Sabtu, 05 Januari 2019

PAUS FRANSISKUS: MEMBANTU ORANG LAIN DAPAT MENGUBAH DUNIA



Dalam pesan video kepada anak muda di seluruh dunia, Paus Fransiskus meminta mereka untuk memprakarsai perubahan dengan melayani orang lain. Dalam membantu mereka yang menderita, baik kaum muda katolik dan maupun yang bukan agar mereka dapat menemukan “kekuatan yang dapat mengubah dunia,” demikian ujar Paus Fransiskus kepada para pemuda untuk Hari Pemuda Sedunia mendatang di Panama.
“Ini adalah revolusi yang dapat menggulingkan kekuatan kuat yang bekerja di dunia kita. Ini adalah revolusi pelayanan,” ungkap Paus Fransiskus dalam pesan yang dirilis oleh Vatikan pada 21 November. Tema untuk perayaan Hari Pemuda Sedunia, yang akan berlangsung dari 22 – 27 Januari, diambil dari Injil Lukas: ‘Terjadilah padaku menurut perkataanmu.’
Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengatakan kata-kata yang diucapkan Bunda Maria ketika mendengar kabar sukacita adalah “jawaban positif dari seseorang yang memahami rahasia panggilan untuk melampaui diri sendiri dan menempatkan diri untuk melayani orang lain.”
Hidup, kata Paus Fransiskus, hanya bisa menemukan makna ketika melayani Tuhan dan orang lain. Seperti Bunda Maria, orang muda harus terlibat “dalam percakapan dengan Tuhan dengan sikap mendengarkan” sehingga mereka dapat menemukan panggilan mereka baik dalam pernikahan, atau dalam hidup sebagai imam.

Jumat, 04 Januari 2019

MENELAAH CUITAN ANDI ARIEF


Belum lama ini publik Indonesia digemparkan oleh cuitan Andi Arief, wakil sekjen Partai Demokrat. Beliau mengatakan (atau juga mempertanyakan) bahwa ada 7 kontener berisi surat suara yang sudah dicoblos. Dan surat suara yang sudah dicoblos itu mengarah pada pasangan calon presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Dapat dikatakan bahwa pernyataan (atau mungkin juga pertanyaan) Andi Arief tersebut membuat orang berpikir bahwa KPU turut melanggengkan kekuasaan Jokowi.
Sontak saja cuitan wakil sekjen Partai Demokrat tersebut menimbulkan kegaduhan politik. Sekalipun cuitan itu ditujukan kepada lembaga penyelenggara PEMILU (KPU), namun serangan ditujukan juga kepada calon presiden, Jokowi. Hal ini mirip dengan kasus data orang gila yang dikaitkan sebagai peserta pemilu.
Menghadapi cuitan Andi Arief itu, baik KPU maupun kubu paslon nomor urut 1, segera memperkarakannya ke polisi. Bagi mereka, cuitan tersebut sudah mengandung unsur kebohongan. Andi Arief sendiri mengatakan bahwa cuitannya itu bukanlah hoax, namun biar bagaimana pun, Andi Arief buru-buru menghapus cuitannya itu.
Menjadi pertanyaan kita adalah, apa yang melatar-belakangi orang sekaliber Andi Arief membuat pernyataan (atau mungkin juga pertanyaan) yang membuat heboh negeri ini? Apakah Wakil Sekjend Partai Demokrat itu tidak sadar kalau cuitannya itu sudah masuk kategori hoax?

Kamis, 03 Januari 2019

HOAX DAN UJARAN KEBENCIAN DALAM BLOG BUDAK BANGKA

Berita kebohongan atau hoax, dan ujaran kebencian begitu marak akhir-akhir ini. Ada begitu banyak orang, tanpa pertimbangan kritis atau pun konsekuensinya, begitu mudah membuat berita bohong dan/atau turut menyebarkannya. Para pelakunya pun tak tanggung-tanggung. Mulai kalangan rakyat biasa hingga para petinggi.
Demikian pula halnya dengan ujaran kebencian. Dengan begitu mudahnya orang menyebarkan kebencian, baik terkait suku, status hingga agama. Ada begitu banyak alasan orang menyebarkan ujaran kebencian. Salah satunya adalah untuk “membunuh” karakter seorang tokoh.
Blog Budak Bangka turut membantu pembacanya untuk bersikap kritis dalam menyikapi berita bohong dan ujaran kebencian. Berikut ini beberapa tulisan terkait dengan hoax dan ujaran kebencian. Untuk membacanya, silahkan klik pada judulnya.
Selamat membaca!