Semua agama mempunyai kitab sucinya sendiri. Agama Kristen, baik itu Katolik maupun Protestan, punya Alkitab, islam punya alquran, dan lain sebagainya. Masing-masing agama mempunyai konsep tentang kitab sucinya, yang berbeda dari satu agama ke agama lain. Orang Kristen, entah itu Katolik maupun Protestan, tidak mempermasalahkan bahasa yang digunakan dalam kitab sucinya itu. Sekalipun tertulis dalam bahasa Batak atau Minang atau Sunda, tetap saja itu dilihat sebagai kitab suci. Namun berbeda dengan islam. Yang dilihat sebagai kitab suci atau alquran hanyalah kitab dengan tulisan Arab. Jika ada terjemahan atau hanya berbahasa lain, itu bukanlah kitab suci.
budak bangka
Jumat, 01 Mei 2026
Rabu, 29 April 2026
Membela Kemaksiatan dengan Mengecilkan Masalah
Sepanjang bulan Oktober 2005 pondok pesantren menjadi sorotan publik. Salah satu akarnya adalah skandal seksual yang melibatkan kyai dan pengurus pondok pesantren. Korbannya adalah para santriwati. Sekalipun jelas-jelas ada masalah, tetap saja orang melakukan pembelaan terhadap pondok pesantren. Salah satunya adalah mentri agama. Beliau mengatakan bahwa kasus seksual yang terjadi di pondok pesantren sebenarnya kasus kecil karena jumlahnya sedikit, namun dibesar-besarkan oleh media. Pak mentri tak sadar besarnya kasus ini bukan karena sedikitnya jumlah, melainkan karena pelakunya adalah seorang kyai yang paham ajaran agama. Tempatnya juga menentukan kasus ini menjadi besar. Kalau kasus pelecehan seksual terjadi di tempat umum, tentulah tidak akan menjadi besar.
Senin, 27 April 2026
Meski Mahatahu Allah swt Tak Tahu Bedakan Langit dari Awan
Alquran diyakini oleh orang islam sebagai wahyu yang langsung turun dari auloh. Artinya, ayat-ayat yang tertulis dalam alquran merupakan perkataan auloh sendiri. Jadi, "wahyu auloh" dipahami sebagai perkataan auloh secara langsung dan hurufia. Karena itu, jika tertulis: aku menurunkan wahyuku, itu berarti auloh berkata bahwa dia menurunkan wahyunya. Dengan kata lain, yang menurunkan wahyu adalah auloh. Menjadi persoalan, ditemui adanya pertentangan antara ayat dan surah yang satu dengan yang lain. Misalnya soal turunnya hujan. Ada ayat yang mengatakan hujan dari langit, ayat lain mengatakan dari awan. Padahal umumnya orang tahu hujan itu dari awan. Tak pernah hujan turun dari langit. Menghadapi hal ini, sering umat islam membela bahwa awan itu di atas, sama seperti langit. Tentulah ini merupakan rasionalisasi yang konyol, karena sekalipun sama-sama di atas tetap saja awan itu berbeda dengan langit.
Langganan:
Postingan (Atom)