Bencana robohnya pondok pesantren al khoziny membuka tabir kehidupan pesantren. Tentu hal ini tak lepas dari tayangan Trans 7. Apa yang disajikan oleh trans 7 dan oleh beberapa media sosial mengungkapkan praktek feodalisme yang ada di sana. Sayangnya, PBNU dan para alumni pondok pesantren tidak mengakui, dan justru menilai hal itu sudah menjadi tradisi. Baik PBNU maupun warga NU lainnya balik menyerang trans 7 dan media sosial yang mengungkap praktek feodalisme itu. Sungguh memprihatinkan memang. Bukannya memperbaiki diri, tapi malah mempertahankan keburukan diri.