Kamis, 26 Februari 2015

Berantas Narkoba Harus Menyeluruh

MEMANG NARKOBA ITU EXTRAORDINARY CRIME, TAPI ….
Kurang lebih dua bulan ini Indonesia disibukkan dengan masalah hukuman mati bagi penjahat narkoba. Ada banyak pro dan kontra di dalam negeri. Tak ketinggalan juga reaksi dari beberapa negara sahabat. Reaksi tersebut sedikit membuat hubungan bilateral agak memanas. Contoh anyar akan hal ini adalah hubungan Indonesia dengan Pemerintahan Australia. Komentar Perdana Menteri Tonny Abbott memancing reaksi emosional bagi rakyat Indonesia.

Bagi saya reaksi rakyat Indonesia atas komentar Tonny Abbott berlebihan, karena masyarakat melihat komentar itu hanya dari satu sisi yang mungkin bukan dimaksud oleh Abbott sendiri. Memang Abbott menyinggung bantuan 1 miliyar untuk korban tsunami Aceh, namun tekanannya bukan pada jumlah uangnya melainkan pada kemanusiaannya. Prihatin akan nasib korban tsunami, Australia memberikan bantuannya. Abbott berharap agar pemerintah Indonesia melihat juga nilai kemanusiaan pada hukuman mati.

Salah satu alasan pemerintah menerapkan hukuman mati bagi terpidana narkoba adalah efek jera. Indonesia sudah memasukkan kasus narkoba ini sebagai extraordinary crime. Ada begitu banyak warga Indonesia yang mati akibat mengonsumsi obat-obatan terlarang ini. Badan Narkotika Nasional menyatakan bahwa setiap hari ada 40 orang mati karena penyalahgunaan obat terlarang. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak buruknya, diberlakukanlah hukuman mati, biar orang jera. Akan tetapi, kenapa sanksi itu hanya diberlakukan kepada pengedar dan produsen?

Perlu diketahui masalah narkoba ini tidak hanya urusan pengedar dan produsen (bandar) saja. Bisnis obat-obatan terlarang ini bisa subur karena banyak faktor. Narkoba dapat berkembang baik di negeri ini karena ada pemakai dan juga aparat yang melindunginya. Ini adalah teori seorang gembong narkoba (saya lupa namanya). Aparat di sini mencakup polisi, tentara (lihat film American gangster) dan juga hakim dan jaksa.

Oleh sebab itu, jika ingin memberantas peredaran narkoba, maka sentuhlah juga dua komponen tadi, yaitu konsumen dan aparat. Artinya, mereka juga harus dibuat jera, dengan cara memberlakukan juga hukuman mati. Selagi hukuman mati hanya diberlakukan kepada pengedar dan bandar saja, maka bisnis ini tak akan mati atau berkurang.

Menurut saya, yang utama ada pada konsumen. Bayangkanlah jika konsumennya jadi takut membeli karena akan dikenakan hukuman mati. Kalau tidak ada konsumen, berarti tidak ada yang membeli barang haram itu. Apabila tidak ada yang beli, pastilah bisnis itu akan mati dengan sendirinya.

Renungan Hari Kamis Prapaskah I - B

Renungan Hari Kamis Prapaskah I, Thn B/I

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Esther. Kitab ini mengisahkan tentang raja yang baik, yaitu Raja Mordekhai. Kebaikan itu terlihat dari ungkapan raja yang berbelas kasih terhadap orang yang mendapat hukuman mati. “Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup.” (ay. 11). Orang yang akan mati (karena hukuman mati) mendapatkan apa yang diharapkan, yaitu kehidupan.

Pesan yang disampaikan dalam Kitab Esther, kembali ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. Memang dalam Injil Tuhan Yesus memberikan pengajaran tentang doa, namun di sana hendak ditegaskan bahwa Allah itu adalah Bapa yang Maha Baik. Allah ibarat seperti Raja Mordekhai yang berbelas kasih. Allah akan memberikan apa yang baik, yang dibutuhkan oleh umat-Nya. Karena itulah, hendaknya umat senantiasa datang dan meminta kepada Tuhan. Umat dapat melakukannya melalui doa.

Saat ini kita berada dalam masa prapaskah. Sebagaimana yang sudah diketahui, masa prapaskah memiliki tiga aktivitas, yaitu puasa, doa dan amal kasih. Hari ini, sabda Tuhan mengangkat satu aktivitas itu, yaitu doa. Tuhan menghendaki agar kita senantiasa datang kepada-Nya dan berdoa. Tuhan mau supaya di sela-sela kesibukan kita dengan berpuasa, kita tetap berkomunikasi dengan-nya melalui doa. Tuhan akan mendengarkan dan mengindahkan doa kita itu, karena Dia adalah Allah yang Maha Baik. Allah akan senantiasa memperhatikan kebutuhan umat-Nya.

by: adrian