Minggu, 30 Agustus 2020

MOHON KEPADA SANTO YUDAS UNTUK PULIHKAN RELASI

Manusia adalah makhluk sosial. Kesosialannya membuat setiap orang menjalin relasi dengan orang lain. Sejak lahir, setiap manusia sudah hidup dalam lingkungan sosial, yaitu ayah ibu dan juga saudara. Dengan merekalah manusia pertama kali menjalin relasi itu. Dari dalam rumah, kita membangun relasi ke luar, dimulai dari keluarga besar (kakek, nenek, paman, bibi, sepupu), tetangga hingga lingkungan masyarakat luas.
Ada banyak macam relasi antar manusia. Dalam keluarga inti ada relasi antara suami dengan isteri, antara orangtua dengan anak, dan relasi antar anak. Dalam lingkungan masyarakat luas, ada relasi pacaran, relasi ketetanggaan, relasi kerja dan sebagainya.
Akan tetapi, tak jarang orang menemukan masalah dalam relasinya dengan orang lain. Dengan kata lain, dalam hubungan sosial itu ditemukan ada permasalahan yang menggangu kedua belah pihak. Dalam relasi yang bermasalah ini biasanya masing-masing pihak merasa dirinya benar dan menyalahkan pihak lain. Tentulah hal ini tidak akan pernah menemukan titik temu. Dibutuhkan sikap rendah hati untuk saling mendahulukan pihak lain. Dengan demikian, masing-masing pihak harus berani menanggalkan ego-nya.
Selain itu, tidak salah juga jika kita memohon bantuan dari Santo Yudas lewat doa untuk memulihkan hubungan kita yang rusak. Inilah doanya:

Jumat, 28 Agustus 2020

BENARKAH ISLAM MENGHORMATI PERBEDAAN

Gerakan radikalisme, fanatisme dan/atau bahkan ekstremisme seringkali diidentikkan dengan intoleransi. Tidak ada semangat toleransi dalam setiap gerakan radikalisme (ekstremisme). Gerakan ini selalu melihat kelompoknya yang baik dan benar sedangkan kelompok lain salah dan tidak baik sehingga harus disingkirkan bahkan dimusnahkan. Dengan kata lain, semangat yang diusung oleh gerakan radikal adalah semangat menghapus keragaman sehingga muncul keseragaman.
Hingga saat ini islam selalu dikaitkan dengan kelompok radikal. Ada begitu banyak kelompok islam yang terkenal fanatik, radikal dan ekstrem bahkan cenderung menjadi teroris. Dan semua itu dilandaskan pada ajaran agamanya, yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Karena dikaitkan dengan kelompok atau gerakan ini maka islam dikatakan juga sebagai agama yang intoleran. Tidak ada semangat toleransi dalam islam.
Tidak sedikit umat islam menolak klaim tersebut. Mereka selalu mengatakan bahwa islam adalah agama toleran, yang menghargai perbedaan. Sering islam moderat menyangkal kalau Allah SWT hanya menghendaki islam saja. Biasanya mereka mendasarkan argumennya pada surah an-Nahl: 93, yang sayangnya hanya dikutip sebagian saja, alias tidak utuh. Mereka mengatakan, “Jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja).” Dengan dasar ini umat islam menyatakan bahwa mereka mengakui adanya perbedaan, dan terhadap perbedaan itu islam selalu mengedepankan toleransi.
Argumentasi di atas sangatlah lemah. Setidaknya ada 2 alasan. Pertama, seperti yang telah dikatakan tadi, kalimat di atas tidak utuh dikutip. Kalimat tersebut belum diakhiri dengan titik, tetapi masih koma. Artinya, masih ada kelanjutannya. Kalimat utuhnya, sebagai wahyu Allah SWT, adalah sebagai berikut: “Jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” Dalam kalimat utuh ini terlihat jelas bahwa Allah memang menghendaki perbedaan, akan tetapi Allah juga yang menentukan mana yang disesatkan dan mana yang diselamatkan. Hal ini kemudian ditafsirkan bahwa yang disesatkan adalah golongan kafir, dan yang diberi petunjuk adalah umat islam. Karena itulah, sejalan dengan surah al-Anfal, orang kafir akan dimusnahkan sampai ke akar-akarnya, dan tempat mereka adalah neraka (bdk. QS al-Baqarah: 24 dan QS al-Maidah: 10).

