan kepada kita rahmat dan anugerah-Nya setiap hari. Karena itu, sudah sepatutnya kita juga selalu menghaturkan terima kasih kepada-Nya setiap hari. Persoalannya adalah apakah kita menyadarinya?

by: adrian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar