Injil Adalah Kabar Baik
Injil artinya kabar baik. Diterjemahkan dari kata Yunani euaggelion (baca: euanggelion), pada mulanya kabar baik yang dimaksud bermakna umum,
yakni semua berita gembira yang secara resmi disampaikan oleh
pemerintah kepada rakyatnya. Naiknya seorang raja ke atas singgasana kerajaan,
lahirnya putra raja, kemenangan di
medan perang, penghapusan utang,
keringanan pajak, dan pemberian amnesti merupakan beberapa contoh kabar baik
yang dibawa, disebarkan, dan diumumkan oleh utusan-utusan raja, yang tentunya
menghadirkan sukacita bagi
seluruh rakyat.
Ketika Yesus hadir dan berkarya di dunia, Injil memperoleh makna baru,
yakni kabar baik yang diwartakan-Nya tentang kedatangan
Kerajaan Allah (Mat. 4:23; Mrk. 1:15). Yesus menggenapi apa yang disampaikan Nabi Yesaya tentang
pemerintahan Allah yang menghadirkan damai sejahtera, kegembiraan, dan
keselamatan bagi manusia (Yes. 52:7). Agar mengalami
pengampunan dosa, pemulihan, keselamatan kekal, dan damai sejati, manusia diundang untuk
bertobat, percaya, dan membuka
diri pada kabar baik yang dibawa-Nya itu.
Setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, pewartaan Injil dilanjutkan oleh para rasul,
dan di sini makna Injil
kembali mengalami perkembangan. Injil
kemudian dimengerti sebagai kabar baik yang diwartakan para rasul
mengenai Yesus yang adalah Mesias
(Kis. 5:42). Dari pembawa
kabar baik, Yesus menjadi isi dari kabar baik itu sendiri. Injil yang
diwartakan para rasul adalah kabar baik bahwa Allah mengerjakan karya
keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus yang telah mati, dikuburkan, dan dibangkitkan untuk menebus dosa-dosa
manusia. Keselamatan akan dialami oleh mereka yang mengimani Yesus, melakukan
segala sesuatu yang diajarkan-Nya, serta dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:20; Mrk. 16:16).
Ketika sejumlah pihak kemudian menuliskan kesaksian mereka tentang hidup dan karya-karya Yesus, Injil pada akhirnya juga merujuk pada jenis sastra tertentu. Kesaksian tertulis ini dirasa perlu untuk dibuat demi menjaga keautentikan iman yang mau diwartakan dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, mengingat pada waktu itu para saksi mata mulai berpulang satu demi satu. Melalui kitab-kitab Injil, ditegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, Anak Allah, dan Juru Selamat dunia. Semua orang diundang untuk percaya kepada-Nya dan menerima keselamatan Allah melalui Dia. Berbagai tulisan yang disebut Injil ditulis dalam kurun waktu abad pertama sampai abad kedua Masehi. Dari tulisan-tulisan tersebut, Gereja menetapkan empat Injil sebagai kanonik, yang berarti mengesahkan bahwa kitab-kitab tersebut memuat kisah hidup Yesus, beserta segala karya dan ajaran-ajaran-Nya, dengan benar dan dapat dipercaya. Keempat Injil tersebut adalah Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
