Rabu, 29 April 2026

Membela Kemaksiatan dengan Mengecilkan Masalah



Sepanjang bulan Oktober 2005 pondok pesantren menjadi sorotan publik. Salah satu akarnya adalah skandal seksual yang melibatkan kyai dan pengurus pondok pesantren. Korbannya adalah para santriwati. Sekalipun jelas-jelas ada masalah, tetap saja orang melakukan pembelaan terhadap pondok pesantren. Salah satunya adalah mentri agama. Beliau mengatakan bahwa kasus seksual yang terjadi di pondok pesantren sebenarnya kasus kecil karena jumlahnya sedikit, namun dibesar-besarkan oleh media. Pak mentri tak sadar besarnya kasus ini bukan karena sedikitnya jumlah, melainkan karena pelakunya adalah seorang kyai yang paham ajaran agama. Tempatnya juga menentukan kasus ini menjadi besar. Kalau kasus pelecehan seksual terjadi di tempat umum, tentulah tidak akan menjadi besar.

Senin, 27 April 2026

Meski Mahatahu Allah swt Tak Tahu Bedakan Langit dari Awan



Alquran diyakini oleh orang islam sebagai wahyu yang langsung turun dari auloh. Artinya, ayat-ayat yang tertulis dalam alquran merupakan perkataan auloh sendiri. Jadi, "wahyu auloh" dipahami sebagai perkataan auloh secara langsung dan hurufia. Karena itu, jika tertulis: aku menurunkan wahyuku, itu berarti auloh berkata bahwa dia menurunkan wahyunya. Dengan kata lain, yang menurunkan wahyu adalah auloh. Menjadi persoalan, ditemui adanya pertentangan antara ayat dan surah yang satu dengan yang lain. Misalnya soal turunnya hujan. Ada ayat yang mengatakan hujan dari langit, ayat lain mengatakan dari awan. Padahal umumnya orang tahu hujan itu dari awan. Tak pernah hujan turun dari langit. Menghadapi hal ini, sering umat islam membela bahwa awan itu di atas, sama seperti langit. Tentulah ini merupakan rasionalisasi yang konyol, karena sekalipun sama-sama di atas tetap saja awan itu berbeda dengan langit.

Jumat, 24 April 2026

Dondy Tan Persoalkan Kontradiksi Alkitab Tapi Kontradiksi Quran Bungkam


 Dondy Tan adalah seorang muallaf. Dulunya dia adalah seorang kristen protestan. Sebagai seorang muallaf, Dondy Tan terlihat berusaha keras untuk memuallafkan orang Kristen, apakah itu Katolik atau juga Protestan. Berbagai upaya dilakukannya, termasuk penyesatan. Banyak postingan-postingannya memperlihatkan penyesatan itu. Hanya dengan modal pengetahuannya yang sangat terbatas selama menjadi orang kristen, dan itu pun bukan didapat dari sumber yang benar, Dondy Tan mencoba menyesatkan para murid Kristus ini. Dalam salah satu postingannya Dondy Tan mempersoalkan kontradiksi yang ada dalam Alkitab, yang katanya menjadi alasan dirinya meninggalkan agama kristen protestan dan memeluk islam. 

Kamis, 23 April 2026

Lain Benediktus XVI Lain Pula Yusuf Kalla



Pada 12 September 2006, di Universitas Regensburg Paus Benediktus XVI memberi pidato dengan judul iman, akal dan universitas. Poin yang mau disampaikan paus adalah harmoni antara iman dan rasionalitas. Pidato ini menggemparkan dunia, khususnya dunia islam, karena ada pernyataan paus yang dinilai melecehkan islam. Paus mengutip Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus, yang menyatakan: "Tunjukkan pada saya apa yang dibawa Muhammad yang baru, dan Anda akan menemukan hal-hal yang jahat dan tidak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan melalui pedang iman yang dia ajarkan". Apa yang dikatakan paus bukannya tanpa dasar. Beberapa hari kemudian paus meminta maaf secara terbuka. Berbeda dengan Yusuf Kalla. Pernyataannya di masjid Universitas Gajahmada dinilai telah melecehkan agama kristen, karena dia menyamakan kristen dan islam dalam hal mati syahid. Sekalipun pernyataan Yusuf Kalla tidak mempunyai dasar alias keliru, dia tak mau minta maaf. .

Rabu, 22 April 2026

Cacat Berpikir Pendeta Soru


Secara implisit pendeta Esra Soru mau mengkritik ajaran katolik tentang sakramen tobat. Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam sakramen tobat umat mendapatkan pengampunan dosa lewat imam. Hal inilah yang dikritik. Lucunya, pendeta Soru mengkritik cara dengan menampilkan syarat yang ada dalam alkitab. Di sinilah letak kesalahan berpikir pendeta ini. Dia menyamakan cara dengan syarat, padahal itu dua hal yang berbeda.

Senin, 20 April 2026

Gagal Paham tentang Alkitab


Sudah lumrah kalau menemui umat islam yang gagal paham soal Alkitab. Mereka hanya mengacu pada apa yang tertulis, tanpa pernah memahami konteks. Karena yang tertulis berbeda antara satu kitab dengan kitab lain, dengan mudah menyimpulkan adanya kontradiksi. Misalnya seperti postingan Grace Exodus, yang membandingkan peristiwa yang ada dalam kitab Ulangan dengan yang ada dalam kitab Hakim-hakim. Grace melihat itu peristiwa yang sama. Karena ada perbedaan ia menyimpulkan ada pertentangan dalam alkitab. Dari sini dia langsung memvonis Alkitab bukan Firman Allah. Bagaimana mungkin vonis diambil dari kegagalan paham. Karena gagal paham, maka haruslah kesimpulan dan vonisnya adalah salah.

Jumat, 17 April 2026

Dondy Tan dan Ajaran Trinitas


 Dondy Tan adalah seorang mualaf yang berupaya keras menarik umat Kristiani, baik itu Katolik maupun Protestan, untuk menjadi seperti dirinya. Karena itulah, postingan-postingan Dondy Tan sarat dengan penyesatan akan ajaran kekristenan. Memang dia pernah menjadi seorang pengikut Kristus. Dengan dasar itu, dia berusaha menyesatkan murid-murid Kristus lainnya. Salah satunya adalah ketika Dondy Tan membahas ajaran Kristen tentang trinitas.

Rabu, 15 April 2026

Harus Dikatakan Alquran Mengutip Ajaran Doketisme


Ketika orang kristen, entah itu katolik maupun protestan, percaya bahwa Yesus sungguh wafat di kayu salib, umat islam menolaknya. Dasar keyakinan kristen ini tidak hanya pada fakta sejarah, melainkan juga fakta iman. Lalu, kenapa umat islam menolaknya. Kenapa alquran, yang menjadi dasar keyakinan umat islam, menyatakan bukan Yesus yang disalibkan. Perlu diketahui bahwa alquran baru muncul pada abad VII. Dan jauh sebelum abad VII, yaitu antara abad III hingga abad V sudah ada pandangan yang mengatakan bahwa Yesus tidak wafat di kayu salib. Salah satunya adalah doketisme. Alasan mereka menolak kematian Yesus di salib adalah untuk membela keallahan Yesus. Bagi mereka tidak mungkin Allah mati di kayu salib dengan cara yang tragis. Di sini mereka mengakui bahwa Yesus itu adalah Allah, dan untuk membela itu, mereka menyatakan bukan Yesus yang wafat di salib. Apakah alquran mengutip salah satu ajaran yang membela keallahan ini, khususnya doketisme karena ditemukan adanya kamiripan redaksi?

Senin, 13 April 2026

Urusan Perut dengan Mengatasnamakan Firman


Perselisihan dalam gereja protestan bukanlah barang baru. Hal ini dapat dimaklumi, karena spirit mereka adalah protes. Akan tetapi, protes ini tidak lagi soal beda pendapat melainkan beda pendapatan. Karena itulah, untuk memperbesar pendapatan terpaksalah mencuri domba orang lain dengan mengatasnamakan Firman Allah. Akhirnya, terjadi ribut-ribut rebutan jemaat.

Jumat, 10 April 2026

Islam Tak Akan Pernah Akui Penjiplakan dlm Alquran. Ini Alasannya


 Sekalipun secara nalar akal sehat terlihat jelas dan terang benderang ada begitu banyak kisah-kisah dalam alquran bersumber dari kitab-kitab sebelum alquran, tetap saja umat islam tak akan mengakui adanya penjiplakan. Ada kisah-kisah yang dalam alquran yang memiliki kemiripan dengan kisah-kisah dalam Alkitab dan juga Taurat. Selain itu, beberapa kisah di alquran mirip dengan kitab-kitab apokrip dalam kekristenan, seperti injil Maria, dll. Selain Alkitab dan Taurat, ternyata kemiripan itu dapat dijumpai juga dalam kitab-kitab lain. Akan tetapi, meski kemiripan itu begitu vulgar, umat islam kukuh dengan keyakinannya bahwa alquran tidak menjiplak. Sayangnya, alquran sendiri tak bisa menjelaskan perihal kemiripan maupun sumber dari kemiripan itu.

Rabu, 08 April 2026

Kematian Yesus Antara Fakta dan Fantasi


Umat islam percaya bahwa Yesus atau Isa Almasih tidak mati di kayu salib. Yang mati itu adalah orang yang diserupakan oleh auloh dengan Yesus. Dasar keyakinan umat islam ini adalah perkataan auloh yang dapat dibaca dalam QS 4: 157. Umat islam yakin karena auloh itu maha tahu dan maha benar. Tidak mungkin auloh berbohong. Keyakinan umat islam ini tidak hanya bertentangan dengan keyakinan umat kristiani dan melainkan juga keyakinan dunia. Keyakinan umat kristiani dan dunia ini didasarkan pada fakta sejarah. Catatan sejarah yang hidup pada masa penyaliban mengatakan bahwa Yesus sungguh wafat di kayu salib. Karena itulah, sebenarnya siapa yang sedang berfantasi?

Senin, 06 April 2026

MINGGU PALMA RANAI 29 MARET 2026

Catatan Kecil buat Pendeta Esra Soru


Secara implisit pdt. Soru mau mengkritik ajaran katolik tentang pengampunan dosa dalam Sakramen Tobat. Beliau mungkin tak berani terang-terangan karena takut "dikuliti" oleh Romo Patris Alegro. Di sini kami mau memberi 2 catatan kecil buat pak pendeta yang terhormat. Pertama, konteks percaya dalam kutipan Kisah Para Rasul adalah baptisan. Orang yang percaya akan menerima baptis, dan karena baptis itu dosanya dihapus. Kedua, apa tolok ukur percaya yang dimaksud pdt. Soru? Orang protestan adalah orang yang percaya pada Yesus [karena itulah mereka sudah menerima baptisan]. Apakah setiap kali berdosa, dosanya sudah diampuni? Harap ingat, setan pun percaya pada Yesus.

Jumat, 03 April 2026

Ini Alasan Kenapa Wajah Nabi tak Digambar


Gambar, lukisan, musil dan patung merupakan hasil karya seni. Seni tidak hanya sekedar hendak menampilkan keindahan, melainkan ada pesan yang mau disampaikan. Pesan itu bisa saja secara langsung, bisa juga tersembunyi sehingga membutuhkan kajian dan refleksi. Ternyata islam menolak yang namanya seni. Islam menolak segala bentuk gambar, lukisan dan patung. Musik pun dilarang. Karena itulah, tak heran kalau ada larangan melukis wajah allah swt. Tidak adanya lukisan wajah allah swt itu bukan lantaran umat tak pernah melihat wajah-Nya, tetapi karena larangan. Ternyata bukan cuma wajah allah saja yang tak boleh dilukis, melainkan juga wajah muhammad. Apakah ini mau menunjukkan kesamaan derajat antara allah dan muhammad? Video di atas coba menjelaskan alasan pelarangan tersebut.

Rabu, 01 April 2026

Alquran vs Alkitab


Umat islam sangat percaya bahwa kitab sucinya langsung dari auloh. Karena auloh itu maha sempurna, maka kitabnya juga adalah sempurna. Ini sangat diyakini oleh umat islam. Dengan keyakinan ini tak jarang umat islam menjadi arogan dan memandang kitab suci umat agama lain hina. Kerap dijumpai di kehidupan nyata atau juga di media sosial umat islam membahas Alkitab dengan nada merendahkan. Benarkah demikian? Tentulah ini satu keprihatinan, karena bila melihat ke dalam kitab sucinya, ditemukan perbedaan yang sangat mencolok. Bagi yang masih waras, tentulah akan sulit menerima klaim umat islam di atas.