Kamis, 27 Agustus 2020

INILAH ANGGAPAN KELIRU TENTANG COWOK


Tak semua anggapan orang, terlebih cewek, tentang cowok itu benar. Bahwa cowok itu egois, emosi tinggi, atau takut berkomitmen, bisa jadi itu hanya tuduhan tanpa bukti. Cowok memang punya sifat yang beda bila dibandingkan dengan para cewek. Sebab kata orang, cowok itu berasal dari Mars dan cewek dari Venus. Mari deh lurusin dulu pemahaman soal cowok!
Cowok Takut Berkomiten
Suka mbulet kalau diajak menjalin hubungan ke arah yang lebih serius. Padahal, masa pacaran udah bertahun-tahun. Kedua keluarga juga udah saling kenal. Jika didesak, mereka malah nggak segan untuk pilih putus ketimbang melamar kita.
Sebenarnya...
Tanpa dipaksa pun, akan ada saatnya cowok butuh untuk diikat. Kalau emang udah niat serius sejak awal, dia nggak bakal ragu mengungkapkan keinginannya. Hanya, momen indah itu butuh waktu yang tepat. Dia nggak bakal sembarangan melamar, kalau segalanya dirasa belum siap. Termasuk persoalan keuangan untuk masa depan.
Cowok Suka Ngeres
Hobi berpikiran kotor alias semua hal yang berbau seks, tubuh perempuan, dan film porno.
Sebenarnya...
Cowok emang senang dikelilingi cewek seksi. Tapi, bukan berarti pikiran mereka selalu dipenuhi hal-hal berbau seks. Apalagi kalau sedang sibuk atau banyak masalah, mereka bakal malas mikirin seks. So, nggak perlu jealous sama poster-poster cewek di kamar doi. Mending dia masang poster seleb cewek, ketimbang foto mantannya!

Selasa, 25 Agustus 2020

INILAH SANKSI HUKUM DALAM GEREJA KATOLIK


HUKUM merupakan salah satu indikasi masyarakat beradab. Tanpa hukum maka manusia hidup dalam masyarakat barbar. Tidak ada keteraturan dalam tatanan sosial. Karena itu, pada setiap jenis masyarakat yang beradab selalu mempunyai hukumnya sendiri. Termasuk juga Gereja Katolik. Hukum dalam Gereja Katolik dikenal dengan istilah Hukum Kanonik. Sama seperti produk-produk hukum dalam masyarakat lainnya, siapa saja yang melanggar hukum akan mendapat sanksi hukum.
Sanksi berupa suspensi dalam KHK 1983
Tentang sanksi dalam Gereja, dapat ditemukan di Bab VI (kan. 1311-1399 KHK 1983), seperti dicantumkan dalam kan. 1311: Gereja mempunyai hak asli dan sendiri untuk mengendalikan umat beriman kristiani yang melakukan tindak kejahatan dengan sanksi hukuman. Sanksi sanksi hukuman itu terdiri dari: (1) Hukuman-hukuman medisinal atau censura; (2) hukuman-hukuman silih; (3) hukuman silih lain; (4) dan hukuman remedia poenale untuk mencegah tindak pidana (bdk Kan.1312).
Ada dua jenis hukuman dalam KHK
Dua jenis hukuman: Hukuman biasa atau disebut ferendae sententiae (masih harus diputuskan dalam hukum proses-acara) dan hukuman luar biasa latae sententiae (tanpa harus melalui hukum proses melainkan langsung kena hukuman; bdk. kan 1314). Prinsip hukum gereja dalam mengenakan sanksi terhadap imam atau umat beriman kristiani adalah hanya sejauh sungguh-sungguh perlu untuk memelihara disiplin gereja secara lebih baik (bdk. kan 1317). Maka hanya karena perbuatan imam atau umat beriman melakukan tindak pidana beberapa kali dan amat berat, hukuman latae setentiae dapat diterapkan oleh legislator (Uskup).

Senin, 24 Agustus 2020

INI KIAT ATASI RASA TAKUT PADA ANAK


Sering kita jumpai ada anak yang begitu mudah bergaul dengan siapa saja, bahkan orang yang baru dikenal. Ada kesan kedewasaan dalam dirinya. Namun tak sedikit pula dijumpai anak yang takut atau terkesan malu-malu berhadapan dengan orang baru. Atau bahkan terhadap banyak hal anak cenderung menjadi penakut. Anak penakut bisa berdampak pada hilangnya rasa percaya diri anak (baca juga: Kiat Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak).
Memang hal tersebut masih masuk dalam kategori wajar. Namun bukan lantas berarti orangtua dapat tenang-tenang saja dan membiarkan si anak terus dihantui oleh rasa takutnya. Jika tidak ditangani dengan baik dan benar, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang penakut, pemalu dan tidak mandiri. Untuk itu, berikut ini beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengatasi rasa takut pada anak.
1.     Tidak menganggap remeh rasa takut anak
Orang dewasa saja tidak suka diremehkan. Karena itu, jangan sekalipun menganggap remeh rasa takut yang dialami anak. Tunjukkan bahwa sebagai orangtua kita bisa memahaminya sepenuhnya, termasuk hal-hal yang ditakuti. Tempatkan diri pada posisi anak, peluk dan tenangkan ia sambil membisikkan di telinganya: “Semuanya akan baik-baik saja.” Jika berhadapan dengan orang baru yang kita kenal, namun belum dikenal anak, perlahan-lahan kita beri pengertian siapa orang baru itu. Dalam hal ini, sangat baik jika orangtua menggunakan bahasa yang dipahami anak.
2.     Dekati dan bicarakan

Jumat, 21 Agustus 2020

TAK ADA TOLERANSI DALAM ISLAM

Manusia adalah makhluk sosial. Kesosialan itu membuat manusia hidup berdampingan dengan orang lain. Satu fakta tak bisa ditolak adalah tak ada manusia hidup seorang diri di suatu tempat. Kesosialan itu juga mau menunjukkan bahwa manusia itu beragam, baik dari segi jenis kelamin, warna kulit, suku, status sosial maupun agama. Setiap manusia berbeda.
Perbedaan antar manusia hanya sebatas membedakan, bukan memisahkan. Manusia tetap sebagai makhluk sosial; dan kesosialan itu membuat dia tetap hidup berteman dengan perbedaan tadi. Pertemanan dalam perbedaan dapat terwujud jika tiap-tiap orang memiliki sikap hormat satu sama lain. Menghormati seseorang berarti juga menghormati totalitas dirinya, yang karena totalitas itu dia berbeda dari kita. Jadi, menghormati seseorang sekaligus juga menghormati perbedaan. Dengan menghormati perbedaan bukan lantas berarti kita sama dengan dia.
Apakah islam mempunyai tradisi menghormati perbedaan dengan orang lain? Perbedaan di sini hanya sebatas perbedaan agama, bukan lainnya. Karena jika antar sesama islam, umat islam sungguh memiliki sikap menghormati. Suku, warna kulit, ras, antar golongan telah disatukan oleh islam. KH Zainuddin MZ pernah berkata bahwa umat islam itu seperti lebah. Jika salah satu bagian sarang lebah diganggu, maka semua lebah akan ngamuk. Hal senada diungkapkan Sayyid Mahmoud al-Qimni, “Jika identitas Mesir berdasarkan pada Arabia dan persekutuan islamiah, maka orang muslim Mesir lebih merasa bersaudara dengan muslim Bosnia dibandingkan dengan orang Mesir Kristen Koptik. Dengan begitu, mencurahkan darah orang Mesir Koptik dianggap halal, dan orang Mesir Kristen ini dibunuh karena apa yang terjadi terhadap Muslim di Bosnia dan Hursik.”

Kamis, 20 Agustus 2020

MEMBACA BUKU “THE TRUTH ABOUT MUHAMMAD: FOUNDER OF THE WORLD’S MOST INTOLERANT RELIGION”


Buku The Truth about Muhammad: Founder of the World’s Most Intolerant Region merupakan buku yang mengupas sosok nabi Muhammad SAW yang, bisa dikatakan, ditutupi oleh umat islam. Buku ini ditulis oleh Robert Spencer, dan dipersembahkan kepada mereka yang bertahan saat menghadapi tirani. Spencer mengakui bahwa buku ini bukan sebuah biografi komprehensif nabi Muhammad. Dapat dikatakan bahwa tujuan penulisan buku ini adalah untuk menunjukkan pandangan-pandangan Muhammad dan islam yang membentuk islam sebagai agama yang tidak toleran. Bagi penulis, pandangan-pandangan Muhammad membentuk tirani di kemudian hari sehingga membungkam kebebasan berbicara dan berpendapat.
Semua rangkaian pemikiran Spencer dituangkan dalam 10 pasal, ke dalam lebih kurang 170 halaman (minus cover, daftar isi, ucapan terima kasih dan catatan kaki). Spencer mengawali tulisannya dengan mengungkapkan dasar kenapa biografi Muhammad relevan saat ini. Setidaknya ada 2 poin penting yang hendak dipaparkan Spencer di sini, yaitu soal slogan “islam adalah agama damai” yang kontras dengan kenyataan, dan apakah Muhammad yang dibicarakan semua orang, baik islam radikal maupun moderat dan juga umat non muslim adalah sosok yang sama.
Buku ini menampilkan 2 peran nabi Muhammad, yaitu sebagai nabi (pasal 3) dan sebagai panglima perang (pasal 6). Pembagian peran ini sedikit berbeda dengan pembagian yang kami buat (silahkan baca buku kami: Tiga Pilar Islam). Bagi kami, ada 3 peran Muhammad, yaitu sebagai nabi, pemimpin dan penguasa. Mungkin peran pemimpin ini dileburkan Spencer ke dalam 2 peran tersebut. Yang menarik adalah porsi penjabaran 2 peran tersebut. Peran Muhammad sebagai nabi dijabarkan ke dalam 2 pasal (pasal 4 dan 5), sedangkan peran sebagai panglima perang dijabarkan ke dalam 3 pasal (pasal 7, 8 dan 9). Pasal 10 (Warisan Muhammad) bisa dikatakan sebagai rangkuman dari seluruh tulisan atau peran Muhammad.
Terjemahan bahasa Indonesia buku ini lumayan bagus, dan uraiannya pun sangat sederhana sehingga tidak membosankan untuk membaca. Sangat disayangkan bila buku ini dilewatkan begitu saja, karena selain mengungkap tentang sosok nabi Muhammad, pembaca juga dapat mengetahui tentang agama islam.
Spencer mengklaim bahwa bukunya ini merupakan buku yang berbahaya? Kenapa dikatakan berbahaya, silahkan pembaca menilai sendiri setelah membacanya. Untuk dapat membaca (atau juga mend-download) buku ini, silahkan klik di sini. Selamat membaca!!!

