Selasa, 01 September 2015

Renungan Hari Selasa Biasa XXII - Thn I

Renungan Hari Selasa Biasa XXII, Thn B/I
Bac I  1Tes 5: 1 – 6, 9 – 11; Injil                   Luk 4: 31 – 37;
Tuhan, melalui sabda-Nya hari ini, mau mengatakan kepada kita bahwa Dia menghendaki umat manusia bahagia, bukan sebaliknya. Dalam bacaan pertama hal ini dengan tegas dikatakan Paulus dalam suratnya yang pertama kepada Jemaat di Tesalonika. “Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan.” (ay. 9). Bagi Paulus, keselamatan itu ada dalam Tuhan Yesus. Karena itu, mereka yang mau mendapatkan keselamatan, harus hidup di dalam Tuhan Yesus. Hidup di dalam di sini dapat dimengerti sebagai mengimani atau menghayati hidup dan pengajara Tuhan Yesus.
Hal ini juga ditampilkan dalam bacaan Injil, lewat peristiwa Tuhan Yesus mengusir setan dari seseorang yang kerasukan. Setan datang membawa kebinasaan, tetapi Tuhan Yesus datang justru hendak membebaskannya. Kedatangan Tuhan Yesus dilihat setan sebagai ancaman. Ini terlihat dari pernyataan setan, “Engkau datang hendak membinasakan kami?” (ay. 34). Tapi Tuhan Yesus menunjukkan kuasa-Nya, yang menunjukkan juga kuasa Allah, dengan mengusir setan itu, agar orang itu terbebas dari kebinasaan setan.
Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa Tuhan tidak menghendaki kita menderita dan binasa, melainkan beroleh keselamatan. Namun untuk itu hendaknya kita selalu mengikuti kehendak-Nya. Seperti kata Paulus, kita musti hidup dalam Dia. Oleh karena itu, hendaklah kita datang kepada Tuhan Yesus dan membiarkan Dia menyingkirkan dari dalam diri kita kuasa-kuasa kegelapan yang justru akan menghancurkan diri kita sendiri.***
by: adrian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar