Jumat, 24 April 2026

Dondy Tan Persoalkan Kontradiksi Alkitab Tapi Kontradiksi Quran Bungkam


 Dondy Tan adalah seorang muallaf. Dulunya dia adalah seorang kristen protestan. Sebagai seorang muallaf, Dondy Tan terlihat berusaha keras untuk memuallafkan orang Kristen, apakah itu Katolik atau juga Protestan. Berbagai upaya dilakukannya, termasuk penyesatan. Banyak postingan-postingannya memperlihatkan penyesatan itu. Hanya dengan modal pengetahuannya yang sangat terbatas selama menjadi orang kristen, dan itu pun bukan didapat dari sumber yang benar, Dondy Tan mencoba menyesatkan para murid Kristus ini. Dalam salah satu postingannya Dondy Tan mempersoalkan kontradiksi yang ada dalam Alkitab, yang katanya menjadi alasan dirinya meninggalkan agama kristen protestan dan memeluk islam. 

Kamis, 23 April 2026

Lain Benediktus XVI Lain Pula Yusuf Kalla


Pada 12 September 2006, di Universitas Regensburg Paus Benediktus XVI memberi pidato dengan judul iman, akal dan universitas. Poin yang mau disampaikan paus adalah harmoni antara iman dan rasionalitas. Pidato ini menggemparkan dunia, khususnya dunia islam, karena ada pernyataan paus yang dinilai melecehkan islam. Paus mengutip Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus, yang menyatakan: "Tunjukkan pada saya apa yang dibawa Muhammad yang baru, dan Anda akan menemukan hal-hal yang jahat dan tidak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan melalui pedang iman yang dia ajarkan". Apa yang dikatakan paus bukannya tanpa dasar. Beberapa hari kemudian paus meminta maaf secara terbuka. Berbeda dengan Yusuf Kalla. Pernyataannya di masjid Universitas Gajahmada dinilai telah melecehkan agama kristen, karena dia menyamakan kristen dan islam dalam hal mati syahid. Sekalipun pernyataan Yusuf Kalla tidak mempunyai dasar alias keliru, dia tak mau minta maaf. 

Rabu, 22 April 2026

Cacat Berpikir Pendeta Soru


Secara implisit pendeta Esra Soru mau mengkritik ajaran katolik tentang sakramen tobat. Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam sakramen tobat umat mendapatkan pengampunan dosa lewat imam. Hal inilah yang dikritik. Lucunya, pendeta Soru mengkritik cara dengan menampilkan syarat yang ada dalam alkitab. Di sinilah letak kesalahan berpikir pendeta ini. Dia menyamakan cara dengan syarat, padahal itu dua hal yang berbeda.