Kamis, 24 November 2016

Bahaya Kopi bagi Lambung

NGOPI BERLEBIHAN PICU PERADANGAN LAMBUNG
Bagi sebagian orang, menjalani hari belum lengkap tanpa ngopi. Kopi dipercaya membuat tubuh lebih segar dan bertenaga untuk membantu menjalani hari. Namun, kopi juga memiliki efek yang mengganggu sistem cerna bagian atas sehingga konsumsinya perlu dibatasi.
Dokter ahli gastroenterologi dari FKUI/RSCM Marcellus Simadibrata menjelaskan, kopi sebenarnya memberikan efek yang baik untuk tubuh, tetapi ada pula efek yang tidak baik untuk mencernaan. Itulah kenapa, kopi tidak baik bagi mereka yang sudah mengalami gangguan pencernaan.
"Penelitian menunjukkan, kopi bisa meningkatkan produksi asam dan gangguan motilitas pada lambung," kata dia di sela-sela Natural Wellness Symposium SOHO Global Health di Makassar, Sabtu (14/6/2014).
Karena memiliki efek demikian, konsumsi kopi yang berlebihan akan meningkatkan risiko sakit maag hingga gastro esophageal reflux disease (GERD). Bahkan, bagi orang yang sudah mengalami penyakit tersebut, konsumsi kopi bisa memicu timbulnya gejala bahkan memperparah tingkat kesakitannya.
Peningkatan asam lambung akan menambah aktif "penyerangan" pada dinding lambung yang memang sudah melemah saat sudah memiliki maag. Akibatnya peradangan pada dinding lambung lebih mungkin terjadi. Peradangan lambung yang terjadi secara terus menerus bahkan bisa memicu kanker lambung.
Begitu pula pada penyakit GERD yang disebabkan rusaknya klep antara lambung dan kerongkongan. Jika kadarnya meningkat, maka kemungkinan naiknya asam lambung ke kerongkongan pun akan semakin besar. Naiknya asam lambung ini akan mengakibatkan rasa panas di dada hingga rasa pahit di lidah.
Meski begitu, Marcellus menegaskan, bagi orang tanpa penyakit pencernaan, konsumsi kopi sah-sah saja dilakukan. "Konsumsi kopi sudah terbukti bisa memperpanjang umur karena mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh, tetapi orang dengan penyakit pencernaan sebaiknya jangan," ungkapnya.
Untuk memberikan manfaat kesehatan yang optimal, banyak penelitian menyimpulkan untuk tidak mengonsumsi kopi lebih dari empat cangkir sehari. Untuk menghindari nyeri pada lambung, para pakar juga menyarankan untuk tidak minum kopi dalam keadaan perut kosong
sumber: Kompas Health
Baca juga:

Rabu, 23 November 2016

KESALEHAN EKOLOGIS DAN LAUDATO SI’

Masalah pemanasan global dan kerusakan lingkungan sudah menjadi keprihatinan dunia. Seruan-seruan untuk menyelamatkan bumi sudah dikumandangkan. Agenda-agenda pertemuan penyelamatan bumi, baik skala regional, nasional maupun internasional kerap diselenggarakan.
Gereja Katolik tak mau ketinggalan. Kepedulian terhadap lingkungan hidup, dalam Gereja Katolik, sebenarnya sudah lama disuarakan. Setidaknya orang sudah mengenal nama Santo Fransiskus Asisi. Terinspirasi oleh tokoh Asisi inilah, akhirnya Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik Laudato si’.  Dalam ensiklik itu, dengan tegas Paus Fransiskus mengatakan bahwa menghayati panggilan untuk melindungi Allah adalah bagian penting dari kehidupan saleh.
Tulisan berikut ini mencoba memaparkan kaitan antara kesalehan hidup dengan ensiklik Laudato Si’. Lebih lanjut tentangnya dapat dibaca di sini: Budak Bangka: KESALEHAN EKOLOGIS DAN LAUDATO SI’