Umat islam kerap mempermasalahkan perbedaan yang ada dalam Alkutab. Mereka melihatnya sebagai kontradiksi. Misalnya soal status Zerubabel. Beberapa kitab menyebutnya anak Sealtiel, sementara kitab Tawarikh mengatakan anak Pedaya. Sebenarnya tidak ada kontradiksi, jika orang memahami konteks penulisan. Perbedaan yang ada karena adanya perbedaan sudut pandang antara penulis kitab Tawarikh dengan kitab-kitab yang lain seperti Ezra, Hagai, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar