Rabu, 17 Oktober 2012

Renungan Hari Rabu Biasa XXVIII - Thn II

Renungan Hari Selasa Pekan Biasa XXVIII B/II
Bac I  Flp 3: 17 – 4: 1 ; Injil    Yoh 12: 24 – 26


Sabda Tuhan hari ini mengemukakan tentang persyaratan untuk mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus berarti jaminan untuk masuk ke dalam kehidupan kekal. Dalam bacaan Injil Yesus mengungkapkan syarat mengikuti Dia. Orang harus memiliki sikap lepas bebas terhadap hidupnya sendiri, malah rela mati.



Sabda Yesus soal “hidup” ini memiliki implikasi yang luas. Manusia hidup di dunia sehingga hal-hal duniawi itu bisa mempengaruhinya. Pengaruh dunia itu dapat menjadi penghalang untuk menikmati hidup kekal. Karena itulah, Yesus meminta murid-Nya untu tidak takut mati, malah harus mati. Kata “mati” di sini pun dapat dimengerti sebagai bentuk menghilangkan atau meninggalkan pengaruh-pengaruh duniawi yang bisa menghalangi orang kepada hidup kekal.


Dalam bacaan pertama hal ini juga ditekankan oleh Paulus. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi Paulus menegaskan bahwa kemuliaan akan diterima jika umat mau dan berani melawan pengaruh-pengaruh duniawi. Umat diminta untuk meninggalkan kenikmatan perut dan aib lainnya.

Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa hal-hal duniawi dapat menghalangi kita untuk kehidupan kekal. Untuk itu Tuhan menghendaki agar kita berani menyangkal “dunia” ini. Tentu tidak semua dunia ini jahat. Namun yang perlu disadari adalah bahwa kita diajak untuk memanfaatkan dunia ini demi kemuliaan nanti; jangan karena dunia ini kemuliaan itu hilang.

Sabda Tuhan hari ini sejalan dengan semangat hidup Santo Ignatius dari Antiokia, yang hari ini diperingati oleh Bunda Gereja. Di akhir hidupnya, dia pernah berkata, “Akupun tidak merindukan sesuatu yang duniawi melainkan merindukan persatuan segera dengan Dia.”  Oleh karena itu, sabda Tuhan hari ini mendapat contohnya dalam sosok orang kudus ini. Dengan demikian seruan Paulus menjadi relevan buat kita saat ini, “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.” (Flp 3: 17).

by: adrian
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar