Sixtus II
dipilih menjadi paus menggantikan Paus Santo Stefanus pada 30 Agustus 257.
Setahun kemudian, pada 6 Agustus 258, ketika sedang merayakan ibadat di makam
para martir Praetextatus, ia ditangkap dan langsung dipenggal kepalanya di
tempat itu juga. Bersama dengan dia, dibunuh juga diakon Santo Felisisimus dan
Santo Agapitus. Beberapa hari kemudian Santo Laurensius mengalami hal yang
sama.
Pembunuhan
dilakukan sehubungan dengan penolakan Paus Sixtus II dan rekan-rekannya itu
terhadap hukum yang dikeluarkan Kaisar Valerianus. Tak ada certa yang diketahui
perihal asal usul dan kisah hidup Sixtus II, kecuali bahwa selama masa
kepausannya pertentangan dengan gereja-gereja Afrika dan Asia Kecil perihal
permandian kembali orang-orang heretik terus berlanjut. Sixtus II berpendirian
bahwa orang-orang heretik itu tidak perlu dipermandikan ulang; sedangan para
pemimpin gereja-gereja Afrika dan Asia Kecil mengharuskan permandian ulang
orang-orang heretik itu.
Bac I Yer 30: 1 – 2, 12 – 15, 18 – 22 ; Injil Mat 14: 22 – 36
Dalam Injil hari ini diceritakan perjuangan para murid yang dihantam gelombang. Mereka ada di dalam perahu dan situasinya gelap, karena kejadiannya malam. Gelombang dan malam yang gelap membuat mereka tidak lagi mengenali kehadiran Tuhan Yesus. Malah Yesus yang datang disangka hantu sehingga menimbulkan ketakutan. Bisa dibayangkan situasi mereka saat itu: makin parah.
Namun Yesus meminta mereka untuk tidak takut. Dan ketika Yesus masuk ke dalam perahu, gelombang pun hilang. Danau menjadi tenang. Dari sinilah muncul ungkapan iman, "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (ay. 33).
Dalam kisah ini Yesus mau mengatakan bahwa Dia adalah sumber ketenangan. Para murid dapat tenang setelah Yesus hidup bersama mereka. Hidup bersama ini terlihat dari ungkapan "naik (masuk) ke perahu.
Warta Injil ini sejalan dengan bacaan pertama. Yeremia mengungkapkan bahwa dosa menyebabkan umat Israel hidup menderita. Dosa di sini berarti hidup menjauh dari Allah. Namun Allah masih berbelas kasih. Ia akan memberi keselamatan dan kebebasan asal umat mau hidup dekat dan Allah akan bersama mereka.
Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita di saat susah dam derita kita undang Tuhan masuk ke dalam hidup kita. Tak jarang kita menghadapi gelombang dalam hidup karena dosa (malam, gelap sebagai simbol dosa) dan menjauhkan Tuhan dari kehidupan kita. Oleh karena itu, hari ini Tuhan mengajak kita untuk membiarkan Dia masuk ke dalam "perahu" kehidupan kita. Kehadiran Tuhan dapat meredakan gejolak kehidupan.
Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil
mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu.
Besok adalah hari Ibu, dan ia
bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya
di kampung. Seorang ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk
kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.
Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat
seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah
dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di
etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air matanya hendak
meleleh, seperti akan menangis.
Setelah ngobrol-ngobrol, pria itu lalu bertanya,
”Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga
mawar ini untuk ibu saya.” Gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya
belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli
saja? Ini bagus, kok.” Ungkap pria tersebut sambil turut mengamati salah satu
karangan bunga.
”Uang saya tidak
cukup.”
”Ya sudah, pilih saja
salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil
tersenyum.
Akhirnya gadis itu
mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu
menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah
untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju
menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati
pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah
kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir
mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu
gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang
belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat
melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis
itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan
mengirimkan kado bagi ibunya.
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu
mobilnya, pulang ke kampungnya… untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan
selama ini… untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati
lembutnya.