Rabu, 19 Agustus 2020

PAUS FRANSISKUS: PERDAGANGAN MANUSIA ADALAH MOMOK MARTABAT MANUSIA


Konferensi Waligereja Argentina baru-baru ini mengadakan seminar online untuk merayakan Hari Menentang Perdagangan Manusia Sedunia. Dalam pesan yang dikirim oleh Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, Paus Fransiskus menggambarkan perbudakan modern sebagai “momok yang melukai martabat saudara dan saudari kita yang paling lemah.”
Paus Fransiskus mengatakan bahwa dalam dunia kontemporer ini amat disayangkan ditandai oleh perspektif utilitarian yang memandang orang lain sesuai criteria manfaat dan kesenangan pribadi. Sudut pandang egois ini, lanjut Paus Fransiskus, membuat orang lain tak bisa mengalami kepenuhan kemanusiaan mereka yang unik dan tidak dapat diulang.
Mengingat situasi dramatis orang-orang yang digunakan untuk keuntungan komesial, Paus Fransiskus mendorong semua orang “berkomitmen menghapus total momok ini”. Paus Fransiskus juga mengungkapkan dukungannya pada upaya-upaya untuk membantu para survivor dan untuk bekerja sama membangun jalan yang mengarah pada kebaikan bersama dan realisasi penuh kehidupan manusia.
Paus Fransiskus mengakhiri pesannya dengan memberkati para peserta seminar, dan meminta perlindungan Bunda Maria dari Lujan. Seminar itu diadakan pada 30 Juli dengan platform Zoom dengan judul “Bersama Menantang Perdagangan Manusia.” Sebanyak 600 peserta mewakili berbagai sector yang berupaya memerangi momok perbudakan modern termasuk pewakilan Gereja, politikus, pekerja kemanusiaan dan pejabat dari pengadilan Argentina. Penyelengara acara menyatakan kepuasannya karena pandemic covid-19 tidak memaksa pembatalan seminar itu. Perlunya meningkatkan kesadaran public tentang masalah ini sudah bekembang karena keadaan saat ini membuat potensi kerentanan lebih besar dan lebih menyokong eksploitasi manusia.
diambil dari Pena Katolik

CARA SEDERHANA ATASI SAKIT TENGGOROKAN


Sakit tenggorokan yang biasanya disebabkan virus dan/atau bakteri terkadang memang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Namun, pada beberapa kasus, sakit tenggorokan sebenarnya bisa disembuhkan dengan obat yang aman, murah, mudah dan tanpa efek samping, yakni bahan-bahan yang ada di dapur.
Dikutip dari Medindia, inilah obat yang berasal dari bahan-bahan di dapur rumah yang dapat digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan.
1.    Teh jahe. Kita bisa menambahkan satu inchi potongan jahe yang dimemarkan kemudian rebus selama dua hingga 5 menit. Kemudian, campurlah dengan teh yang telah dibuat sebelumnya.
2.    Teh chamomile. Teh chamomile hangat juga dapat mengurangi sakit tenggorokan karena bisa mengatasi peradangan. Seduh dua kantong teh chamomile dengan satu cangkir air mendidih. Jika ingin mendapat rasa manis, kita bisa menambahkan madu.
3.    Kumur dengan campuran kunyit, air dan garam. Ini adalah obatrumahan yang sangat efektif untuk menghilangkan rasa sakit pada tenggorokan. Ditambah lagi bahan-bahan yang diperlukan pasti selalu tersedia di dapaur. Campurkan satu sendok teh garam dan sejumput kunyit dengan 200 ml air hangat kemudian berkumurlah beberapa kali sehari.

Selasa, 18 Agustus 2020

MEMAHAMI ARTI KEHILANGAN


Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.
Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.
Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya.
Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali.
Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orangtua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.
Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya.
Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Senin, 17 Agustus 2020

MENEMUKAN KEBENARAN SABDA YESUS


Yesus pernah berkata bahwa Dia datang untuk membawa pertentangan. “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang.” (Mat 10: 34). Pedang di sini bukanlah simbol dari kekerasan, melainkan pemisahan.
Apa yang dikatakan Yesus ini sudah banyak terbukti kebenarannya. Salah satunya adalah pengalaman Guru Besar Sejarah Islam di Universitas Al-Azhar, Mesir. Berikut ini kisah pengalaman hidupnya.
Latar Belakang
Sejak umur 5 tahun saya sudah belajar menghafal Al-Qur’an. Paman saya yang mengajar dan membimbing saya hampir setiap hari. Ia menjadi penasihat saya. Ketika saya berumur enam tahun, ia memasukkan saya ke sekolah dasar Al-Azhar. Sekolah bergengsi ini difokuskan pada pendidikan agama Islam.
Hampir setiap pagi, saya pergi bersama ayah dan paman ke mesjid untuk shalat subuh, yang dimulai sekitar pukul 03.30 pagi dan berakhir sekitar pukul 04.30. Setelah sembahyang, saya biasanya menunggu di mesjid dengan salinan Al-Qur’an saya. Sebelum saya mulai menghafal ayat-ayat baru, saya menguji diri saya sendiri akan ayat-ayat yang telah saya hafalkan dua hari sebelumnya. Setelah saya yakin bahwa hafalan saya benar, saya mulai dengan materi yang baru.
Saya sangat berhati-hati mempertahankan apa yang telah saya pelajari, jadi saya menghabiskan waktu dua atau tiga hari dalam sebulan untuk meninjau ulang. Jika Anda bertanya kepada saya tentang sebuah ayat yang telah saya hafalkan beberapa bulan sebelumnya, ayat itu telah ada di dalam pikiran saya.

Minggu, 16 Agustus 2020

HUT PROKMALASI RI DALAM LITURGI KATOLIK


Merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, sama artinya merayakan proklamasi bangsa Indonesia yang dikumandangkan oleh Bung Karno. Alasannya karena kemerdekaan bangsa Indonesia dimulai saat Bung Karno, atas nama bangsa Indonesia, membacakan teks proklamasi kemerdekaan, yang diketik Sayuti Melik. Kemerdekaan itu adalah kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu juga, kegembiraan atas ulang tahun kemerdekaan RI ini adalah kegembiraan semua rakyat Indonesia.
Atas kegembiraan itu, rakyat Indonesia diajak untuk menghaturkan syukur. Semua rakyat Indonesia bergembira merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka merayakan dengan berbagai macam kegiatan. Umat Katolik di seluruh Indonesia merayakannya dengan perayaan ekaristi. Ulang tahun proklamasi dalam liturgi orang Katolik termasuk Hari Raya. Karena itu, perayaan ekaristinya meriah.
Dalam perayaan ekaristi itu, umat Katolik diajak untuk menghaturkan syukur kepada Tuhan karena anugerah kemerdekaan yang diberikan-Nya. Bagi umat Katolik, kemerdekaan yang didapat bangsa Indonesia bukan semata-mata perjuangan anak bangsa, melainkan juga anugerah, rahmat dan berkat Tuhan. Hal ini senada dengan bunyi alinea ketiga mukadimah UUD’45, “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Umat Katolik juga diajak untuk mengenangkan jasa para pahlawan serta mendoakan mereka. Perjuangan merekalah (dan dengan karunia Allah) yang menghasilkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Selain itu, dalam perayaan ekaristi itu juga umat Katolik berdoa untuk bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia agar terhindar dari mala petaka dan dapat mencapai kesejahteraan serta hidup damai. Umat berdoa bukan hanya untuk umat Katolik atau Kristen saja, melainkan untuk semua rakyat Indonesia, tanpa melihat suku, ras, agama, golongan dan aliran ideologinya.

Jumat, 14 Agustus 2020

SIAPA KREATOR AL-QUR’AN

Banyak orang meragukan keaslian Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT. Tak sedikit bahkan dengan tegas menyimpulkan bahwa Al-Qur’an bukanlah wahyu Allah. Pernyataan seperti ini tentulah akan menimbulkan pertanyaan, siapa yang ada di balik kemunculan Al-Qur’an. Apakah ia merupakan karya makhluk halus, yang di dunia Arab dikenal dengan sebutan jin, ataukah hasil ciptaan tangan-tangan manusia.
Jika Al-Qur’an ditelaah, atau setidak-tidaknya dibaca dengan kritis, orang akan sampai pada kesimpulan bahwa ada tangan manusia di sana. Dan tangan manusia yang bertanggung jawab di sana adalah Muhammad. Harus jujur dikatakan bahwa Al-Qur’an merupakan rekayasa nabi Muhammad SAW. Hal ini sebenarnya sudah terungkap sejak kemunculannya pertama kali. Setidaknya ada tiga argumen untuk membuktikan kebenaran ini.
1.    Al-Qur’an bertentangan dengan ilmu pengetahuan
Pastilah semua orang, apapun agamanya, sepakat bahwa esensi Allah itu adalah Mahabenar, Mahatahu dan Maha Sempurna serta kekal. Karena itu, haruslah diterima bahwa Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah mestilah tanpa kesalahan, tidak ada kekurangan, harus lengkap dan benar. Akan tetapi, jika ditelaah dengan saksama Al-Qur’an tidak memenuhi standar tersebut.

Kamis, 13 Agustus 2020

INILAH SYARAT UNTUK SEORANG PEMIMPIN


Setiap manusia terlahir sebagai pemimpin. Minimal ia memimpin dirinya sendiri. Memimpin diri sendiri juga membutuhkan keahlian tersendiri. Sebelum orang tampil memimpin orang dalam dalam sebuah organisasi, adalah baik jika ia dapat memimpin dirinya sendiri dahulu. Bagaimana ia bisa memimpin orang lain jika diri sendiri saja tidak bisa dipimpin?
Sebagaimana bila memimpin orang lain, seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah, mendengarkan orang lain, menjadi contoh, merancang dan membuat skala prioritas dan sebagainya, demikian pula terhadap diri sendiri. Setiap individu tentu tak luput dari masalah. Oleh karena itu, bagaimana kita sebagai pribadi mengatasi masalah pribadi itu, membuat rencana hidup, dll.
Dalam tulisan ini uraian “pemimpin” lebih pada masalah keorganisasian. Artinya, yang mau dilihat di sini adalah pemimpin dalam sebuah organisasi, seperti paroki, lembaga, yayasan, kelompok, dll. Sekalipun terlahir sebagai pemimpin, namun tidak semua manusia bisa tampil sebagai pemimpin; sekalipun sebuah organisasi itu memiliki pemimpin, namun belum tentu ada kepemimpinan di sana.
Untuk menjadi pemimpin dibutuhkan beberapa syarat. Pemimpin yang dimaksudkan di sini bukan semata leader, melainkan lebih pada leadership. Syarat-syarat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin adalah sebagai berikut.
1.    PROBLEM  SEEKER
Pertama-tama seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk dapat melihat dan menemukan masalah. Sekecil apapun suatu masalah, harus dapat ditemukan akar masalahnya dan diusahakan untuk segera mengatasinya. Masalah kecil yang dibiarkan akan dapat menjadi masalah besar. Setelah menemukan masalah dan akar masalahnya, maka seorang pemimpin diminta untuk dapat menyelesaikannya, bukan dengan membiarkan waktu yang menyelesaikannya. Penyelesaian masalah itu tidak harus oleh pemimpin sendirian, melainkan dapat meminta bantuan kepada rekan lainnya atau dalam kebersamaan sebagai team work.

NASEHAT PUTRA SIRAKH TENTANG KEBIJAKSANAAN


Siapa yang mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan,
dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya
akan penuh sukacita.
Siapa yang berpaut padanya mewarisi kemuliaan,
dan ia diberkati Tuhan dimana pun ia berlangkah.
Barangsiapa melayani kebijaksanaan,
bergilir bakti kepada Yang Kudus,
dan siapa mencintainya dicintai oleh Tuhan.
Siapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil,
dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya.
Jika orang percaya pada kebijaksanaan,
niscaya ia mewarisinya,
dan keturunannya akan tetap memilikinya.
Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan
di jalan yang berbelok-belok dahulu,
sehingga didatangi ketakutan dan getaran;
boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia
dengan siasat sampai dapat percaya padanya,
dan mengujinya dengan segala aturannya.
Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya
dengan kebaikan yang menggembirakan,
dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia.
Jika orang sampai menyimpang,
maka dibuang oleh kebijaksanaan
dan diserahkan kepada kebinasaan.
sumber: Putra Sirakh 4: 12 – 19

Rabu, 12 Agustus 2020

TUMBUHKANLAH KEBIASAAN TERSENYUM


"Senyum yang hangat adalah bahasa universal sebuah kebaikan." Demikian kata William Arthur Ward. Karena itu, tersenyumlah, setiap kali Anda membuka mata di pagi hari. Tersenyumlah untuk hari baru, harapan baru dan berkah baru. Awalilah harimu dengan senyum, maka indahlah harimu.
Meskipun Anda sedang punya masalah, Anda selalu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Karena jika Anda hitung, berkah Tuhan pasti lebih banyak daripada masalah yang datang kepada Anda. Terlalu larut dalam memikirkan masalah, membuat beban hidup terasa berat. Senyum Anda akan meringankannya.
Tersenyumlah karena ke mana pun Anda pergi atau apapun bahasa yang diucapkan orang, setiap orang di semua budaya dan negara ini mengerti dan merespon untuk sebuah bahasa universal:  senyum.
Senyum menciptakan koneksi dengan orang yang asing sekali pun, yang tidak berbicara dalam bahasa kita. Ketika Anda tersenyum kepada orang asing atau orang yang baru Anda kenal, maka dia pun akan tersenyum membalas. Itulah awal komunikasi verbal. Senyum itu memantul. Begitu Anda tersenyum pada orang lain, ia pun akan tersenyum balik kepada Anda.
Tersenyumlah, karena senyum akan merangsang munculnya hormon-hormon seratonin, dopamine dan hormon-hormon lainnya yang memberikan rasa senang dan bahagia kepada Anda. Daptlah dikatakan bahwa dengan tersenyum, maka kesehatan akan muncul dalam diri kita. Senyum juga dapat memperkebal sistem imun tubuh, mengurangi stress, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan citra positif.
Tersenyumlah, karena senyum manis Anda akan dikenang orang lain dan menghibur orang-orang yang Anda kasihi.
Tersenyumlah, karena senyum itu pun mudah dan gratis.
diambil dari tulisan 7 tahun lalu

TIPS MENANGANI SENDIRI SAKIT MAAG


Sakit sudah merupakan bagian dari hidup manusia. Tak ada manusia di dunia ini yang tak pernah sakit atau menderita suatu penyakit. Salah satu jenis penyakit adalah sakit perut atau maag.
Umumnya orang menangani sakit dengan cara mudah dan gampang, yaitu minum obat, baik yang melalui resep dokter ataupun tidak. Kemudahan selalu didapat oleh manusia. Dengan mudah kita dapat membeli obat di warung-warung terdekat. Tinggal sebutkan saja obatnya.
Orang kebanyakan tidak sadar kalau sebenarnya obat itu adalah racun. Semakin sering kita mengkonsumsi obat, secara tidak langsung kita sudah menimbun racun dalam tubuh kita. Padahal kepada kita Tuhan sudah menganugerahi antobodi, juga kemampuan untuk menangani sendiri suatu penyakit.
Intinya adalah jangan terlalu mudah menyerahkan masalah sakit dengan urusan medis. Salah satu kuncinya adalah kita harus tahu penyakit kita. Yang lebih mengetahui diri kita adalah kita sendiri. Karena itu, kita sebenarnya dapat menangani sendiri penyakit yang kita alami. Berikut ini akan disampaikan cara menyembuhkan sendiri sakit perut dan maag.
1.    Minum Segelas air putih (Boleh juga tanpa minum)
2.    Satukan dua jari tangan (telunjuk dan tengah).
3.    Gunakan kedua jari tersebut, ketuk secara lembut daerah 1-2 cm di bawah mata (di bagian tonjolan tulangnya) dengan kecepatan kira-kira 2-3 ketukan perdetik, berulang-ulang selama minimal 2-3 menit.
4.    Rasakan berkurangnya sakit di perut. Lanjutkan hingga sakit perut benar-benar hilang (berkisar 5-10 menit.)

Selasa, 11 Agustus 2020

NASEHAT PUTRA SIRAKH TENTANG SAHABAT


Tenggorokan yang manis mendapatkan banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut. Mudah-mudahan orang yang damai denganmu banyak adanya, tetapi hanya satu dari seribu hendaknya menjadi penasehatmu.
Jika engkau mau mendapatkan sahabat, kajilah dia dahulu, dan jangan segera percaya padanya. Sebab ada orang yang bersahabat hanya menurut ketikanya sendiri, tetapi pada hari kesukaranmu tidak bertahan.
Ada juga sahabat yang berubah menjadi musuh, lalu menceritakan persengketaan untuk menistakan dikau. Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tapi tidak bertahan pada hari kesukaranmu. Pada waktu engkau sejahtera ia adalah seperti engkau sendiri dan lancang berbicara dengan seisi rumahmu. Tetapi bila engkau mundur maka ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu.
Jauhkanlah diri dari para musuhmu, tetapi berhati-hatilah terhadap para sahabatmu.
Sahabat setiawan merupakan perlindungan yang kokoh. Barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta. Sahabat setiawan tiada ternilai, dan harganya tidak ada tertimbang. Sahabat setiawan adalah obat kehidupan. Orang yang takut akan Tuhan memperolehnya.
Orang yang takut akan Tuhan memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab seperti ia sendiri demikianlah temannya.
sumber: Kitab Putra Sirakh 6: 5 - 17

MITOLOGI CINTA ITU BUTA


Pada jaman dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang, dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan.
Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul: “Mari kita bermain petak umpet.”
Mereka semua menyukai ide tersebut, dan secara tiba-tiba Kegilaan berteriak: “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!”
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari Kegilaan, semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar ke pohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…” Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tersebut bersembunyi.
Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan, Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih Sayang bergulung di antara awan dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah-tengah bumi. Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.
Dan Kegilaan masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu…” Ketika itu, semua sifat tersebut telah bersembunyi — kecuali Cinta. Seperti Keragu-raguan, demikianlah Cinta, dia tak bisa memutuskan ke mana harus bersembunyi. Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta.
Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua.”

Senin, 10 Agustus 2020

MEDIA DAN SEKSUALITAS YANG PERMISIF


Melihat perubahan yang tengah terjadi dalam masyarakat, di dalamnya terpantul juga keterbukaan seksualitas. Semula hubungan seksual lebih banyak merujuk fungsi reproduksinya, kini fungsi rekreatif juga menonjol. Dan, dalam keterbukaan itu, kaum muda terlibat di dalamnya.
Meminjam psikologi Freudian, kaum muda atau remaja (adolesence) adalah seseorang yang mulai memasuki pubertas, yang ditandai kematangan alat seksual, di antaranya dapat memberi keturunan. Masa awal pubertas diperkirakan antara 12-14 tahun dan berakhir 18-22 tahun.
Tapi, aspek penting masa pubertas ini adalah perubahan emosi yang muncul bersamaan dengan perubahan fisik. Remaja adalah kelompok usia yang secara seksual aktif, terjadi peningkatan hasrat seksual, tetapi budaya dan agama belum memberi peluang untuk penyalurannya.
Akibat dari hal-hal yang bertentangan itu, menurut Freud, emosi remaja menjadi labil. Bila labilitas emosi tidak terkontrol akan mendorong munculnya perilaku menyimpang.
Represi Seksualitas
Kajian Michel Foucault pada masyarakat Eropa sebelum abad ke-18 menunjukkan, seks diungkapkan tanpa ragu. Perilaku vulgar, jorok, tidak santun, sangat longgar. Tetapi, waktu Ratu Victoria (1837-1900) berkuasa di Inggris, budaya ini direpresi dan fenomena ini kemudian menyebar ke wilayah Eropa lain dan diberlakukan di daerah jajahan.

MENGETAHUI APA ITU ALBIGENSIANISME


Albigensis adalah suatu sekte Kristen di abad XII-XIII yang menganut ajaran dualisme. Walaupun mereka menamakan dirinya sebagai Kristen, namun sebenarnya ajaran sekte ini sangatlah menyimpang dari ajaran Kristiani. Karena mereka tidak mempercayai adanya satu Tuhan Pencipta dan Pengatur segalanya, tetapi mereka mempercayai adanya dua tuhan, yang satu baik dan yang lain jahat. Maka Tuhan (allah yang baik) dan Iblis (allah yang jahat) sama-sama bertanggung jawab terhadap dunia ini. Dengan prinsip ini, maka mereka percaya bahwa segala yang berupa material di dunia, termasuk yang ada pada manusia (yaitu tubuh manusia) adalah hasil pekerjaan Iblis dan sepenuhnya adalah jahat. Maka manusia yang merupakan separuh ciptaan Tuhan, dan separuh ciptaan Iblis, perlu untuk diselamatkan. Sumber keselamatan ini bukanlah penjelmaan Tuhan Yesus ke dunia dan kurban salib-Nya tetapi pembebasan jiwa dari tubuh. Maka bagi para Albigensian, Kristus bukan Tuhan dan juga bukan manusia, tetapi semacam malaikat yang mengambil tempat sementara dalam tubuh manusia, dan sengsara dan wafat-Nya hanyalah ilusi.
Konsekuensi dari ajaran sesat Albigensian ini adalah sangat merusak, karena:
1.    konsep keselamatan bagi mereka adalah ‘pembebasan dari tubuh’, bukannya penghapusan dosa oleh jasa Kristus dan anugerah hidup ilahi di dalam-Nya;
2.    Mereka membenci perkawinan, karena perkawinan memungkinkan terciptanya ‘tubuh’ yang baru
3.    mereka mendukung homoseksualitas/perkawinan sesama jenis;
4.    mereka membenci kehamilan; wanita yang mengandung dianggap sebagai seorang yang dirasuki Iblis
5.    mereka mendorong tindakan bunuh diri, karena menyebabkan seseorang terlepas dari ‘tubuh’
Di atas semua itu, dengan konsep merendahkan tubuh, mereka tidak menghargai Inkarnasi (Penjelmaan Allah menjadi manusia dalam diri manusia Yesus). Dan karena Penjelmaan Kristus merupakan salah satu inti Iman Kristiani, maka dapat dimengerti bahwa ajaran Albigensian/Kataris ini sungguh sangat menentang kebenaran iman Kristiani.
Para Albigensian ini beranggapan bahwa selama jiwa masih bersatu dengan tubuh maka masih ada kemungkinan ia jatuh dalam perangkap Iblis. Untuk mengatasi hal ini mereka mengadakan suatu ritus yang dinamakan Consolamentum, dan sesudah itu mereka disebut Perfect, dan terikat kewajiban-kewajiban yang sangat serius, dan tidak boleh diingkari, agar tidak lagi jatuh dalam bahaya perangkap Iblis.  Kewajiban ini misalnya, hidup selibat seumur hidup, puasa yang ketat (tidak boleh makan daging, telur, susu, mentega dan keju), tidak boleh terikat sumpah. Dari ketentuan ini mayoritas orang tidak dapat melaksanakannya. Mereka yang telah menerima Consolamentum ini banyak yang memilih untuk bunuh diri daripada menjalankan hidup seperti itu. Lagipula,  menurut mereka bunuh diri adalah tindakan yang sempurna bagi Albigensian yang sejati, yang merasa tidak mampu melaksanakan cara hidup yang disyaratkan.

Minggu, 09 Agustus 2020

MEMAHAMI PERISTIWA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN DI TABOR


Peristiwa penampakan kemuliaan Yesus terjadi di puncak Gunung Tabor. Karena itu Gunung Tabor sering disebut Gunung Kemuliaan. Gunung Tabor terletak di sebelah utara Israel, tepatnya di ujung timur Lembah Yizreel, 17 km (11 mil) sebelah barat Danau Galilea. Secara geografis, gunung yang terletak di tengah dataran rendah ini memiliki ketinggian 575 meter di atas permukaan laut. Jika kini puncaknya dapat dicapai dengan kendaraan, maka pada masa lalu para pengunjung harus mencapainya dengan mendaki 4.340 anak tangga.

Letaknya yang unik menjadikan gunung ini mudah dikenali dan menjanjikan pemandangan menarik bagi yang mengunjunginya. Secara tradisional, Gunung Tabor diyakini sebagai tempat terjadinya transfigurasi Yesus. Kisah mencengangkan ini dicatat dalam Mat. 17:1-8, Mrk. 9:2-8 dan Luk. 9:28-36. Saat itu para murid yang menyertai-Nya melihat Yesus berubah rupa. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya putih bersinar laksana terang. Setelah itu Dia nampak bercakap-cakap dengan Musa dan Elia. Peristiwa tersebut jelas bukan sesuatu yang biasa karena secara tegas membuktikan keilahian Yesus.

Tiga Bagian
Di puncak gunung itu, terdapat Gereja Transfigurasi yang dibangun dengan tiga bagian. Sebuah basilika yang diapit oleh dua kapel di kedua sisinya. Ketiga bagian ini mengingatkan kita akan pernyataan Petrus untuk membangun tiga kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Elia dan satu lagi untuk Musa.

Pada bagian kanan adalah Kapel Elia. Di dindingnya terdapat lukisan Elia yang sedang berdoa dan nyala api turun dari langit melahap kurban yang telah disediakan di atas mezbah (1 Raj. 18:20-46). Di bagian kiri terdapat Kapel Musa. Musa dilukiskan dengan kedua tangan memegang dua loh batu (Kel. 20 :1-17).