Jumat, 01 Februari 2019

ANTARA ISLAM, TOA DAN TERORISME

Pada tanggal 1 Februari dua tahun lalu, www.budak-bangka.blogspot.com menurunkan ulang tulisan dengan judul “Islam, Toa dan Terorisme”. Ada kesan dari judul tulisan tersebut bahwa ketiga item dari judul tersebut saling berkaitan. Islam berkaitan dengan toa dan juga terorisme. Tapi dimana letak kaitan antara toad an terorisme?
Tulisan ini lahir dari refleksi penulis atas kejadian sadis di Tanjung Balai Asahan. Sekitar 6 rumah ibadah dibakar oleh umat islam, yang marah karena agamanya dilecehkan. Sumber pelecehan itu terletak pada sebuah benda yang bernama TOA. Tentu publik sudah mengetahui bahwa umat islam kalau sembahyang atau juga setiap kegiatan di masjid selalu menggunakan TOA. Suara TOA itu sungguh dirasakan mengganggu ketenangan dan ketentraman orang lain yang bukan islam.
Tentulah pembaca merasa penasaran untuk menemukan jawaban atas kaitan TOA dan terorisme. Dengan bahasa yang lugas dan sederhana, penulis mencoba memaparkan persoalan tersebut kepada pembaca. Bukan sekedar mengupas persoalan tragedy Tanjung Balai Asahan itu, melainkan juga mengajak semua pembaca untuk bercermin dan menemukan jawaban atas persoalan ini sehingga terciptalah kerukunan dan kedamaian. Lebih lanjut mengenai tulisan ini silahkan baca di sini. Selamat membaca!!!

PAUS FRANSISKUS AKUI ADA KORUPSI DALAM GEREJA

Empat tahun lalu, persisnya 1 Februari 2015, www.budak-bangka.blogspot.com menurunkan tulisan dengan judul “Ada Korupsi di Gereja”. Tulisan ini berawal dari pengakuan Paus Fransiskus bahwa ada korupsi dalam Gereja. Pernyataan tersebut diungkapkan Paus Fransiskus ketika kembali ke Roma setelah lawatannya ke Filipina.
Dalam pernyataannya itu, Paus Fransiskus memang tidak mengutarakan secara spesifik siapa yang telah melakukan korupsi dalam Gereja. Apakah Paus Fransiskus mau mencoreng muka Gereja dengan membongkar aib korupsi ini? Kiranya hal inilah yang mau dikupas penulis dalam tulisannya ini.
Dengan bahasa yang lugas dan sederhana, penulis mencoba memaparkan persoalan korupsi dalam Gereja. Bukan sekedar mengungkapkan benar tidaknya ada korupsi di dalam tubuh Gereja, melainkan juga mengajak semua pembaca, khususnya umat katolik untuk bercermin. Lebih lanjut mengenai tulisan ini silahkan baca di sini. Selamat membaca!!!

Rabu, 30 Januari 2019

MEMAHAMI KATA "KAFIR" MENURUT ISLAM


Menarik mengikuti polemik kata “kafir” antara Sdr. IQmal Putra Hayat Bsl (IPH) dan Sdr. Fajar Ali Susanto (FAS) di Facebook. Polemik ini bermula dari tanggapan Sdr. IQmal terhadap komen Purwanto Brahmantyo, yang menanggapi status Sdr. Gunawan Budi Utomo di grop Facebook AHOK 4 DKI 1. Status Sdr. Gunawan sendiri, yang dikirim 24 September 2015, pukul 16: 12 (tepat hari raya Idul Adha), sebenarnya merupakan komen dia atas tulisan di ISLAMTOLERAN.COM, dengan judul “Fantastis! Gubernur Yang Suka Diteriaki Kafir Oleh FPI Ini Berkurban 30 Ekor Sapi”
Atas artikel situs Islam Toleran itu, Sdr. Gunawan menulis status yang sama dengan judul artikel, lalu menambah satu frase “Silahkan Like”. Sebelum Sdr. Purwanto menuliskan komennya, ada beberapa orang menanggapi status Gunawan tersebut. Akhirnya Sdr. Purwanto memberikan tanggapannya. Tercatat tiga kali Sdr. Purwanto memberikan komen; dan ketiga komen itu sama saja (semacam copy paste). Adapun komen Sdr. Purwanto berbunyi, “semua merasa jadi tuhan sehingga dengan mudahnya mengecap seseorang di anggap kafir! Hebat betul.” Komen ini diposting pada tanggal 24 September, pukul 17: 27.
Jika disimak dari nada tulisan Sdr. Purwanto, tampak jelas kalau komennya bukan hanya ditujukan untuk menanggapi status Sdr. Gunawan, tetapi juga komen-komen sebelumnya. Intinya, Sdr. Purwanto merasa miris melihat orang yang begitu mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda. Sdr. Purwanto menilai orang yang dengan mudah mengkafirkan orang lain sudah identik dengan Tuhan.
Dari komen Sdr. Purwanto inilah akhirnya muncul polemik antara Sdr. IQmal dan Sdr. Fajar. Sekedar diketahui, pada bagian lain, masih dalam topik yang sama, Sdr. IQmal menanggapi komen Mariani Sukaejie dengan menulis, “memang situs ISLAMTOLERAN sesat dan menyesatkan karena adminnya sendiri bukan islam tp Kristen.” Berikut ini akan saya tampilkan komen-komen diskusi mereka. Jadi, atas komen Sdr. Purwanto. Sdr. IQmal memberi tanggapan, yang kemudian ditanggapi oleh Sdr. Fajar sehingga terjadilah diskusi menarik di antara keduanya. Kami akan menyingkat nama keduanya.