Sejak awal Gereja Kristus cuma satu, meski ada beberapa ritus yang berbeda. Mulai abad XVI Gereja mulai terpecah-pecah. Inilah yang dinamakan reformasi. Sayangnya reformasi ini bukannya membuat Gereja semakin baik dan benar, tetapi justru sebaliknya. Gereja terpecah belah. Tidak lagi berdasarkan wajah Kristus yang disampaikan para rasul, melainkan wajah Kristus berdasarkan selera sang reformator. Karena itu, ketika ada yang tidak sependapat dengan gambaran yang sudah ada orang akhirnya membangun gereja baru. Atau ketika punya gambaran wajah Kristus sesuai dengan seleranya, ia akan dirikan jemaat baru. Oleh karena itulah, pecahan-pecahan ini disebut dengan istilah protestanisme.