Minggu, 29 Juli 2012

Renungan Hari Minggu Biasa XVII-C


Renungan Hari Minggu Biasa XVII, Thn C
Injil    Luk 11: 1 – 13;
Satu tema kecil yang ditawarkan sabda Tuhan lewat bacaan-bacaan liturgi hari Minggu Biasa XVII adalah “Allah ingin umat-Nya tidak binasa, melainkan selamat”. Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Kejadian, ditampilkan kisah dialog Allah dengan Abraham. Topik dialog mereka adalah situasi dan kondisi umat Sodom dan Gomora. Tuhan sudah mendengar berita tentang Sodom dan Gomora yang “sangat berat dosanya” (ay. 20). Akan tetapi, Abraham meyakinkan Allah bahwa mungkin masih ada orang baik di sana. Demi orang baik tersebut, Allah tidak akan memusnahkan mereka; Allah malah mengampuni. Di sini terlihat jelas bahwa Allah tidak ingin umat manusia binasa. Untuk maksud itu, Allah memberi kesempatan untuk bertobat.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolese, memaparkan refleksinya atas peristiwa baptis. Dalam bacaan kedua, Paulus mengungkapkan bahwa lewat baptisan, kita telah memperoleh rahmat keselamatan. Baptisan mengandung makna dikuburkan bersama Kristus; dan karena dikuburkan bersama Kristus, maka kita juga turut dibangkitkan (ay. 12). Dua kali Paulus menegaskan bahwa Allah memang menginginkan keselamatan umat manusia, lewat kata-kata “Ia mengampuni segala pelanggaran kita” (ay. 13) dan “menghapus surat hutang ….. dengan memakukannya pada kayu salib” (ay. 14).
Dalam Injil Yesus memberikan pengajaran tentang doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut sudah terkandung begitu banyak pesan dan makna. Di sana ditegaskan bahwa Allah adalah sumber segala rahmat dan berkat, akan tetapi manusia tetap harus memintanya. Apa yang diminta tentulah akan diberikan. Hal inilah yang ditegaskan Yesus, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (ay. 8). Terlihat bahwa Allah menghendaki juga usaha dan perjuangan manusia, meski tidak lantas menghilangkan kemurahan hati Tuhan.
Sabda Tuhan hari ini pertama-tama menyadarkan kita bahwa Allah memang sungguh maha baik. Dia ingin supaya kita memperoleh keselamatan. Dia tak ingin kita binasa. Karena itu, Dia selalu memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat dan memanfaatkan tawaran keselamatan-Nya. Di sisi lain, sabda Tuhan hari ini menghendaki supaya kita dapat menjadi seperti Allah: tidak begitu mudah menghakimi dan menjatuhkan hukuman kepada orang lain tanpa memberi kesempatan pada mereka untuk berubah. Tuhan mau agar kita dapat bersikap baik kepada siapa saja, terlebih kepada mereka yang memang membutuhkan kita.***
by: adrian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar