Rabu, 29 Oktober 2014

Keprihatinan akan Gejala Normal Masa Puber

KEPRIHATINAN UMUM AKAN KENORMALAN SELAMA MASA PUBER
Keprihatinan Anak Laki-laki
Basah Malam
Kalau anak laki-laki tidak diberitahu tentang hal ini, maka pengalamannya yang pertama, yaitu basah malam, dapat menjadi pengalaman yang traumatis

Ciri-ciri Seks Sekunder
Anak laki-laki terutama terganggu oleh lambatnya pertumbuhan rambut wajah, suara yang serak dan suara yang pecah karena adanya perubahan suara, dan perkembangan yang lambat dari otot-otot.

Kurangnya Minat terhadap Anak Perempuan
Kalau anak melihat anak laki-laki yang lebih besar atau yang lebih mstang menunjukkan minat kepada anak perempuan dan berkencan, ia ragu apakah ia sendiri normal kalau-kalau ia tidak mempunyai minat seperti itu.

Orang Kudus 29 Oktober: St. Gaetano Errico

SANTO GAETANO ERRICO
Gaetano Errico lahir pada 19 Oktober 1791 di Secondigliano, Naples, Italia. Ia adalah putera dari Pasquale, seorang manajer pabrik pasta, dan Maria Marseglia, seorang penenun. Gaetano dikenal sebagai seorang anak yang rajin membantu ayahnya.

Ketika berusia empatbelas tahun, Gaetano merasakan panggilan Tuhan untuk menjadi seorang imam. Gaetano melamar untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Kapusin dan Kongregasi Redemptoris, tetapi ia tidak diterima karena alasan usia atau kesehatan. Gaetano kemudian bergabung dengan seminari diosesan Naples. Karena kesulitan keuangan, Gaetano tidak dapat tinggal di seminari, sehingga ia harus berjalan sejauh 8 km dari rumahnya menuju seminari. Gaetano dikenal sebagai pribadi yang rajin mengikuti Perayaan Ekaristi setiap hari. Ia juga selalu membantu pekerjaan orang tuanya.

Pada 23 September 1815, Gaetano ditahbiskan sebagai imam dan ditugaskan sebagai guru selama duapuluh tahun. Gaetano kemudian menjadi pastor paroki St. Kosmas dan Damianus. Gaetano dikenal karena pelayanan dalam Sakramen Tobat. Gaetano mendapat sebuah penglihatan akan St Alfonsus Maria de Ligouri, yang menyampaikan pesan dari Tuhan agar mendirikan sebuah gereja dan kongregasi.

Renungan Hari Rabu Biasa XXX - Thn II

Renungan Hari Rabu Biasa XXX, Thn A/II
Bac I    Ef 6: 1 – 9; Injil                      Luk 13: 22 – 30;

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus memberi pengajaran tentang siapa yang akan diselamatkan. Hal ini bermula dari jawaban-Nya atas pertanyaan orang apakah hanya sedikit saja yang diselamatkan. Tuhan Yesus, sebagaimana biasanya, tidak memberikan jawaban langsung. Tuhan Yesus hanya mengajak untuk berusaha dan berjuang. Usaha dan perjuangan ini berlaku untuk semua orang, bahkan untuk orang yang mungkin sudah punya relasi dekat dengan Tuhan, seperti yang diungkapkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan. Salah satu tolok ukur uasaha dan perjuangan itu adalah melakukan kehendak Allah.

Apa yang disampaikan Tuhan Yesus dalam Injil, kembali ditegaskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Dalam bacaan pertama hari ini, Paulus mengajak jemaat untuk bertindak sebagai murid-murid Kristus dengan melakukan kehendak Allah. Bagi Paulus, melakukan kebaikan kepada sesama bukan semata-mata merupakan tindakan manusia, melainkan juga tindakan ilahi. Misalnya, anak menaati orang tua harus di dalam Tuhan, orang tua menasehati anak harus dalam ajaran dan nasehat Tuhan atau para hamba menaati tuannya seperti taat kepada Kristus. Inilah yang menjadi kehendak Tuhan.

Ada gambaran bahwa imam itu adalah perantara manusia dengan Allah. Menjadi imam berarti dekat dengan Tuhan. Nasib umat biasa tergantung padanya. Karena itu, tak sedikit umat awam menilai bahwa imam itu pasti masuk surga. Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa setiap orang harus berusaha dan berjuang untuk dapat diselamatkan, tak terkecuali para imam. Semua kita musti melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kita. Para imam harus melayani umatnya dalam Tuhan. Inilah yang dikehendaki Tuhan. Jika imam melayani umat demi kepentingan dirinya sendiri, jelas ia tidak akan diselamatkan. Intinya, Tuhan menghendaki kita semua untuk senantiasa berusaha dan berjuang melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupan kita.

by: adrian