Jumat, 05 Desember 2025

MAAF, TUHAN ISLAM BERBEDA DENGAN TUHAN KRISTEN. TANGGAPAN ATAS ROCKY GERUNG


 Dalam salah satu pernyataannya Rocky Gerung mengatakan bahwa Tuhan yang disembah Abraham disembah juga oleh Musa, Yesus dan muhammad. Pernyataannya ini tentulah dengan mudah menggiring orang pada kesimpulan Tuhan agama islam, Yahudi dan Kristen adalah satu dan sama. Kita dapat memaklumi pernyataan Rocky Gerung tersebut, karena dia selalu menekankan logika. Akan tetapi, belum tentu berarti logikanya itu benar.

Refleksi Mengakhiri Tahun Yubileum 2025 dan Menyongsong Tahun 2026

 Sukacita Peziarah Pengharapan Untuk Bertanggungjawab Memelihara “Rumah Bersama”

RD. Antonius Wahyu P

Pengantar

Tidak terasa Tahun Yubileum akan segera berakhir, perjalanan satu tahun merayakan Tahun Yubileum tentunya penuh warna dan banyak pengalaman yang boleh disyukuri. Paus Fransiskus dalam bulla Yubileum yang berjudul Spes non Confundit mengajak semua umat beriman, para uskup, imam dan biarawan-biarawati untuk memiliki pengharapan dalam hidup. Di tengah ketidakpastian dunia dan masa depan, kita diajak untuk memperbarui harapan tersebut “karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (Roma 5:1-2,5). Paus mengajak setiap insan beriman untuk berjalan bersama dalam iman, menyalakan cahaya pengharapan, dan merajut kasih di tengah tantangan zaman. Lebih dari sekadar perayaan, Yubileum adalah panggilan untuk kembali kepada inti iman: pertobatan, belas kasih, dan kebersamaan dalam cinta Tuhan.

Paus Fransiskus menekankan pentingnya menjalin solidaritas, kasih, dan perhatian kepada sesama---melihat dengan hati, bukan sekadar dengan mata. Sebab di sekitar kita, ada tangisan yang tak terdengar, bukan karena tak bersuara, tetapi karena dunia terlalu sibuk untuk memperhatikannya. Pengharapan yang lahir dari kasih Allah dan didasarkan pada kasih Allah yang memancar dari hati Kudus Yesus yang tertikam di kayu salib. Karena kurban Kristus itu selalu hidup dan hadir di tengah Gereja-Nya, maka pengharapan itu pun selalu hidup. Paus mengajak kita untuk melihat pengharapan itu secara global, yaitu tentang perdamaian dunia, pengharapan untuk memiliki semangat hidup dan berbagi, panggilan pengharapan bagi saudara-saudari yang mengalami berbagai kesulitan, orang miskin, para lansia, para migran, dan panggilan untuk mendukung kaum muda yang merupakan perwujudan harapan.

Paus Fransiskus mengajak kita untuk memiliki dasar yang kuat untuk berharap, karena Kristus memberi kehidupan kekal sebagai kebahagiaan. Tanpa dasar ini tentu orang akan berputus asa menghadapi penderitaan dan kematian. Harapan akan kehidupan kekal membantu orang untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus yang mulia. Kristus yang telah bangkit inilah dasar pengharapan umat beriman, dengan tetap mengakui adanya penghakiman Allah. Itulah mengapa mendoakan mereka yang sudah meninggal menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Indulgensi Tahun Yubileum baik itu untuk kita maupun jiwa-jiwa di api penyucian hendaknya dimaknai sebagai sarana untuk menemukan kembali sifat tak terbatas Allah, yang merupakan ungkapan penuh pengampunan Allah yang tak terbatas (bdk. Spes non Confundit No. 23) Dalam sakramen Tobat kita memperoleh pengampunan dosa, di mana tergenapi teks Mazmur ini, “Dialah [Tuhan] yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat … Tuhan adalah Penyayang dan Pengasih” (Mzm 103: 3-4, 8).

Pada akhirnya Paus mengajak kita untuk meneladani Maria sebagai saksi mulia bagi pengharapan. Ketabahannya dan ketegaran hatinya saat berdiri di kaki salib puteranya. Meskipun diliputi kesedihan mendalam, namun dia tetap memiliki harapan kepada Allah. Yubileum yang akan segera berakhir ini dirayakan oleh seluruh umat beriman dengan berbagai macam bentuk peziarahan, doa dan olah rohani. Saya mencoba menyampaikan refleksi singkat ini berdasarkan pengalaman yang saya jumpai dalam perjalanan hidup panggilan imamat dan pelayanan pastoral di tengah umat.

Harapan Yang Membahagiakan: Sukacita Rahmat Tahbisan Imam