Jumat, 02 Oktober 2026
Ternyata Tak Semua Ayat Alquran adalah Wahyu Allah
Rabu, 30 September 2026
Renungan Hari Rabu Biasa XXVI, Thn II
Renungan
Hari Rabu Biasa XXVI, Thn II
Bac I Ayb 9: 1 – 12, 14 – 16; Injil Luk 9: 57 – 62;
Dalam Injil hari ini Yesus
dengan terang memberikan syarat untuk mengikuti Dia. Syaratnya adalah harus
siap hidup apa adanya, melepaskan keterikatan, melepaskan kenikmatan, berani
berada di zona hidup yang tidak nyaman. Dengan perkataan lain, mengikuti Yesus
berarti bukan mengedepankan keinginan pribadi, melainkan mengutamakan kehendak
Dia yang diikuti. Yesus berkata, “Serigala mempunyai liang, dan burung
mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakan
kepalaNya.” (ay 58). Menjadi pengikut Yesus berarti harus mendahulukan
kepentingan-Nya dari pada kepentingan pribadi (ay. 60).
Apa yang dikatakan Yesus dalam
Injil adalah suatu tuntutan untuk berserah diri secara total kepada Allah. Sikap
berserah diri inilah yang ditunjukkan Ayub dalam bacaan pertama hari ini. Ayub menyerahkan
hidupnya ke dalam penyelenggaraan ilahi. Dia tidak mau membantah apalagi
bersungut-sungut. Ayub berkata, “Walaupun aku benar, aku tidak mungkin
membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.”
(ay 15).
Sabda Tuhan hari ini mau
menyadarkan kita akan jati diri kita sebagai pengikut Kristus. Sakramen baptis
yang telah kita terima menjadi label diri kita adalah pengikut Kristus. Maka sebagai
pengikut Kristus sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan syarat yang telah
Yesus berikan. Dituntut sikap rendah hati agar kita bisa berserah diri
kepada-Nya, sebagaimana Ayub yang berserah diri kepada Allah.
by. adrian
Senin, 28 September 2026
Renungan Hari Senin Biasa XXVI, Thn II
Renungan Hari Senin Biasa XXVI, Thn II
Bac I
Ayb 1: 6 – 22; Injil Luk 9: 46 – 50
Zaman dulu ada pandangan bahwa
orang yang hidupnya mapan dan nyaman adalah tanda orang yang mendapat berkat
dari Tuhan. Kesejahteraan hidup menjadi tolok ukur dari berkat Tuhan. Berkat
itu selalu dikaitkan dengan hidup yang berkenan di hadirat Allah. Karena itu, ketika
orang mendapatkan kemalangan dan penderitaan, itu dilihat sebagai kutukan. Dan kutukan
itu dilihat bersumber dari Tuhan. Maka tak jarang orang marah kepada Tuhan di
saat dirinya mendapat kutuk. Ayub, dalam bacaan pertama hari ini, mencoba
membantah pandangan tersebut. Dalam bacaan itu secara implisit dikatakan bahwa
Ayub adalah sosok yang hidupnya jauh dari kejahatan sehingga ia mendapatkan
berkat dari Tuhan. Namun dia mendapatkan kemalangan (ay 13 – 19). Kemalangan itu
bukan dari Tuhan melainkan dari iblis (ay 12). Nah, ketika mendapat kemalangan
ini, Ayub tidak marah dan mengutuk Tuhan, melainkan memuji Allah (ay 21)
sehingga terlihat jelas “Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah
berbuat yang kurang patut.” (ay 22). Sikap yang mau ditunjukkan Ayub di sini
adalah sikap berserah diri kepada Tuhan.
Sikap seperti itu juga yang
mau diajarkan Yesus. Dalam Injil hari ini dikisahkan para rasul bertengkar
tentang siapa yang terbesar di antara mereka (ay 46). Mungkin di antara mereka
ada yang memakai pola pikir yang lama, bahwa yang terbesar adalah orang yang
terhebat, terkaya, terdekat dengan Tuhan, dll. Menyelesaikan pertengkaran
mereka itu Yesus mengambil sosok anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Yesus
menjadi sosok anak kecil sebagai model beriman. Sikap anak kecil adalah sikap
bergantung, berserah diri kepada orangtuanya. Demikian pula dalam hal beriman,
para murid harus berserah diri kepada Tuhan. Itulah yang terbesar.
Sikap berserah diri kepada
Tuhan merupakan salah satu indikasi beriman. Orang yang memiliki sikap berserah
diri adalah orang yang menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam penyelenggaraan
ilahi. “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” menjadi prinsip hidupnya. Yang terjadi
bukan kehendakku, melainkan kehendak Allah. Ini sangat sulit, mengingat manusia
mempunyai kecenderungan mengedepankan keinginannya. Maka ketika yang terjadi
tidak sesuai dengan keinginannyam dia akan kecewa, marah bahkan meninggalkan
Tuhan. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk seperti Ayub yang berserah diri
kepada Tuhan sekalipun kemalangan melanda.
by: adrian
Shalat: Karena Kewajiban atau Takut Dibunuh
Jumat, 25 September 2026
INILAH PERINTAH PERANG DALAM ALQURAN
Rabu, 23 September 2026
Perbedaan versus Kontradiksi
Senin, 21 September 2026
Jika Allah swt Mahatahu, Kenapa Tak Bisa Bedakan Tanah dan Mani
Jumat, 18 September 2026
INILAH NASIB PARA ISTRI DALAM AJARAN ISLAM. MUSLIMAH WAJIB TAHU !!!
Rabu, 16 September 2026
Kontradiksi Berakar dari Cara Pandang
Senin, 14 September 2026
Apakah Muhammad Bisa Baca? Koq Kontradiksi
Jumat, 11 September 2026
DALAM AJARAN ISLAM ADA PERINTAH MEMBUNUH
Rabu, 09 September 2026
LOGIKA DONDY TAN: ALQURAN BUKANLAH KITAB SUCI
Senin, 07 September 2026
Alquran Kebenaran yang Meyakinkan. Tapi Kenapa Selalu Kontradiksi
Jumat, 04 September 2026
INILAH PROPLEMATIKA DAN KONTRADIKSI SURGA ISLAM
Rabu, 02 September 2026
Allah swt dan Umatnya Suka Gagal Paham
Senin, 31 Agustus 2026
Langit di Atas, Awan di Atas. Jadi Langit = Awan
Minggu, 30 Agustus 2026
Wajah Yesus dalam Injil Matius
Injil Adalah Kabar Baik
Injil artinya kabar baik. Diterjemahkan dari kata Yunani euaggelion (baca: euanggelion), pada mulanya kabar baik yang dimaksud bermakna umum,
yakni semua berita gembira yang secara resmi disampaikan oleh
pemerintah kepada rakyatnya. Naiknya seorang raja ke atas singgasana kerajaan,
lahirnya putra raja, kemenangan di
medan perang, penghapusan utang,
keringanan pajak, dan pemberian amnesti merupakan beberapa contoh kabar baik
yang dibawa, disebarkan, dan diumumkan oleh utusan-utusan raja, yang tentunya
menghadirkan sukacita bagi
seluruh rakyat.
Ketika Yesus hadir dan berkarya di dunia, Injil memperoleh makna baru,
yakni kabar baik yang diwartakan-Nya tentang kedatangan
Kerajaan Allah (Mat. 4:23; Mrk. 1:15). Yesus menggenapi apa yang disampaikan Nabi Yesaya tentang
pemerintahan Allah yang menghadirkan damai sejahtera, kegembiraan, dan
keselamatan bagi manusia (Yes. 52:7). Agar mengalami
pengampunan dosa, pemulihan, keselamatan kekal, dan damai sejati, manusia diundang untuk
bertobat, percaya, dan membuka
diri pada kabar baik yang dibawa-Nya itu.
Setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, pewartaan Injil dilanjutkan oleh para rasul,
dan di sini makna Injil
kembali mengalami perkembangan. Injil
kemudian dimengerti sebagai kabar baik yang diwartakan para rasul
mengenai Yesus yang adalah Mesias
(Kis. 5:42). Dari pembawa
kabar baik, Yesus menjadi isi dari kabar baik itu sendiri. Injil yang
diwartakan para rasul adalah kabar baik bahwa Allah mengerjakan karya
keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus yang telah mati, dikuburkan, dan dibangkitkan untuk menebus dosa-dosa
manusia. Keselamatan akan dialami oleh mereka yang mengimani Yesus, melakukan
segala sesuatu yang diajarkan-Nya, serta dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:20; Mrk. 16:16).
Ketika sejumlah pihak kemudian menuliskan kesaksian mereka tentang hidup dan karya-karya Yesus, Injil pada akhirnya juga merujuk pada jenis sastra tertentu. Kesaksian tertulis ini dirasa perlu untuk dibuat demi menjaga keautentikan iman yang mau diwartakan dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, mengingat pada waktu itu para saksi mata mulai berpulang satu demi satu. Melalui kitab-kitab Injil, ditegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, Anak Allah, dan Juru Selamat dunia. Semua orang diundang untuk percaya kepada-Nya dan menerima keselamatan Allah melalui Dia. Berbagai tulisan yang disebut Injil ditulis dalam kurun waktu abad pertama sampai abad kedua Masehi. Dari tulisan-tulisan tersebut, Gereja menetapkan empat Injil sebagai kanonik, yang berarti mengesahkan bahwa kitab-kitab tersebut memuat kisah hidup Yesus, beserta segala karya dan ajaran-ajaran-Nya, dengan benar dan dapat dipercaya. Keempat Injil tersebut adalah Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
Jumat, 28 Agustus 2026
PERSOALAN DALAM QS 48 AYAT 29
Rabu, 26 Agustus 2026
Lemah Literasi Berdampak Salah Memahami
Senin, 24 Agustus 2026
Penciptaan Manusia dalam Alquran Sangat Membingungkan
Jumat, 21 Agustus 2026
DONDY TAN TUTUP AIB ISLAM DENGAN RETORIKA KOSONG
Rabu, 19 Agustus 2026
Tak Ada Kontradiksi antara 1Sam 1: 1 dan 1Taw 6: 20-23
Senin, 17 Agustus 2026
Sebenarnya Muhammad Bisa Baca Atau Tidak?
Jumat, 14 Agustus 2026
DONDY TAN HARUS BELAJAR BERPIKIR LOGIS
Rabu, 12 Agustus 2026
Tiga Elemen Islam
Senin, 10 Agustus 2026
Sungguhkah Islam Agama Toleran?
Jumat, 07 Agustus 2026
INI MASALAH YANG ADA DALAM QS 21 AYAT 112. Muslim Wajib Tahu !!!
Rabu, 05 Agustus 2026
Alquran versus Sains. Mana yang Salah?
Senin, 03 Agustus 2026
Inilah Konsekuensi Ketika Agama Mengajarkan Boleh Berbohong
Jumat, 31 Juli 2026
DONDY TAN: UMAT KRISTEN MAKAN BABI KARENA IKUT AJARAN PAULUS
Rabu, 29 Juli 2026
Jangan Baca Alkitab Seperti Membaca Alquran
Senin, 27 Juli 2026
Lukas dan Matius Punya Maksud Tersendiri dalam Silsilah Yesus
Jumat, 24 Juli 2026
LOGIKA A-HISTORIS ISLAM TENTANG KRISTEN
Rabu, 22 Juli 2026
Jika Penghuni Surga Kekal, Kenapa Adam dan Hawa Dikeluarkan
Senin, 20 Juli 2026
Islam Agama Perang. Akuilah Itu
Jumat, 17 Juli 2026
MEMAHAMI ALASAN AGATHA PALERMO TINGGALKAN ISLAM
Rabu, 15 Juli 2026
Hati-hati dengan Penyesatan Protestan
Sering kali kita mendengar dan menyaksikan upaya-upaya penyesatan yang dilakukan oleh orang-orang protestan terhadap umat katolik. Mereka tidak cuma menyerang ajaran katolik tetapi juga membuat pernyataan seolah-olah katolik dan protestan itu sama.












