Selasa, 22 Oktober 2013

Orang Kudus 22 Oktober: St. Salome

Santa salome, wanita pelayan yesus


Salome adalah isteri Zebedeus dan ibu kandung rasul Yohanes tua dan Yohanes. Sejak di Galilea, ia sudah menjadi pengikut dan pelayan Yesus. Bersama dengan Maria, Ibu Yesus, dan wanita-wanita lainnya, Salome setia kepada Yesus Sang Guru sampai pada peristiwa salib di Golgotha (bdk. Mrk 15: 40 – 41). Ia juga salah seorang wanita yang mengunjungi makam Yesus (Mrk 16: 1). Ada ahli Kitab Suci mengidentifikasi Salome sebagai saudari Maria, Ibu Yesus (Yoh 19: 25).

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Selasa Biasa XXIX-C

Renungan Hari Selasa Biasa XXIX, Thn C/I
Bac I   : Rom 5: 12, 15b, 17 – 19, 20b – 21;  
Injil      : Luk 12: 35 – 38

Injil hari ini mau menyampaikan ungkapan berbahagia bagi mereka yang tetap beriman pada Tuhan. Orang seperti ini diungkapkan Yesus dengan istilah “pinggang tetap berikat dan pelita tetap bernyala.” (ay. 35). Orang-orang seperti ini senantiasa mengarahkan hidupnya kepada Tuhan, sehingga ketika tiba waktunya pun ia sudah siap. Yesus mengharapkan agar para murid-Nya seperti ini.

Ungkapan berbahagia pun mau disampaikan Paulus kepada jemaat di Roma dalam suratnya. Dasar untuk berbahagia ini adalah penyelamatan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Paulus melihat bahwa karena dosa satu orang, manusia terjerat oleh kuasa maut. Akan tetapi kita tak perlu merasa takut karena satu orang juga manusia terlepas dari jerat maut itu. Dia-lah Yesus Kristus.

Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa kita sudah diselamatkan oleh “satu perbuatan kebenaran” (Rom 5: 18) dan “oleh ketaatan satu orang” (ay. 19). Dia-lah Tuhan Yesus Kristus. Oleh Dia kita memperoleh kasih karunia. Tuhan, melalui sabda-Nya ini, menghendaki supaya kita senantiasa menaruh syukur dan hormat pada Yesus.

by: adrian

Senin, 21 Oktober 2013

Orang Kudus 21 Oktober: St. Ursula

SANTA URSULA, PERAWAN & MARTIR
Kisah kehidupan Ursula tidak banyak diketahui. Kisah yang diturunkan di sini sudah bercampur sedikit dengan cerita legenda. Namun hal itu tidak mengurangi nilai keperawanan dan kemartiran Ursula dkk.

Nama Ursula dikenal luas karena usahanya untuk membela ajaran iman dan mempertahankan kemurnian dirinya. Diilhami oleh kepribadiannya itu, Santa Angela Merici tidak segan-segan memilih Ursula sebagai pelindung bagi tarekat religius suster-suster yang didirikannya di Brescia pada tahun 1535. Tarekat suster-suster itu kini lazim dikenal dengan nama “Tarekat Suster-suster Ursulin” (OSU). Tarekat ini berkarya juga di beberapa wilayah keuskupan di Indonesia

Konon, Ursula hidup pada abad ke-4. Ia dikenal sebagai puteri seorang raja Inggris. Banyak pemuda tertarik padanya karena parasnya yang sangat cantik. Suatu ketika seorang raja yang masih kafir ingin meminangnya. Namun ia menolaknya dengan tegas. Untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, Ursula bersama para pembantunya melarikan diri ke Eropa. Setelah lama berlayar, mereka tiba di Koln, Jerman.

Di sana ia bersama pembantu-pembantunya ditangkap oleh orang-orang dari suku Hun. Mereka dipaksa untuk menyangkal imannya dan berusaha merampas keperawanannya. Ursula dengan gigih membela diri. Akhirnya ia bersama kawan-kawannya dibunuh. Jenasah mereka kirangnya dimakamkan oleh orang-orang kristen yang ada di sana.

Pada tahun 1155, orang menemukan relikuinya di sebuah kuburan di dekat gereja Koln. Di dekat gereja itu memang ada kuburan dari abad ke-4 dengan keterangan bahwa kuburan itu adalah kuburan beberapa orang gadis yang dibunuh.

Kebenaran cerita ini sangat diragukan. Namun bukan itulah yang penting. Yang penting ialah bahwa kepahlawanannya dalam membela imannya dan mempertahankan kemurniannya, membuat Ursula bersama kawan-kawannya dihormati Gereja sebagai orang kudus. Perlindungannya yang suci atas terekat Ursulin yang didirikan Santa Angela Merici membuat tarekat itu berkembang menjadi suatu lembaga religius yang besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun