Sering dijumpai kesalahan umat islam dalam membaca dan memahami Alkitab. Mereka membaca dan memahami seperti mereka membaca dan memahami alquran. Banyak isi Alkitab dalam bentuk narasi, beda dengan alquran yang semuanya berbentuk seperti kumpulan wejangan, bukan narasi. Sebagai narasi, maka harus dibaca sebagai satu kesatuan, bukan terpisah-pisah. Misalnya soal Daud yang mengalahkan Goliat. Umat islam melihatnya sebagai satu kontradiksi, karena ada ayat yang mengatakan Daud membunuh tanpa pedang, tapi di ayat berikutnya dikatakan Daud menggunakan pedang. Namun kalau kisah tersebut dibaca sebagai satu narasi, maka tidak ditemukan adanya kontradiksi. Awalnya Daud membunuh dengan ketapel (tanpa pedang), dan sesudah Goliat terbunuh, Daud menghabisinya dengan memenggal kepala Goliat menggunakan pedang Goliat.
budak bangka
Rabu, 29 Juli 2026
Senin, 27 Juli 2026
Lukas dan Matius Punya Maksud Tersendiri dalam Silsilah Yesus
Kalau membaca silsilah keturunan Yesus, orang langsung menemui adanya perbedaan yang begitu mencolok antara Matius dan Lukas (kebetulan cuma kedua penginjil ini saja yang menulisnya). Ketika melihat perbedaan ini, umat islam langsung mengatakannya sebagai kontradiksi. Padahal sama sekali tidak ada kontradiksi. Ini dapat dimaklumi karena orang islam tidak bisa membedakan antara perbedaan dan pertentangan. Bagi mereka perbedaan adalah juga pertentangan. Membaca Alkitab tidak bisa disamakan seperti membaca alquran. Jika makna alquran seperti apa yang tertulis, makna Alkitab harus melihat terlebih dahulu konteks, latar belakang, gaya bahasa dan gaya penulisan dan masih banyak aspek lainnya.
Jumat, 24 Juli 2026
LOGIKA A-HISTORIS ISLAM TENTANG KRISTEN
Sering dijumpai pemikir-pemikir islam, saat membahas tentang kekristenan, selalu berpikiran a-historis. Artinya, pandangan mereka tidak sejalan dengan fakta sejarah, malah bertentangan. Salah satu contohnya adalah Rabanian.
Langganan:
Postingan (Atom)