Selasa, 30 Agustus 2016

Orang Kudus 30 Agustus: St. Guarinus

SANTO GUARINUS, PENGAKU IMAN
Guarinus lahir pada sekitar tahun 1065 di Pont-a-Mousson, Lorraine, Perancis. Ia adalah putera dari keluarga bangsawan Perancis. Karena tertarik akan kehidupan para biarawan, pada tahun 1085 Guarinus memutuskan untuk menjadi biarawan Benediktin di Biara Molesmes. Di sini ia menjadi murid Santo Robertus Molesmes.
Bersama beberapa orang biarawan, pada tahun 1094 Guarinus mendirikan biara di Aulps, Geneva, Swiss. Ketika Guarinus menjabat sebagai abbas, biara ini kemudian bergabung dengan Ordo Sistersian di bawah kepemimpinan Santo Bernardus Clairvaux. Guarinus kemudian ditunjuk sebagai Uskup di Sion, Swiss. Guarinus meninggal dunia pada 27 Agustus 1150 di Aulps, Perancis.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 30 Agustus: St. Amadeus

SANTO AMADEUS, PENGAKU IMAN
Amadeus lahir pada sekitar tahun 1110 di Dauphine, Perancis. Ia adalah putera dari Amadeus Clerrmont, seorang bangsawan di Hauterive. Amadeus memperoleh pendidikan di biara di Bonnevaux dan Cluny. Amadeus kemudian bertugas di Istana Kaisar Henry V.
Karena tertarik dengan kehidupan para biarawan, Amadeus akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Sistersian di Clairvaux. Di sini Amadeus  mendapat bimbingan langsung dari abbas Santo Bernardus Clairvaux. Amadeus kemudian ditugaskan sebagai abbas pada biara Ilautecombe, Savoy pada tahun 1139.
Pada tahun 1144 Amadeus ditunjuk sebagai uskup di Lausanne, walau sebenarnya ia tidak menginginkannya. Namun karena ketaatannya, Amadeus akhirnya menerima penugasan itu. Keadaan keuskupannya sangat buruk, terlihat dari para rohaniwan dan juga kaum awam. Amadeus harus bekerja keras melakukan perubahan. Kotbah-kotbah Amadeus masih tersimpan sampai saat ini.
Di akhir hidupnya, Amadeus diserahi tanggung jawab sebagai wakil pemimpin Savoy dan Kanselir Burgundy. Amadeus meninggal dunia pada 24 Agustus 1159 di Perancis. Tidak diketahui dengan pasti kapan Amadeus dibeatifikasi dan dikanonisasi. Tapi pada 9 Desember 1903 kultusnya diakui oleh Paus Pius X
Baca juga orang kudus hari ini:

Senin, 29 Agustus 2016

PERBEDAAN IMAM DULU DAN SEKARANG

Keberadaan Gereja Katolik tak bisa dipisahkan dari keberadaan para imam. Mereka berasal dari umat, dipilih dari umat untuk berkarya di kehidupan pastoral gerejawi. Jejak keberadaan mereka dapat ditelusuri sejak jemaat perdana. Dan hingga kini pun Gereja tetap membutuhkan mereka. Oleh karena itu, selalu diadakan panggilan kepada kaum muda untuk menjawab panggilan Tuhan.
Perkembangan zaman mengubah banyak hal. Gereja sendiri mengalami perkembangan mengikuti tuntutan zaman. Karena itu, dalam Gereja ada semboyan ecclesia semper reformanda. Sebenarnya perubahan Gereja itu bukan sekedar mengikuti perkembangan zaman, melainkan lebih pada menjawab tantangannya.
Demikian pula halnya para imam. Perkembangan zaman membuat adanya perubahan-perubahan dalam diri imam. Untuk mengetahui perbedaan para imam dahulu dan sekarang, silahkan baca di sini: Budak Bangka: (Pencerahan) Pastor Dulu vs Pastor Sekarang