Umat islam sering dan selalu melihat kontradiksi dalam kitab suci orang kristen, baik katolik maupun protestan. Salah satu contohnya adalah Matius 27: 5-7 dan Kis 1: 18. Dalam 2 teks ini mereka melihat bahwa ada pertentangan soal status tanah. Mereka melihat dan menilai bahwa dalam Kis 1: 18 Yudas membeli tanah dengan uang pengkhianatannya sementara dalam Matius 27 para imamlah yang membeli tanah itu. Padahal Kis 1: 18 sama sekali tidak menyebut secara eksplisit Yudas memveli tanah itu, tapi mendapatkan tanah itu sehingga menjadi tanah miliknya. Para imam memang membeli tanah itu dengan memakai uang pengkhianatan Yudas. Uang itu adalah milik Yudas, sehingga tanah yang dibeli dengan uang itu jadi miliknya.