Jumat, 09 Januari 2015

Takut pada Evangeliorum

Suatu hari Minggu, Ibu Yohana pergi ke gereja bersama cucunya, yang baru menginjak usia 9 tahun. Namanya Feliks. Karena sudah menjadi kebiasaan, Yohana membawa Feliks duduk di bangku depan. Setelah petugas menyanyikan lagu Pengantar Injil, pastor menuju mimbar sabda sambil membawa Kitab Evangeliorum.

Ketika melihat pastor mengangkat tinggi-tinggi kitab Evangeliorum, dengan suara keras, Feliks bertanya kepada neneknya, “Nek, semua isi kitab itu gak dibaca kan?”
Nanga Taman, 9 September 2014
by: adrian
Baca juga humor lainnya:

Renungan Hari Jumat sesudah Epifani, Thn B

Renungan Hari Jumat sesudah Epifani, Thn B/I
Bac I    1Yoh 5: 5 – 13; Injil              Luk 5: 12 – 16;

Hari ini Injil bercerita tentang penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus kepada orang yang sakit kusta. Dikatakan bahwa ketika melihat Tuhan Yesus, penderita kusta itu langsung memohon untuk disembuhkan. Ia tahu pada Yesus ada kesembuhan. Ia percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit kustanya. “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Demikian pinta si kusta (ay. 12). Karena kepercayaannya itulah, ia sembuh.

Bacaan pertama seakan merefleksikan kembali peristiwa penyembuhan orang kusta itu. Dalam suratnya yang pertama, Yohanes menegaskan bahwa Allah telah mengaruniakan hidup kepada kita, dan hidup itu ada dalam Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka kita dapat beroleh hidup itu. Hal inilah yang terjadi dengan orang yang menderita sakit kusta. Ia percaya kepada Tuhan Yesus dan dia sembuh.

Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan kepada kita bahwa dalam Yesus ada kehidupan; kehidupan itu adalah juga kesembuhan. Satu syarat yang dibutuhkan adalah percaya. Melalui sabda-Nya hari ini, Tuhan menghendaki kita untuk menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus. Bukan tidak mustahil, dalam kehidupan ini kita selalu menghadapi masalah dan cobaan hidup. Tuhan meminta kita untuk datang kepada-Nya, menyerahkan semua permasalahan dan cobaan hidup kita kepada-Nya. Datanglah seperti si penderita kusta. Ia memperoleh kesembuhan karena kepercayaannya. Kita pun pasti demikian.

by: adrian