Kamis, 23 April 2026

Lain Benediktus XVI Lain Pula Yusuf Kalla


Pada 12 September 2006, di Universitas Regensburg Paus Benediktus XVI memberi pidato dengan judul iman, akal dan universitas. Poin yang mau disampaikan paus adalah harmoni antara iman dan rasionalitas. Pidato ini menggemparkan dunia, khususnya dunia islam, karena ada pernyataan paus yang dinilai melecehkan islam. Paus mengutip Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus, yang menyatakan: "Tunjukkan pada saya apa yang dibawa Muhammad yang baru, dan Anda akan menemukan hal-hal yang jahat dan tidak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan melalui pedang iman yang dia ajarkan". Apa yang dikatakan paus bukannya tanpa dasar. Beberapa hari kemudian paus meminta maaf secara terbuka. Berbeda dengan Yusuf Kalla. Pernyataannya di masjid Universitas Gajahmada dinilai telah melecehkan agama kristen, karena dia menyamakan kristen dan islam dalam hal mati syahid. Sekalipun pernyataan Yusuf Kalla tidak mempunyai dasar alias keliru, dia tak mau minta maaf. 

Rabu, 22 April 2026

Cacat Berpikir Pendeta Soru


Secara implisit pendeta Esra Soru mau mengkritik ajaran katolik tentang sakramen tobat. Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam sakramen tobat umat mendapatkan pengampunan dosa lewat imam. Hal inilah yang dikritik. Lucunya, pendeta Soru mengkritik cara dengan menampilkan syarat yang ada dalam alkitab. Di sinilah letak kesalahan berpikir pendeta ini. Dia menyamakan cara dengan syarat, padahal itu dua hal yang berbeda.

Senin, 20 April 2026

Gagal Paham tentang Alkitab


Sudah lumrah kalau menemui umat islam yang gagal paham soal Alkitab. Mereka hanya mengacu pada apa yang tertulis, tanpa pernah memahami konteks. Karena yang tertulis berbeda antara satu kitab dengan kitab lain, dengan mudah menyimpulkan adanya kontradiksi. Misalnya seperti postingan Grace Exodus, yang membandingkan peristiwa yang ada dalam kitab Ulangan dengan yang ada dalam kitab Hakim-hakim. Grace melihat itu peristiwa yang sama. Karena ada perbedaan ia menyimpulkan ada pertentangan dalam alkitab. Dari sini dia langsung memvonis Alkitab bukan Firman Allah. Bagaimana mungkin vonis diambil dari kegagalan paham. Karena gagal paham, maka haruslah kesimpulan dan vonisnya adalah salah.