Jumat, 25 November 2016
Kamis, 24 November 2016
Bahaya Kopi bagi Lambung
NGOPI BERLEBIHAN PICU PERADANGAN LAMBUNG
Bagi sebagian orang, menjalani hari belum lengkap tanpa ngopi.
Kopi dipercaya membuat tubuh lebih segar dan bertenaga untuk membantu menjalani
hari. Namun, kopi juga memiliki efek yang mengganggu sistem cerna bagian atas
sehingga konsumsinya perlu dibatasi.
Dokter ahli gastroenterologi
dari FKUI/RSCM Marcellus Simadibrata menjelaskan, kopi sebenarnya memberikan
efek yang baik untuk tubuh, tetapi ada pula efek yang tidak baik untuk
mencernaan. Itulah kenapa, kopi tidak baik bagi mereka yang sudah mengalami
gangguan pencernaan.
"Penelitian
menunjukkan, kopi bisa meningkatkan produksi asam dan gangguan motilitas pada
lambung," kata dia di sela-sela Natural Wellness Symposium SOHO Global
Health di Makassar, Sabtu (14/6/2014).
Karena memiliki efek demikian, konsumsi kopi
yang berlebihan akan meningkatkan risiko sakit maag hingga gastro
esophageal reflux disease (GERD).
Bahkan, bagi orang yang sudah mengalami penyakit tersebut, konsumsi kopi bisa
memicu timbulnya gejala bahkan memperparah tingkat kesakitannya.
Peningkatan asam lambung
akan menambah aktif "penyerangan" pada dinding lambung yang memang
sudah melemah saat sudah memiliki maag. Akibatnya peradangan pada dinding
lambung lebih mungkin terjadi. Peradangan lambung yang terjadi secara terus menerus
bahkan bisa memicu kanker lambung.
Begitu pula pada penyakit
GERD yang disebabkan rusaknya klep antara lambung dan kerongkongan. Jika
kadarnya meningkat, maka kemungkinan naiknya asam lambung ke kerongkongan pun
akan semakin besar. Naiknya asam lambung ini akan mengakibatkan rasa panas di
dada hingga rasa pahit di lidah.
Meski begitu, Marcellus
menegaskan, bagi orang tanpa penyakit pencernaan, konsumsi kopi sah-sah saja
dilakukan. "Konsumsi kopi sudah terbukti bisa memperpanjang umur karena
mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh, tetapi orang dengan penyakit
pencernaan sebaiknya jangan," ungkapnya.
Untuk memberikan manfaat
kesehatan yang optimal, banyak penelitian menyimpulkan untuk tidak mengonsumsi
kopi lebih dari empat cangkir sehari. Untuk menghindari nyeri pada lambung,
para pakar juga menyarankan untuk tidak minum kopi dalam keadaan perut kosong
sumber:
Kompas Health
Baca juga:
Rabu, 23 November 2016
KESALEHAN EKOLOGIS DAN LAUDATO SI’
Masalah
pemanasan global dan kerusakan lingkungan sudah menjadi keprihatinan dunia. Seruan-seruan
untuk menyelamatkan bumi sudah dikumandangkan. Agenda-agenda pertemuan
penyelamatan bumi, baik skala regional, nasional maupun internasional kerap
diselenggarakan.
Gereja
Katolik tak mau ketinggalan. Kepedulian terhadap lingkungan hidup, dalam Gereja
Katolik, sebenarnya sudah lama disuarakan. Setidaknya orang sudah mengenal nama
Santo Fransiskus Asisi. Terinspirasi oleh tokoh Asisi inilah, akhirnya Paus
Fransiskus mengeluarkan ensiklik Laudato
si’. Dalam ensiklik itu, dengan
tegas Paus Fransiskus mengatakan bahwa menghayati panggilan untuk melindungi
Allah adalah bagian penting dari kehidupan saleh.
Tulisan
berikut ini mencoba memaparkan kaitan antara kesalehan hidup dengan ensiklik
Laudato Si’. Lebih lanjut tentangnya dapat dibaca di sini: Budak Bangka: KESALEHAN EKOLOGIS DAN LAUDATO SI’
Langganan:
Postingan (Atom)
