Sudah lumrah kalau menemui umat islam yang gagal paham soal Alkitab. Mereka hanya mengacu pada apa yang tertulis, tanpa pernah memahami konteks. Karena yang tertulis berbeda antara satu kitab dengan kitab lain, dengan mudah menyimpulkan adanya kontradiksi. Misalnya seperti postingan Grace Exodus, yang membandingkan peristiwa yang ada dalam kitab Ulangan dengan yang ada dalam kitab Hakim-hakim. Grace melihat itu peristiwa yang sama. Karena ada perbedaan ia menyimpulkan ada pertentangan dalam alkitab. Dari sini dia langsung memvonis Alkitab bukan Firman Allah. Bagaimana mungkin vonis diambil dari kegagalan paham. Karena gagal paham, maka haruslah kesimpulan dan vonisnya adalah salah.