Alquran diyakini oleh orang islam sebagai wahyu yang langsung turun dari auloh. Artinya, ayat-ayat yang tertulis dalam alquran merupakan perkataan auloh sendiri. Jadi, "wahyu auloh" dipahami sebagai perkataan auloh secara langsung dan hurufia. Karena itu, jika tertulis: aku menurunkan wahyuku, itu berarti auloh berkata bahwa dia menurunkan wahyunya. Dengan kata lain, yang menurunkan wahyu adalah auloh. Menjadi persoalan, ditemui adanya pertentangan antara ayat dan surah yang satu dengan yang lain. Misalnya soal turunnya hujan. Ada ayat yang mengatakan hujan dari langit, ayat lain mengatakan dari awan. Padahal umumnya orang tahu hujan itu dari awan. Tak pernah hujan turun dari langit. Menghadapi hal ini, sering umat islam membela bahwa awan itu di atas, sama seperti langit. Tentulah ini merupakan rasionalisasi yang konyol, karena sekalipun sama-sama di atas tetap saja awan itu berbeda dengan langit.
budak bangka
Senin, 27 April 2026
Jumat, 24 April 2026
Dondy Tan Persoalkan Kontradiksi Alkitab Tapi Kontradiksi Quran Bungkam
Dondy Tan adalah seorang muallaf. Dulunya dia adalah seorang kristen protestan. Sebagai seorang muallaf, Dondy Tan terlihat berusaha keras untuk memuallafkan orang Kristen, apakah itu Katolik atau juga Protestan. Berbagai upaya dilakukannya, termasuk penyesatan. Banyak postingan-postingannya memperlihatkan penyesatan itu. Hanya dengan modal pengetahuannya yang sangat terbatas selama menjadi orang kristen, dan itu pun bukan didapat dari sumber yang benar, Dondy Tan mencoba menyesatkan para murid Kristus ini. Dalam salah satu postingannya Dondy Tan mempersoalkan kontradiksi yang ada dalam Alkitab, yang katanya menjadi alasan dirinya meninggalkan agama kristen protestan dan memeluk islam.
Kamis, 23 April 2026
Lain Benediktus XVI Lain Pula Yusuf Kalla
Pada 12 September 2006, di Universitas Regensburg Paus Benediktus XVI memberi pidato dengan judul iman, akal dan universitas. Poin yang mau disampaikan paus adalah harmoni antara iman dan rasionalitas. Pidato ini menggemparkan dunia, khususnya dunia islam, karena ada pernyataan paus yang dinilai melecehkan islam. Paus mengutip Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus, yang menyatakan: "Tunjukkan pada saya apa yang dibawa Muhammad yang baru, dan Anda akan menemukan hal-hal yang jahat dan tidak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan melalui pedang iman yang dia ajarkan". Apa yang dikatakan paus bukannya tanpa dasar. Beberapa hari kemudian paus meminta maaf secara terbuka. Berbeda dengan Yusuf Kalla. Pernyataannya di masjid Universitas Gajahmada dinilai telah melecehkan agama kristen, karena dia menyamakan kristen dan islam dalam hal mati syahid. Sekalipun pernyataan Yusuf Kalla tidak mempunyai dasar alias keliru, dia tak mau minta maaf. .
Langganan:
Komentar (Atom)