Selasa, 02 Oktober 2012

(Pencerahan) Dilema Kebenaran

SETAN DAN TEMANNYA
Pada suatu hari setan berjalan-jalan
dengan seorang temannya.
Mereka melihat seseorang membungkuk
dan memungut sesuatu dari jalan.

“Apa yang ditemukan orang itu?”
tanya si teman.

“Sekeping kebenaran,” jawab setan

“Itu tidak merisaukanmu?”
tanya si teman.

“Tidak,” jawab setan.
“Saya akan membiarkan dia
menjadikannya kepercayaan agama.”

ð  Kepercayaan agama merupakan suatu tanda,
yang menunjukkan jalan kepada kebenaran.
Orang yang kuat-kuat berpegang pada petunjuk jalan,
tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran.
Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

by: Anthony de Mello, Burung Berkicau
Baca juga refleksi lainnya:

Renungan Peringatan Malaikat Pelindung

Peringatan Para Malaikat Pelindung
Bac I : Kel 23: 20 – 23a; Injil      : Mat 18: 1 – 5, 10

Hari ini Bunda Gereja mengajak umatnya berpesta memperingati para Malaikat Pelindung. Sabda Tuhan hari ini mau menunjukkan akan adanya malaikat itu. Mereka akan selantiasa menjaga dan melindungi kita. Dalam bacaan pertama, dari Kitab Keluaran, diungkapkan sabda Tuhan bahwa Dia akan mengutus malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi umat-Nya. Sekalipun berjalan di tengah bangsa Amori, Het, Yebus, Feris, dll, umat akan merasa aman. Bangsa-bangsa itu merupakan musuh bagi bangsa Israel. Malaikat Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindungi. Namun untuk itu dibutuhkan syarat: "Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, ..., dan melakukan segala yang Kufirmankan." (ay. 21-22).

Injil Matius mengungkapkan bahwa seorang anak kecil pun mempunyai malaikatnya. Dalam alam budaya Yahudi, anak kecil tidak masuk dalam perhitungan. Mereka selalu tidak dianggap, tidak didengar dan tidak masuk dalam struktur sosial. Mereka masuk kategori orang pinggiran. Namun Yesus mengatakan bahwa ada malaikat mereka di sorga. Artinya, mereka diperhatiakan oleh Allah, sekalipun tidak diperhatikan oleh manusia.

Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita bahwa ada malaikat yang senantiasa menjaga dan melindungi kita dari bahaya maut dan juga dari godaan-godaan jahat. Tujuannya agar kita tidak jatuh ke dalam dosa atau penderitaan. Agar kita tidak jatuh ke dalam dosa dan penderitaan, maka hendaknya kita selalu membuka mata hati kita untuk mendengarkan bisikan malaikat kita. Kita tidak boleh mengabaikan mereka.

Selain menyadarkan kita akan adanya malaikat pelindung, Tuhan juga mau mengajak agar kita pribadi mau menjadi malaikat pelindung bagi sesama. Hendaklah kita senantiasa berjuang untuk menjaga dan melindungi teman, rekan, sahabat, anak, istri, suami, dll dari kejahatan. Kita dipanggil Tuhan untuk menjadi malaikat pelindung bagi sesama agar mereka tidak jatuh ke dalam dosa dan penderitaan.

by: adrian

Orang Kudus 2 Oktober: St. Leger

SANTO LEGER, MARTIR
Leger lahir pada tahun 616. Imam saleh ini kemudian ditahbiskan menjadi uskup kota Autum, Perancis. Sebagai uskup ia giat membaharui cara hidup umatnya mengikuti nasehat-nasehat Kristus. Keberhasilan karyanya dan pengaruhnya yang besar di kalangan umat sangat menguatirkan penguasa kerajaan. Oleh karena itu, ia ditangkap dan disiksa dengan keji. Akhirnya matanya dibutakan, lidahnya dipotong. Beberapa tahun kemudian kepalanya dipenggal oleh wakil raja. Leger dihormati sebagai santo pelindung orang sakit mata. Peristiwa keji atas dirinya terjadi pada tahun 680.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun