Jumat, 01 November 2019

USTADZ ABDUL SOMAD DAN KASUS PENISTAAN AGAMA

Pada pertengahan Agustus 2019 lalu, publik Indonesia dihebohkan dengan video viral yang berisi ceramah keagamaan Ustadz Abdul Somad (UAS). Ceramah keagamaan itu sendiri sudah terjadi 3 tahun lalu (sekitar tahun 2016). Yang membuat video itu viral adalah kajian UAS tentang patung salib, yang dinilai banyak kalangan telah menista agama Kristen, entah itu katolik atau pun protestan. Heboh ceramah keagamaan UAS ini ternyata memancing Christian Prince untuk memberikan tanggapannya. Untuk mengetahui ulasannya, silahkan tonton di sini.
Melihat kasus UAS ini, sontak pikiran masyarakat langsung ke tahun 2016 – 2017, dimana terjadi kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (BTP). Karena itu, banyak orang bertanya-tanya, akankah UAS mengalami nasib seperti BTP?
Sama seperti kasus BTP, terhadap kasus UAS ini juga blog budak-bangka menghadirkan banyak tulisan kritis. Sesuai dengan visinya, membuka wawasan, memberi inspirasi, budak-bangka menyajikan tulisan untuk membantu pembaca menyikapi kasus UAS.
Berikut ini adalah judul-judul tulisan tersebut. Untuk membacanya, langsung saja klik pada judulnya.

BASUKI TJAHAYA PURNAMA DAN KASUS PENGHINAAN AGAMA

Pada 11 Oktober 2016, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait dengan pernyataan Basuki Tjahaya Purnama (BTP) yang menyinggung surah al-Maidah: 51. Pernyataan BTP itu terjadi di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, saat kunjungan dinas. MUI memfatwa BTP telah melakukan penghinaan agama dan juga ulama. Karena fatwa itu, BTP terpaksa menjalani proses hukum. Dan pada 9 Mei 2017, hakim memvonis BTP 2 tahun penjara.
Mencermati kasus BTP ini, blog budak-bangka menghadirkan banyak tulisan kritis. Sesuai dengan visinya, membuka wawasan, memberi inspirasi, budak-bangka menyajikan tulisan untuk membantu pembaca menyikapi kasus BTP.
Berikut ini adalah judul-judul tulisan tersebut. Untuk membacanya, langsung saja klik pada judulnya.

Rabu, 30 Oktober 2019

MEMBACA BUKU “KEHIDUPAN RAHASIA NABI MUHAMMAD”


Setiap tokoh terkenal tentulah mempunyai kisah hidupnya. Kisah hidup tersebut kadang hanya diceritakan secara lisan, tapi ada juga yang dibukukan. Cerita tentang tokoh terkenal ini pasti tak luput dari subyektifitas orang yang menulisnya. Bagi penulis yang mengidolakan tokohnya, sudah dapat dipastikan kisah yang ditampilkan terkait tokoh tersebut sangatlah sempurna. Gaya bahasa hiperbola kerap ditemui dalam buku-buku tentang sosok tokoh yang ditulis oleh pengagumnya. Sangat berbeda jika yang menulis adalah orang yang tak suka atau yang sudah punya stereotip buruk terhadap tokoh. Tapi, bagaimana dengan penulis yang netral?
Buku “Kehidupan Rahasia Nabi Muhammad” atau dalam edisi bahasa Inggrisnya: The Hidden Life of the Prophet Muhammad, merupakan buku yang kesembilan yang ditulis oleh DR. A.A. Ahmed, seorang peneliti islam kelahiran Sudan. Buku ini menguraikan tentang sejarah nabi Muhammad – kehidupan, peperangan dan ajaran-ajarannya. Penulis mengklaim sumber tulisannya ini sahih, karena langsung diambil dari literatur-literatur islam yang terpercaya.
DR Ahmed yakin bahwa apa yang dituliskannya itu merupakan informasi tentang nabi Muhammad, yang selalu ini tidak diketahui publik. Entah apa alas an sehingga informasi tersebut tidak diketahui, bahkan oleh umat islam sendiri. Padahal semakin mengenal, maka orang akan semakin sayang. Tak kenal, maka tak sayang. Karena itulah, melalui bukunya itu, DR. Ahmed ingin mengajak pembaca manapun, khususnya umat islam, untuk semakin mengenal nabi Muhammad.
Buku DR. Ahmed ini dikemas dalam 13 bab. Bahasa Indonesia yang digunakan sebagai terjemahan masih terlihat kurang bagus, namun pembaca masih dapat memahaminya. Selain itu, tata letak dan urutannya juga kurang menarik. Untuk dapat membaca (atau juga men-download) buku ini, silahkan klik di sini. Selamat membaca!
by: adrian