Senin, 05 Oktober 2026

Manusia dari Mani atau Sperma



Umat islam sangat percaya bahwa auloh itu maha tahu. Dasar kepercayaan itu adalah kata-kata auloh yang tertulis dalam alquran. Karena maha tahu dia tahu segala-galanya. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan auloh. Jadi, kalau auloh bilang manusia itu diciptakan dari mani, umat islam percaya saja. Persoalannya, pernyataan auloh ini bertentangan dengan sains, yang mengatakan manusia itu dari pertemuan sperma dan ovum. Sperma itu jelas-jelas berbeda dengan mani, meski ia berada di mani. Mana yang salah? Tidak mungkin keduanya benar atau juga salah.

Jumat, 02 Oktober 2026

Ternyata Tak Semua Ayat Alquran adalah Wahyu Allah


Setiap agama punya keyakinan bahwa kitab sucinya merupakan wahyu Allah, namun konsepnya berbeda satu sama lain. Agama islam sungguh percaya bahwa alquran adalah wahyu Allah yang langsung turun dari surga. Apa yang tertulis di dalamnya dipercaya sebagai perkataan Allah sendiri. Akan tetapi, jika dibaca secara nalar akal sehat, maka akan dijumpai kejanggalan, sehingga keyakinan sebagai perkataan Allah itu patut diragukan.

Rabu, 30 September 2026

Renungan Hari Rabu Biasa XXVI, Thn II

Renungan Hari Rabu Biasa XXVI, Thn II

Bac I Ayb 9: 1 – 12, 14 – 16; Injil     Luk 9: 57 – 62;

Dalam Injil hari ini Yesus dengan terang memberikan syarat untuk mengikuti Dia. Syaratnya adalah harus siap hidup apa adanya, melepaskan keterikatan, melepaskan kenikmatan, berani berada di zona hidup yang tidak nyaman. Dengan perkataan lain, mengikuti Yesus berarti bukan mengedepankan keinginan pribadi, melainkan mengutamakan kehendak Dia yang diikuti. Yesus berkata, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakan kepalaNya.” (ay 58). Menjadi pengikut Yesus berarti harus mendahulukan kepentingan-Nya dari pada kepentingan pribadi (ay. 60).

Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil adalah suatu tuntutan untuk berserah diri secara total kepada Allah. Sikap berserah diri inilah yang ditunjukkan Ayub dalam bacaan pertama hari ini. Ayub menyerahkan hidupnya ke dalam penyelenggaraan ilahi. Dia tidak mau membantah apalagi bersungut-sungut. Ayub berkata, “Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.” (ay 15).

Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita akan jati diri kita sebagai pengikut Kristus. Sakramen baptis yang telah kita terima menjadi label diri kita adalah pengikut Kristus. Maka sebagai pengikut Kristus sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan syarat yang telah Yesus berikan. Dituntut sikap rendah hati agar kita bisa berserah diri kepada-Nya, sebagaimana Ayub yang berserah diri kepada Allah.

by. adrian