Selasa, 01 Oktober 2013

(Pencerahan) Belajar dari Pelatih Renang

BELAJAR DARI PELATIH RENANG


Pak Joko dan Pak Jono adalah guru, sekaligus pelatih renang di Sekolah Berenang Menengah Pertama. Jabatan guru dan pelatih ini didapat atas perintah atau SK dari Kepala Sekolah.

Suatu hari ada pelajaran berenang. Ini merupakan pertemuan pertama. Pak Joko menangani siswa kelas A, sedangkan Pak Jono siswa kelas B. Pak Joko langsung mengajak para siswanya ke kolam renang dan menyuruh mereka berdiri di tepi kolam.

“Sekarang kalian berenang ke sana,” perintah Pak Joko sambil menunjuk sisi lain dari kolam renang yang ada di depan para murid. “Doni dan Domi, kalian pakai gaya bebas. Dono dan Dodo pakai gaya punggung. Dollo gaya kupu-kupu dan Dore gaya dada. Siap?! Mulai!”

Semua siswa, mungkin karena takut atau sekedar menghargai sang guru, terjun ke dalam kolam. Ada yang tenggelam, ada yang hanya mengepak-ngepak kembali ke tempat semula dengan wajah pucat. Ada pula yang terdampar di sisi kiri dan kanan kolam. Satu orang berhasil ke tujuan. Itu pun dengan susah payah. Entah sudah berapa liter air kolam masuk ke dalam mulutnya.

Sementara di tempat yang lain, Pak Jono mengajak siswanya ke ruang kelas. “Kalian, kalau berenang, harus mengenakan pakaian renang,” jelasnya kepada mereka. Ia memberitahukan alasannya. Kemudian ia menerangkan tentang teknik-teknik berenang, tentang gaya berenang seperti gaya bebas, gaya punggung, gaya kupu-kupu dan gaya dada.

Setelah menerangkan semuanya, akhirnya barulah Pak Jono mengajak siswanya ke kolam renang

by: adrian

Orang Kudus 1 Oktober: St. Remigius

Santo remigius, uskup & pengaku iman
Remi atau Remigius lahir di Perancis pada tahun 435. Pada umur 22 tahun ia dipilih umat menjadi Uskup Reims, Perancis. Pilihan umat ini diterimanya dengan perasaan enggan karena ia merasa dirinya tidak layak. Tetapi di kemudian hari dalam seluruh hidupnya sebagai uskup terbukti bahwa pilihan umat atas dirinya sesungguhnya merupakan suara Tuhan sendiri.

Uskup Remi berbadan tinggi, bersikap tenang dan agung, ramah dan lembut terhadap siapa saja yang ditemuinya. Ia juga pintar, pandai berkotbah dan murah hati terutama kepada orang-orang miskin. Sebagai uskup, ia berusaha sekuat tenaga untuk membawa bangsa Perancis, yang sebagian besar masih kafir, ke pangkuan Kristus. Untuk itu ia tidak mengesampingkan pendekatan dan hubungan yang baik dengan raja dan para bangsawan Perancis. Ia berhasil dalam usaha kerasulan dan penginjilan bangsa Perancis itu, berkat doa dan teladan hidupnya, kotbahnya yang menyentuh hati umat, dan semua mujizat yang dilakukannya dalam nama Kristus Tuhan.

Pada malam natal tahun 496 ia mempermandikan Raja Perancis, Klovis I bersama 3000 orang pembantunya. Remi memimpin keuskupannya selama 70 tahun lebih. Ketika ia meninggal dunia pada tahun 534, sebagian besar warga kerajaan Perancis sudah dikristenkan olehnya. Oleh karena itu ia diberi gelar ‘rasul’ negeri Perancis.

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Pesta ST. Theresia Kanak-kanak Yesus

Renungan Pesta St. Theresia Kanak-kanak Yesus
Bac I   : Yes 66: 10 – 14b; Injil    : Mat 18: 1 – 5

Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah sumber segala penghiburan, kesukaan dan lainnya. Dalam bacaan pertama yang diambil dari Kitab Nabi Yesaya, Allah mengungkapkan hal itu dengan tegas dengan memberikan perbandingan dengan seorang ibu (ay. 13). Karena itu, umat diajak untuk bersukacita dan bergirang karena semua kebutuhan diperhatikan dan dipenuhi Allah.

Sikap yang dibutuhkan adalah sikap seorang anak. Inilah yang mau ditekankan Yesus dalam Injil. Seorang anak kecil selalu bergantung penuh pada orang tuanya. Dia tidak akan dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. Karena itulah kita diajak untuk menghadap Tuhan dengan mengambil sikap sebagai seorang anak kecil.

Hari ini, melalui sabda-Nya, Tuhan menghendaki kita untuk selalu mengandalkan Dia, sama seperti anak kecil yang bergantung pada orang tuanya. Sikap ini tampak dalam diri St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus yang hari ini kita rayakan pestanya. Karena itulah, sabda Tuhan sejalan dengan teladan orang kudus kita hari ini. Sehingga dengan demikian kita pun dapat terbantukan dalam menghayati sabda Tuhan.

by: adrian