Renungan
Hari Rabu Biasa XXVI, Thn II
Bac I Ayb 9: 1 – 12, 14 – 16; Injil Luk 9: 57 – 62;
Dalam Injil hari ini Yesus
dengan terang memberikan syarat untuk mengikuti Dia. Syaratnya adalah harus
siap hidup apa adanya, melepaskan keterikatan, melepaskan kenikmatan, berani
berada di zona hidup yang tidak nyaman. Dengan perkataan lain, mengikuti Yesus
berarti bukan mengedepankan keinginan pribadi, melainkan mengutamakan kehendak
Dia yang diikuti. Yesus berkata, “Serigala mempunyai liang, dan burung
mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakan
kepalaNya.” (ay 58). Menjadi pengikut Yesus berarti harus mendahulukan
kepentingan-Nya dari pada kepentingan pribadi (ay. 60).
Apa yang dikatakan Yesus dalam
Injil adalah suatu tuntutan untuk berserah diri secara total kepada Allah. Sikap
berserah diri inilah yang ditunjukkan Ayub dalam bacaan pertama hari ini. Ayub menyerahkan
hidupnya ke dalam penyelenggaraan ilahi. Dia tidak mau membantah apalagi
bersungut-sungut. Ayub berkata, “Walaupun aku benar, aku tidak mungkin
membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.”
(ay 15).
Sabda Tuhan hari ini mau
menyadarkan kita akan jati diri kita sebagai pengikut Kristus. Sakramen baptis
yang telah kita terima menjadi label diri kita adalah pengikut Kristus. Maka sebagai
pengikut Kristus sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan syarat yang telah
Yesus berikan. Dituntut sikap rendah hati agar kita bisa berserah diri
kepada-Nya, sebagaimana Ayub yang berserah diri kepada Allah.
by. adrian