Ketika muncul aksi kekerasan atau radikalisme islam, tak sedikit tokoh islam bersuara dengan mengatakan islam agama damai. Mereka lantas mengkritik pelaku aksi tersebut dan mengaitkan dengan wahabi atau salah tafsir. Sayangnya, mereka sendiri tak menunjukkan tafsir yang benar atau ayat yang menyatakan kelompok ini salah. Inilah retorika kosong islam. Umat non islam selalu dibuai dengan retorika kosong ini. Hanya mau sampai kapan? Kaum kafir ini butuh fakta, bukan cuma ucapan mulut semata.
budak bangka
Rabu, 18 Februari 2026
Senin, 16 Februari 2026
Sulit Membayangkan Manusia dari Tanah
Di satu ayat auloh berkata bahwa dia menciptakan manusia dari mani, di ayat lain dari tanah. Menyebut dari mani saja sudah salah, karena yang membuahi sel telur (ovum) adalah sperma. Mani itu beda dengan sperma. Memang sperma ada di dalam mani, tapi sperma bukanlah mani. Tambah parah lagi bila dikatakan manusia dari tanah. Ini bukan penciptaan Adam dan Hawa, manusia pertama. Dalam ayat tersebut, kata "kamu" merujuk pada muhammad, karena dialah lawan bicara auloh. Jadi, muhammad diciptakan dari tanah. Masuk akal tidak? Pantaskah disebut wahyu auloh?
Jumat, 13 Februari 2026
Membungkam Logika Dondy Tan Bela Poligami Muhammad-3
Ketika orang sudah dirasuki cinta, biasanya dia tidak lagi berpikiran logis. Apa yang dicintainya itu akan dibela sekalipun jelas-jelas salah. Cinta membuat orang tidak bisa membedakan mana salah dan mana benar, mana baik dan mana buruk. Mungkin inilah yang dimaksud: cinta itu buta. Fenomena inilah yang terlihat pada diri umat islam pada umumnya, dan Dondy Tan pada khususnya terkait praktek poligami yang dilakukan muhammad. Karena sudah cinta, maka yang dicintainya itu akan terus dibela, dan pembelaan itu seringkali irasional. Apa yang dilakukan muhammad, sekalipun jelas-jelas merusak nalar akal sehat dan nurani, tetap saja dianggap baik dan benar..
Langganan:
Komentar (Atom)